LEBARAN 2017
Garuda Indonesia Tambah 1.134 Kursi Rute Jogja

Selasa, 06/6/2017
Pesawat Garuda Indonesia untuk penerbangan Jogja-Surabaya (pp). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Pesawat Garuda Indonesia untuk penerbangan Jogja-Surabaya (pp). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Menghadapi masa angkutan mudik Lebaran, Garuda Indonesia menyediakan kursi tambahan

 

Harianjogja.com, JOGJA-Menghadapi masa angkutan mudik Lebaran, Garuda Indonesia menyediakan kursi tambahan untuk penerbangan dengan rute Jogja-Cengkareng. Jumlah kursi tambahan yang disediakan saat masa angkutan mudik yakni sebanyak 1.134 kursi.

Untuk masa angkutan Lebaran, maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyediakan kursi tambahan sebanyak 61.324 kursi. General Manager Garuda Indonesia Branch Office Jogja, Jubi Prasetyo mengatakan dari penambahan tersebut Jogja mendapat tambahan kursi untuk penerbangan ekstra Lebaran 2017.

“Untuk rute Jogja ada beberapa tanggal extra flight, tentunya dari beberapa rute termasuk rute utama Jakarta,” ujar Jubi kepada Harianjogja.com, Senin (5/6/2017).

Jubi memaparkan penambahan kursi untuk penerbangan ekstra Lebaran 2017 yakni rute Jogja-Cengkareng disediakan 1.134 kursi. Selama ini, untuk Jogja, maskapai nasional ini melayani sembilan rute penerbangan.

Namun untuk penerbangan ekstra pada Lebaran 2017 dengan jumlah kursi tersebut total ada tujuh penerbangan dengan rute utama Jakarta. Penerbangan tersebut terbagi menjadi dua, yakni lima penerbangan sebelum Lebaran dan dua penerbangan setelah Lebaran atau saat arus balik.

“Mayoritas penerbangan ekstra ini melayani rute Jakarta,” kata Jubi.

Adanya penambahan penerbangan, Jubi mengungkapkan semestinya jumlah penumpang yang diangkut Garuda Indonesia mengalami kenaikan. Pasalnya, bukan saja dengan adanya penambahan kursi, tren penumpang transportasi udara, baik dari maupun ke Jakarta mengalami terus mengalami kenaikan.

Jubi menjelaskan total traffic semua rute dari dan ke Jogja pada momen yang sama mengalami kenaikan yang cenderung meningkat sekitar 14%. Pada momen Lebaran 2016 lalu, total traffic pada H-3 sampai dengan H+3 sebanyak 29.046 pax.

“Kalau melihat tren traffik penumpang dari dan ke Jakarta, kurang lebih kenaikannya sekitar 14 persen dari tahun lalu di momen yang sama,” imbuh Jubi.

Sementara itu, Jubi menambahkan, terkait okupansi penerbangan maskapai Garuda Indonesia dengan rute Jogja rata-rata saat ini mencapai 81% di luar momen puasa. Sedangkan di bulan Ramadan, menjelang Lebaran arus mudik okupansi dapat mencapai 100%.

“Tetapi jika dikombinasikan dengan rute dari Jogja di musim Lebaran okupansi sekitar 65 persen sampai 70 persen. Di awal puasa kondisi ini berlaku umum, karena maskapai lain pasti demikian. Bahkan pada minggu pertama rata-rata hanya 50 persen, karena karakter penumpang di awal puasa tidak melakukan traveling,” jelas Jubi.


ARTIKEL LAINNYA
Ilustrasi sabu-sabu. (JIBI/Solopos/Reuters) Calon Penumpang Garuda Indonesia Tertangkap Bawa 1 Ons Sabu
Ini 3 Alasan Tertinggi Orang Datang ke Jogja Naik Pesawat
Ilustrasi pesawat Nam Air (Sriwijayaair.co.id) Kalahkan Garuda Indonesia Soal Ketepatan Waktu, Sriwijaya Bangga
Pesawat Garuda Indonesia (GIA) 737-800 NG (boeing.mediaroom.com) Soal Ketepatan Waktu, Garuda Indonesia Tergusur Sriwijaya Group
Salah satu petugas membantu penumpang dalam mengoperasikan Kios K, sistem reservasi taksi dan angkutan darat yang resmi diluncurkan PT Angkasa Pura I untuk penumpang pesawat di Bandara Internasional Adisutjipto. (Foto istimewa) Pesan Taksi di Bandara Adisutjipto Jogja Bisa Lewat Kios K