Gaduh Kebijakan 5 Hari Sekolah, Mendikbud Mengaku Dapat Restu Presiden

Senin, 19/6/2017
Arys Aditya/JIBI/Bisnis
Mendikbud Muhadjir Effendy (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Mendikbud Muhadjir Effendy (Dok/JIBI/Solopos/Antara)

Mendikbud mengklaim kebijakan 5 hari sekolah sudah mendapatkan restu dari Presiden.

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah akan melansir peraturan presiden untuk meredam polemik akibat kebijakan 5 hari sekolah yang dilansir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, belum jelas apakah kebijakan 5 hari sekolah itu jadi diterapkan atau tidak pada tahun ajaran 2017/2018.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan langkahnya menerbitkan Permendikbud 23/2017 tentang Hari Sekolah berdasarkan persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebutkan, persetujuan tersebut didapatkan dalam Rapat Terbatas (Ratas) bertema Tindak Lanjut Nation Branding 3 Februari 2017 lalu.

“Jadi, saya mau klarifikasi kalau saya tidak bergerak sendiri dalam menerbitkan aturan [lima hari sekolah] itu. Kebijakan itu sudah disetujui oleh Bapak Presiden,” ujarnya seusai konferensi pers bersama Ketua Umum Majelis Ulama Maruf Amin di Kantor Presiden, Senin (19/6/2017).

Dalam risalah ratas yang diteken oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 21 Februari 2017 tersebut, disebutkan bahwa, “Presiden menyetujui usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait upaya menyinkronkan libur sekolah dengan libur pegawai, sehingga hari Sabtu dan Minggu dapat digunakan sebagai waktu berlibur masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya dan alam Indonesia. Oleh karena itu, hal tersebut agar ditindaklanjuti.”

Dia menyatakan, jadi atau tidaknya penerapan kebijakan lima hari sekolah akan menunggu perpres tersebut. “Sabar ya, tunggu perpres.”

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan masyarakat sebaiknya membaca secara lengkap isi beleid tersebut terlebih dulu sebelum mengkritik. Presiden Jokowi juga telah meminta Mendikbud untuk mengkaji hal tersebut. Baca juga: Kebijakan 5 Hari Sekolah Mulai Juli 2017, Madrasah Diniyyah Terancam Mati.

“Memang tentunya pemerintah juga menangkap apa yang menjadi keresahan yang terjadi, tetapi lebih baik semuanya membaca dan mempelajari sebelum memberikan komentar,” kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/6/2017).

Berikut salinan lengkap Permendibud No. 23/2017 tentang Hari Sekolah:


ARTIKEL LAINNYA
Kover film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. (istimewa/wikipedia) Begini Alasan Mendikbud Larang Anak-Anak Menonton Film G30S/PKI
Ada Apa Dengan Cinta 2 (Instagram.com) Mendikbud Putar Lima Film Ini di Jepang
Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menyaksikan siswa SMK Wisuda Karya Kudus melakukan praktik pembubutan di ruang praktik SMK Wisuda Karya Kudus, Jumat (8/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif) PENDIDIKAN SOLO : Kepala SMK Solo Minta Ada Jaminan Kerja untuk Lulusan SMK
Peserta mengikuti lomba yel saat acara Lomba Cerdas Cermat dan Kreativitas Pendidik PAUD 2014 di Hotel Novotel Solo, Sabtu (5/4/2014). Rangkaian lomba tersebut dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD). (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos) Presiden Jokowi Minta Pemda Alokasikan Anggaran Gaji Guru PAUD
Ilustrasi kegiatan belajar siswa SMK. (JIBI/Solopos/Dok.) Jawab Kritik Menaker, Mendikbud Janji Ganti Kurikulum SMK