banner

Mengenal Video Assistant Referee, Teknologi Pembantu Wasit

Senin, 19/6/2017
Kamerun vs Chile (JIBI/REUTERS/Grigory Dukor)
Kamerun vs Chile (JIBI/REUTERS/Grigory Dukor)

Video Assitant Referee (VAR) dalam sepak bola mulai diterapkan.

Harianjogja.com, SOLO – Video Assistant Referee (VAR)  dengan memakai video technology dalam sepak bola telah  menimbulkan pro-kontrak sejak kali pertama dimunculkan. Pada Piala Konfederasi 2017, sejumlah keputusan kontroversial pun dibuat wasit setelah berkonsultasi dengan VAR pada laga Chile melawan Kamerun, serta Portugal kontra Meksiko.

Berikut sekilas mengenai VAR seperti dikutip dari Fifa.com dan berbagai sumber lainnya, Senin (19/6/2017):

Apa itu VAR?

VAR merupakan peninjauan ulang yang dilakukan asosiasi asisten wasit sepak bola untuk membantu wasit utama membuat sebuah keputusan setelah melihat rekaman video dan menggunakan headset untuk berkomunikasi. VAR belum masuk pedoman resmi pertandingan (Laws of the Game), namun sudah mulai diuji coba pada sejumlah turnamen dan pertandingan FIFA.

4 Hal yang Bisa Ditinjau Ulang dengan VAR

Pengesahan Gol (melewati garis gawang atau tidak, dalam posisi offside atau tidak)

Keputusan Penalti

Kartu Merah

Untuk menentukan pelanggaran

Proses VAR

-Ada keganjilan atau persoalan yang perlu diperjelas.

-VAR dan asisten video assistant referee (AVAR) meninjau permainan yang dipermasalahkan di bank monitor ruang operasi video (VOR) dengan bantuan operator replay (RO).

-VAR melakukan peninjauan setelah wasit memberi sinyal atau kode memakai jari telunjuk untuk melakukan “cek”.

-Jika VAR tidak menemukan apa-apa selama pemeriksaan, maka komunikasi dengan wasit tidak perlu. Ini disebut “silent check”  atau “cek diam”.

-Jika VAR yakin terjadi kesalahan, dia akan menghubungi wasit tersebut dan menjelaskannya. Kemudian wasit bisa: mengubah saran VAR, memerintahkan untuk review di lapangan alias on-field review (OFR), atau yakin dengan saran VAR sehingga tidak perlu melakukan OFR.

Kapan Kali Pertama Dipakai?

Sistem VAR ini dimulai pada Agustus 2016, pada pertandingan dua klub Amerika Serikat dalam Major League Soccer (MLS). Sebulan berikutnya, video review kembali dipakai dalam laga persahabatan antara Prancis versus Italia.

banner

ARTIKEL LAINNYA
Timna Jerman (JIBI/REUTERS/Carl Recine) Skuat Muda Jerman Berprestasi, Thomas Muller Bahagia
Jerman vs Chile (JIBI/REUTERS/John Sibley) Sikat Euro U-21 & Piala Konfederasi 2017, Kejayaan Pemain Muda Jerman
Meksiko saat melawan Portugal di Piala Konfederasi 2017. (JIBI/REUTERS/Maxim Shemetov) PIALA KONFEDERASI 2017 : Jerman vs Meksiko, Loew Waspada Fighting Spirit El Tri
Para pemain Portugal merayakan gol. (REUTERS/Rafael Marchante) PIALA KONFEDERASI 2017 : Lawan Selandia Baru, Portugal Tentukan Nasib
Meksiko saat melawan Portugal di Piala Konfederasi 2017. (JIBI/REUTERS/Maxim Shemetov) PIALA KONFEDERASI 2017 : Skenario Lolos Grup A, Portugal Berpeluang Besar