Kambing di Gunungkidul Mati Diduga karena Abu Vulkanik

Rabu, 26/2/2014

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kambing warga Dusun Sanglor I, Desa Girisuko, Panggang, mati. Warga menduga kambingnya mati karena memakan abu vulkanik.

Pemilik kambing, Ribut Wahyudi menuturkan tidak ada perubahan dengan makanan kambingnya. Sebelum abu vulkanik menyelimuti Gunungkidul, kambingnya biasa makan tebon atau pohon jagung dan daun nangka.

“Setelah abu vulkanik turun makannya juga sama. Bedanya tanaman itu terkena abu vulkanik. Tapi sudah saya cuci. Mungkin masih ada abu vulkanik yang termakan,” tutur dia, Selasa (24/2/2014).

Kambing Ribut yang mati merupakan kambing peranakan ettawa. Kambing betina tersebut mati seminggu hari setelah Gunungkidul terpapar abu vulkanik.

“Kalau dijual ya bisa laku sampai Rp1,2 juta. Untung sudah beranak dua dan kambing yang ettawa tidak ikutan mati,” tutur dia. (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)


ARTIKEL LAINNYA
Sejumlah anak-anak melihat kambing-kambing mati karena serangan hewan misterius di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. Minggu (10/9/2017). (IST/dok. Pemdes Purwodadi) Warga Akan Diajari Buat Perangkap Jebakan Hewan Liar
Ilustrasi mata air (123rf.com) Sumber Air di Kelud dan Wilis Kritis!
Foto Sesaji Gunung Kelud Digelar di Kediri
Wisatawan menikmati panorama Gunung Kelud dari Desa Sugih Waras, Kediri, Minggu (19/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani) STATUS GUNUNG API : Blitar Belum Putuskan Banding dalam Sengketa Kelud
Wisatawan menikmati panorama Gunung Kelud dari Desa Sugih Waras, Kediri, Minggu (19/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani) FOTO WISATA KEDIRI : Begini Padatnya Penikmat Kelud