BPAD DIY Bedah Buku Pancasila Sebagai Dasar Negara

Jumat, 11/8/2017
Salah seorang narasumber sedang berdiri melakukan pemaparan saat acara bedah buku Pancasila Dasar Negara di Balai Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong. Rabu (9/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Salah seorang narasumber sedang berdiri melakukan pemaparan saat acara bedah buku Pancasila Dasar Negara di Balai Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong. Rabu (9/8/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)

Bedah buku mengenai Pancasila

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Perpustakan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY menggelar acara bedah buku Pancasila Dasar Negara di Gunungkidul. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar masyarakat lebih memahami dan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Acara bedah buku Pancasila Dasar Negara tersebut berlangsung di Balai Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Rabu (9/8/2017). Tiga orang narsumber sebagai pembedah buku yakni, dari Pusat Studi Pancasila UGM, Heri Santoso; Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo; dan Kepala Bidang Partai Politik dan Ormas, Badan Kesatuan Bangsa Gunungkidul, Arkham Wibowo.

Kepala BPAD Provinsi DIY, Budi Wibowo mengatakan, kegiatan bedah buku Pancasila Dasar Negara sudah dilakukan berulang kali dan tahun ini sudah masuk ke-16 putaran. Tujuannya adalah bagaimana masyarakat memahami dan mampu mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Buku yang kami bedah dari berbagai tema. Jadi, yang intinya buku itu bisa menjadi acuan bagi masyarakat untuk menumbuhkan semangat gemar membaca,” katanya, Rabu kemarin.

Dia menyakini jika budaya membaca sudah melekat dihati masyarakat, maka angka kemiskinan dapat ditekan semaksimal mungkin. Selama ini problem kemiskinan tidak tuntas karena budaya membaca masyarakat masih minim, sehingga pengetahuan juga minim.

Sementara itu, Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM, Heri Santoso mengatakan, buku yang dibedah berisi tentang sejumlah pidato Presiden Soekarno. Antara lain adalah pidatonya pada 1 Juni 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya pancasila. Selain itu di dalam buku tersebut juga terdapat sejumlah materi kursus yang pernah diselenggarakan oleh Bung Karno.

Dengan membedah isi buku maka masyarakat bisa lebih mengenal Bung Karno.“Ini menjadi menarik karena akhirnya masyarakat bisa mengetahui gagasan Bung Karno tentang Pancasila,” kata Heri.


ARTIKEL LAINNYA
Suasana Bedan Buku Jokowinomics di Ruang Soetopo STMD APMD, Selasa (5/12/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja) Pelaku Ekonomi Bahas Jokowinomics
Suasana Bedan Buku Jokowinomics di Ruang Soetopo STMD APMD, Selasa (5/12/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja) BEDAH BUKU : Berawal Diskusi di Pantry, Berujung Buku Jokowinomics
Buku Jokowinomics: Sebuah Paradigma Kerja (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Rekam Jejak Ekonomi Jokowi Dibedah di Jogja
Seminar dan bedah buku Naskah Tajusalatin Pura Pakualaman, Selasa (28/11/2017). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Naskah Abad ke-19 Berisi Pedoman Hidup Raja dan Kandungan Alquran Terungkap
Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) Heri Santoso (kanan) saat memberikan materi dalam FGD Ilmu Kepancasilaan di UJB, Senin (20/11/2017). (Harian Jogja/Sunartono) Seluruh Mata Kuliah Harusnya Didasari Pancasila