FORMULA ONE 2017
Posisi Palmer di Renault Mulai Terancam

Senin, 19/6/2017
Pembalap Renault, Jolyon Palmer. (Crash.net)

Formula One 2017 diwarnai dengan Jolyon Palmer yang tampil jeblok.

Harianjogja.com, ENSTONE — Kekuatan pembalap di Renault dinilai jomplang menyusul pembalap kedua mereka, Jolyon Palmer, yang belum kunjung meraih poin dari tujuh seri balapan. Padahal rekannya, Nico Hulkenberg, telah mengumpulkan 18 poin dan nangkring di posisi 11 klasemen pembalap. Bos Renault, Cyril Abiteboul, pun mengultimatum Palmer agar segera meraih poin secara reguler bagi tim.

Sejauh ini pencapaian terbaik Palmer yakni peringkat 11 dalam dua seri terakhir di Monaco dan Kanada. Sebelumnya pembalap asal Inggris itu paling mentok berada di posisi 13. Dia juga dua kali gagal finis saat bertarung di GP Australia dan GP Rusia. Hasil ini membuat Palmer dalam tekanan untuk segera mencetak poin bagi tim asal Enstone, Inggris, tersebut.

“F1 bukan lingkungan di mana orang bisa bicara lantang, ‘saya dalam kondisi aman’. Faktanya Jo [Palmer] punya mobil yang kapabel untuk meraih poin, dia harus meraih poin. Saya serius dengan hal ini,” ujar Abiteboul seperti dilansir Autosport, Jumat (16/6/2017), waktu setempat.

Dengan mengendarai Renault R.E. 17, Hulkenberg terbukti mampu meraih posisi 10 besar di empat dari lima balapan terakhirnya. Hulkenberg bahkan mampu menembus posisi enam di GP Spanyol, pada saat yang sama Palmer hanya finis di peringkat 15.

Abiteboul mendesak Palmer segera meningkatkan performa jika posisinya ingin terus aman di Renault.  Sebab dia melihat ada perbedaan sangat besar antara Hulkenberg dan Palmer di sesi kualifikasi hingga balapan.

“Saya ini saya merasa agak tak adil bagi Nico. Dia telah melakukan banyak hal, tim sangat bergantung padanya,” kata dia.

GP Azerbaijan yang berlangsung 25 Juni 2017 akan menjadi pembuktian terdekat kelayakan Palmer berada di tim Renault. Posisinya bisa benar-benar terancam apabila dia kembali menuai hasil buruk di seri kedelapan F1 tersebut.

“Apa yang akan terjadi kemudian, saya tidak ingin menjelaskan hal itu,” tukas Abiteboul. Disinggung nama pembalap yang berpeluang menggantikan Palmer, ia masih enggan menjawab.” Masalah itu tidak menjadi fokus kami saat ini,” kilah Abiteboul.


ARTIKEL LAINNYA
FORMULA ONE 2017 : Ini Kekurangan Bottas Menurut Bos Mercedes
FORMULA ONE 2017 : GP Brasil: Perpisahan Kedua Felipe Massa
Suara bising mobil Formula One dirindukan (JIBI/Ist/australiavisanews.com) FORMULA ONE 2018 : Tim Papan Tengah Serius Berbenah
FORMULA ONE 2017 : Ferrari Ancam Angkat Kaki dari F1, Kenapa?
#ESPOSPEDIA: Perjalanan Hamilton Menuju Juara Dunia