Menteri Susi Dukung Ajakan Mentan Makan Keong Sawah

Rabu, 06/12/2017
Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Menteri Susi menyebutkan keong sawah mengandung protein yang dapat dijadikan alternatif pengganti daging sapi.

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendukung pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyebutkan keong sawah merupakan sumber protein alternatif di tengah tingginya harga daging sapi saat ini.

“Keong sawah nutrisinya sangat tinggi. Kandungan gizinya sangat bagus. Kandungan lemaknya juga rendah. Saya dari kecil suka sekali makan keong sawah, apalagi bisa diolah dengan berbagai macam bumbu. Bisa nambah makan sampai lima kali kalau makan dengan keong sawah,” ucap Susi di kediamannya kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (5/12/2017), seperti dikabarkan di situs Pertanian.go.id.

Susi menyayangkan padangan masyarakat yang menganggap remeh keong sawah sebagai sumber protein. Berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, disebutkan bahwa kerang, cumi, udang, keong sawah dan sebangsanya termasuk jenis ikan yang masuk dalam program pemerintah untuk menambah gizi masyarakat.

Dari sisi kandungan gizi, keong sawah memiliki nilai protein sebesar 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah dan sisanya mengandung niacin serta folat, energi, protein, karbohidrat, kalsium, phosfor, dominasi vitamin A dan vitamin E serta zat gizi makronutrien yakni zat protein dalam kadar yang tinggi dan zat mikronutrien yang berupa mineral dalam bentuk kalsium.

Susi mengakui saat ini keong sawah sulit ditemui di pasaran. Untuk itu, Susi berencana akan memasukkan keong sawah dalam program minapadi yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kami akan masukkan keong sawah ke dalam program minapadi. Keong sawah tidak merusak padi, bukan seperti keong mas yang merusak padi. Jadi win win solution bagi petani. Budidaya keong sawah juga bisa menambah pendapatan petani,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Susi mengingatkan masyarakat tentang keberagaman sumber protein yang dimiliki oleh Indonesia. Masyarakat diharapkannya bisa perlahan mengubah mindset-nya dalam pola konsumsi protein, dengan tidak hanya bertumpu pada daging sapi saja, tapi juga menghargai sumber protein lainnya.

“Saya ingin mengingatkan sumber protein kita itu banyak sekali. Bukan hanya daging sapi, tapi juga kerang, telur, ayam, dan terutama ikan. Kandungan protein tinggi tapi harga tidak semahal daging sapi. Ayo kita makan ikan!” seru Susi.


ARTIKEL LAINNYA
Petani menepikan padi menggunakan terpal di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) FOTO BENCANA JATENG : Petani Kebanjiran, Menteri Panen Raya
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. HARGA BERAS : Mentan Pastikan Impor Beras Batal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Kudus Musthofa dan sejumlah tamu undangan melakukan panen raya di Desa Berugenjang, Undaan, Kudus, Jateng, Selasa (23/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif) PERTANIAN JATENG : Mentan Tinjau Panen Raya Padi, Janji Tak Akan Sengsarakan Petani
Pelajar ber-selfie di depan helikopter yangcditumpangi Menteri Pertanian Amran Sulaiman ke Demak, Jateng, Selasa (23/1/2018). (Okezone.com-Taufik Budi) KISAH UNIK : Menteri Pertanian ke Demak, Helikopter Jadi Objek Selfie Warga
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) dan Bupati Demak M. Natsir (ketiga dari kanan) secara simbolis memanen padi menggunakan combine harvester di Desa Sari, Gajah, Demak, Jateng, Selasa (23/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) FOTO PERTANIAN JATENG : Menteri Pertanian Buktikan Panen Raya