banner

Gunoto Saparie Siap Memberi Warna Konferensi Sastra di Prancis

Senin, 19/6/2017
Gunoto Saparie (istimewa)
Gunoto Saparie (istimewa)

Sastrawan Gunoto Saparie diundang untuk hadir dalam konferensi sastra Internasional di Prancis.

Harianjogja.com, SOLO--Warna lokal sastra Indonesia bakal dipresentasikan dalam forum International Conference on Language, Literature, and Culture (ICLLC) di Prancis oleh sastrawan Gunoto Saparie, 61, pertengahan Juli mendatang.

Dalam forum sastra internasional tersebut, Gunoto akan menyampaikan peta kesusastraan Indonesia yang tak bisa lepas dari akar budaya masing-masing daerah. Harapannya materi yang disampaikan dalam diskusi dunia itu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sastra di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Ini bukanlah kali pertama ia terlibat dalam diskusi sastra. Sejak beberapa tahun lalu ia sudah aktif menjadi pengisi forum sastra Nusantara di sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura.

Selain mempresentasikan makalah soal kesusastraan Indonesia, ia juga sering diminta tampil untuk membacakan beberapa puisi terbaiknya. Undangan datang ke Prancis dalam event  bergengsi itu disampaikan langsung oleh ketua konferensi Sanket Pattanayak, Minggu (18/6/2017) melalui Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT).

“Undangan ini bagaikan THR [tunjangan hari raya] saja. Karena datang sebelum Lebaran,”kata dia saat diwawancara Solopos.com melalui telepon, Senin (19/6/2017).

Mengingat bakal mewakili Indonesia di ajang dunia, banyak hal yang mulai ia persiapkan. Salah satunya mengasah kemampuan berbahasa. Ia juga mencari tahu kemungkinan sastrawan Indonesia lainnya yang ikut diundang dalam acara tersebut.

“Ke Prancis merupakan pertama kali. Tentunya banyak hal yang saya persiapkan selain materi. Bekal Bahasa Inggris yang baik saya rasa sangat penting. Saya berlatih intensif karena memang forum itu forum internasional. Bahasa pengaturnya Bahasa Inggris. Saya juga sedang mencari sastrawan lain yang kemungkinan ikut diundang melalui panitia dan beberapa sahabat di komunitas sastra,”tambah Gunoto.

Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan diri ke Prancis, penulis kumpulan puisi Penyair Kamar ini juga tengah menyelesaikan karya terbarunya. Berupa novel bergenre sejarah tentang Bahurekso yang pernah menjadi Bupati Kendal dan memimpin pasukan Mataram dalam
penyerangan ke VOC di Batavia.

“Saya juga sedang menyelesaikan buku novel saya ini,” kata mantan anggota Dewan Kesenian Jawa Tengah ini.

 

banner

ARTIKEL LAINNYA
Suparto Brata (Facebook) KABAR DUKA : Blogger Tertua Suparto Brata Dikabarkan Meninggal Dunia
Gunoto Saparie (Istimewa) GAGASAN : Pasal Penghinaan terhadap Presiden
Sayembara Kritik Sastra FOTO SAYEMBARA KRITIK SASTRA : Karya Terbaik Naskah Kritik Sastra Dari Semarang
Kalis Mardi Asih
kalis.mardiasih@gmail.com
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret MIMBAR KAMPUS : Apresiasi Sastra dan Karakter Bangsa
Remisilado (Anik Sulistyawati/JIBI/solopos.com) Remy Sylado Tambah Koleksi Mesin Ketik