solopos batik iklan

KORUPSI E-KTP
Dikepung Mahasiswa, Setya Novanto Tinggalkan Gedung KPK

Jumat, 14/7/2017
MG Noviarizal Fernandez/JIBI/Bisnis
Anas Urbaningrum dan Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Anas Urbaningrum dan Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017).(JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Setya Novanto meninggalkan Gedung KPK seusai diperiksa dalam kasus korupsi e-KTP di tengah kepungan mahasiswa UI.

Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan kompleks Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan. Setyo Novanto diperiksa oleh penyidik antirasuah sebagai saksi atas tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat (14/7/2017).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar ini tidak banyak memberikan komentar menjelang maupun seusai diperiksa. “Seperti fakta di dalam persidangan,” ujarnya ketika ditanya mengenai materi pemeriksaan dan tanggapannya.

Saat meninggalkan mobil menggunakan mobil Toyota Fortuner dengan pelat nomor B 1732 ZLO, politikus Golkar dari daerah pemilihan Nusat Tenggara Timur (NTT) II itu dicegat oleh puluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK.

Aksi unjuk rasa bersama antara mahasiswa dan alumni UI tersebut digelar ketika Setya Novanto sedang diperiksa penyidik. Para demonstran menolak intervensi terhadap proses penegakan hukum yang tengah berjalan di KPK, baik oleh pemerintah, DPR maupun partai politik.

Mereka juga menolak semua upaya pelemahan pemberantasan korupsi termasuk pelaksanaan hak angket dan revisi Undang-undang (UU) tentang KPK. Massa juga mendesak komisi itu segera menuntaskan proses hukum kasus korupsi berskala besar.

Pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang telah dicegah bepergian ke luar negeri ini merupakan rangkaian dari pemeriksaan terhadap para politikus. Mereka di antaranya Melchias Marcus Mekeng, Ganjar Pranowo, dan Ade Komarudin.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengungkap aliran dana terkait korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menyebabkan kerugian negara Rp2,3 triliun.

solopos batik iklan

ARTIKEL LAINNYA
Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan (kanan) sebelum rapat pemilihan Ketua Pansus Angket KPK di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa) Surati KPK Soal Kasus Setnov, Fadli Zon akan Diproses MKD
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (JIBI/Solopos/Antara/Harviyan Perdana Putra) Presiden Jokowi Pun akan Dipanggil Pansus Angket KPK?
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) KORUPSI E-KTP : Setya Novanto Mau Penuhi Panggilan KPK, Tapi Setelah Sembuh
Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa) KORUPSI E-KTP : KPK Terjunkan Tim Dokter Periksa Sakitnya Setya Novanto
Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan terkait statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/M Agung Rajasa) KORUPSI E-KTP : Setelah Vertigo, Kini Setya Novanto Mengaku Sakit Jantung