banner

Ledakan di Gemeksekti Kebumen, Netizen Kritik Pemusnahan Peledak Sitaan Polisi

Senin, 19/6/2017
Foto sebuah masjid yang terdampak ledakan di Desa Gemekseti, Kecamatan Kebumen, Kebumen, Jateng, Senin (19/6/2017) siang. (Facebook.com-Safaat Pabrani)
Foto sebuah masjid yang terdampak ledakan di Desa Gemekseti, Kecamatan Kebumen, Kebumen, Jateng, Senin (19/6/2017) siang. (Facebook.com-Safaat Pabrani)

Ledakan di Desa Gemeksekti, Kebumen, membuat pemusnahan bahan peledak sitaan polisi dikritik netizen.

Harianjogja.com, KEBUMEN — Ledakan di Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Senin (19/6/2017) siang, memicu kritik netizen. Mereka mengomentari pemusnahan bahan peledak hasil sitaan Polres Kebumen selama Ramadan 2017 dengan cara dibakar.

Ledakan yang belakangan disebut berasal dari bahan peledak sitaan itu menyebabkan belasan rumah warga rusak. Netizen dalam grup Facebook Suara Rakyat Kebumen menganggap proses pemusnahan bahan peledak dengan cara dibakar adalah sebuah kecerobohan.

Pengguna akun Facebook Safaat Pabrani yang mengunggah video detik-detik ledakan ke dinding grup Facebook tersebut menuai komentar dari sejumlah netizen. “Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Adapun lokasinya, dipilih kawasan bukit batu di wilayah Dukuh Semelang Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen. Sekitar pukul 11.15 WIB, itulah ledakan terjadi,” ungkap pengguna akun Facebook Safaat Pabrani.

Netizen lainnya lantas mengkritik pemusnahan bahan peledak dengan cara dibakar. “Mercon Seno akehe ko di sulet. Mbok ya di siram banyu wae. Get geti wong tok [Pemusnahan petasan dengan jumlah banyak kok dibakar? Disiram air kan bisa],” tulis pengguna akun Facebook Pawit Wijianto.

Pemusnahane ko mbahayani temen [Proses pemusnahannya sangat membahayakan],” ungkap pengguna akun Facebook Sugeng Arrusdi Tehnik. Baca juga: Ledakan Dahsyat di Gemeksekti Kebumen, 17 Bangunan Rusak.

Sementara itu, pengguna akun Facebook Safaat Pabrani juga mengabarkan bahwa sebuah masjid yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi ledakan juga mengalami kerusakan. “Mesjid an nur sblahe pak dawamudin masdar, sekilo ket TKP [Masjid An Nur, 1 km dari lokasi ledakan],” tulisnya dengan menyertakan foto kondisi masjid yang dimaksud.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

banner