Anak-Anak di Sleman Kini Sudah Bisa Kantongi KIA

Kamis, 07/12/2017
Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA). (JIBI/Solopos/Antara/Budiyanto)
Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA). (JIBI/Solopos/Antara/Budiyanto)

Sleman resmi terbitkan Kartu Identitas Anak (KIA).

Harianjogja.com, SLEMAN–Anak-anak di wilayah Sleman kini bisa membuat Kartu Identitas Anak (KIA). Desember ini, ditargetkan 24.000 keping KIA dapat dicetak.

Pencetakan KIA tersebut dilakukan setelah Peraturan Bupati Sleman No.39/2017 yang salah satunya mengatur tentang Kartu Identitas Anak (KIA) disahkan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman pun saat ini gencar melakukan sosialisasi agar seluruh anak di wilayah Sleman bisa mendapat hak identitas berupa KIA.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman, Endang Mulatsih mengatakan, jumlah wajib KIA di wilayah Sleman tercatat 265.429 anak. Mereka berusia di bawah 17 tahun terdiri atas laki-laki sebanyak 136.260 orang dan perempuan 129.169 orang. “Kami berharap seluruh anak nanti memiliki KIA,” katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (7/12/2017).

Penerbitan KIA di Sleman, katanya akan dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap awal 2017 ini, Dukcapil menyiapkan sebanyak 24.000 keping KIA sementara tahun depan disediakan 70.000 keping KIA sesuai kemampuan anggaran daerah. “Penerbitan KIA dilakukan bertahap. Kami memiliki skala prioritas,” jelasnya.

Format fisik KIA, katanya, tidak sama untuk semua usia. Perbedaannya terletak pada keberadaan foto pada KIA tersebut. Jika anak usia lima tahun ke atas dilengkapi dengan foto, maka anak berusia di bawah lima tahun tidak dilengkapi dengan foto.

Penyediaan blanko KIA, kata Endang, sepenuhnya ditanggung dan disesuaikan dengan kemampuan APBD Pemkab. Pusat, katanya hanya memberikan apresiasi (pemberian blanko) kepada kabupaten dengan tingkat pembuatan akte kelahiran 83% sementara pembuatan akte kelahiran baru di Sleman mencapai 80,6%.


ARTIKEL LAINNYA
Siap-Siap, Jual Minol di Sleman Didenda Puluhan Juta
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Dampak Badai Cempaka, Sleman Rugi Rp5,3 Miliar
Ilustrasi gotong royong (IST/Koransn.com) Budaya Gotong Royong Bikin Sleman Jadi Acuan
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) mulai diberlakukan di persimpangan Pasar Setan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (11/12/2017). (Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari) Lebih Teratur, Lampu APILL Mulai Diberlakukan di Pasar Setan
Sebanyak 250 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sleman mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. (IST/Dok Pemkab Sleman) Sleman Jadi Kabupaten Peduli HAM