jumat 23 juni

757 Personil Disiagakan Pada Operasi Ramadniya di Gunungkidul

Senin, 19/6/2017
Bupati Gunungkidul, Badingan [kiri] menyematkan pita bagi para petugas yang akan bertugas dalam operasi Ramadniya 2017 saat gelar pasukan di Alun-Alun Wonosari, Senin (19/6/2017). (JIB/Irwan A. Syambudi)
Bupati Gunungkidul, Badingan [kiri] menyematkan pita bagi para petugas yang akan bertugas dalam operasi Ramadniya 2017 saat gelar pasukan di Alun-Alun Wonosari, Senin (19/6/2017). (JIB/Irwan A. Syambudi)

Dalam operasi Ramadniya Progo 2017 Polres Gunungkidul menyiagakan sedikitnya 757 personil

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dalam operasi Ramadniya Progo 2017 Polres Gunungkidul menyiagakan sedikitnya 757 personil. Mereka akan disebar di 23 pos dan sejumlah titik lainnya untuk mengamankan arus mudik pada Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Pada saat gelar pasukan di Alun-Alun Wonosari, Senin (19/6/2017) pagi, Kapolres Gunungkidul, AKBP Muhammad Arif Sugiarto mengatakan pada operasi Ramadniya 2017, pihaknya menyiagakan sebanyak 757 personil. Jumlah tersebut belum lagi ditambah sejumlah personel dari TNI, Dinas Perhubungan dan juga petugas kesehatan.

“Semua personil sudah mulai beroperasi di pos pengamanan dan pelayanan mulai hari ini [Senin] hingga H+7 nanti,” kata dia kepada wartawan, Senin kemarin.

Selain menyiagakan personil di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan, pihaknya juga akan menyiagakan personil khusus untuk tim ganjal ban. Tim tersebut akan disiagakan di sejumlah titik rawan di jalur wisata menuju pantai yang menanjak dan berkelok.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada para wisatawan untuk menggunakan rambu yang disediakan pemerintah agar agar tidak celaka. Pun pihaknya menyiapkan pos pantau dan pos pelayanan kepada wisatawan.

“Nanti akan ada rambu portabel, jangan memanfaatkan jalur yang tidak pasti,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan dalam operasi Ramadniya 2017 ditargetkan lalu lintas dapat lancar, kecelakaan dapat berkurang, tindak kejahatan berkurang, serta kegiatan masyarakat berjalan aman, lancar dan nyaman.

Dan karena opersi Ramadniya merupakan operasi kemanusiaan, pihaknya tidak akan melakukan penindakan. “Kami akan lebih mengedepankan tindakan preventif karena ini merupakan operasi kemanusiaan,” kata dia.

jumat 23 juni

ARTIKEL LAINNYA
Komoditas emping melinjo dijual di Pasar Prambanan. Saat ini harga emping mencapai Rp60.000 dari sebelumnya hanya Rp50.000. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) LEBARAN 2017 : Harga Emping dan Kacang Mede Naik
Mobil pikap L-300 bermuatan barang melintasi jalur lingkar selatan yang rusak parah setelah diguyur hujan beberapa hari lalu. (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) MUDIK 2017 : Berbahaya, Pemudik Diminta Tak Naik Mobil Barang
Paramedis puskesmas siap melayani masyarakat. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) LEBARAN 2017 : Waspada Penyakit yang Banyak Muncul saat Lebaran, Diare dan Malaria
Ilustrasi: Petugas Dishubkominfo Kota Solo berjaga di tenda Rest Area. (Dokumentasi/JIBI/Solopos) Dari Wifi Hingga Snack Gratis Tersedia di Rest Area Solo
Sejumlah pedagang dan konsumen sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari. Kamis (20/4/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Waspadai Penimbunan Barang Jelang Lebaran