BANJIR DEMAK
Memilukan, Upacara Pemakaman Warga Sayung Dikepung Banjir

Kamis, 07/12/2017
Suasana upacara pemakaman Solikin di Dusun Ganem, Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Selasa (5/12/2017). (Facebook.com-Syech Alim)
Suasana upacara pemakaman Solikin di Dusun Ganem, Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Selasa (5/12/2017). (Facebook.com-Syech Alim)

Banjir yang melanda sebagian kawasan di Demak mengepung upacara pemakaman warga Sayung.

Harianjogja.com, DEMAK – Bencana banjir yang disebabkan limpasan air laut atau yang disebut rob mendera kawasan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) di awal Desember ini. Bencana tersebut juga melahirkan kisah tragis pada salah seorang warga Sayung yang meninggal dunia.

Salah seorang warga bernama Solikin, yang meninggal dan hendak dimakamkan di permakaman Dusun Ganem, Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (5/12/2017), harus mengalami kisah tragis. Pasalnya, upacara pemakaman salah seorang warga itu harus dikepung genangan banjir.

Warganet di media sosial Facebook lantas ramai menyoroti kisah tragis di tengah-tengah banjir itu setelah pengguna akun Facebook ?Syech Alim? membagikan kisah tersebut di dinding grup Facebook Warga Demak. “Ngeri. Langsung tinjau wae urak usah leren mengajukan proposal.. Bukti dah nyata.urip wes kangelan.. Mati koyok ngene [Langsung dicek saja tanpa berhenti mengajukan proposal. Bukti nyata, hidup sudah kecewa, meninggal dalam keadaan seperti ini],” tulisnya.

Pengguna akun Facebook Syech Alim juga mengunggah enam foto yang menunjukkan upacara pemakaman Solikin. Dari foto yang diunggah memang terlihat beberapa orang harus melewati genangan banjir untuk mengantar jenazah Solikin ke permakaman. Bahkan, tanah makam yang digunakan untuk mengubur jenazah Solikin juga dikepung genangan air.

Sontak kisah tragis itu menuai komentar netizen yang kebanyakan prihatin atas kisah tragis yang disebabkan banjir di Demak itu. “Inalilahiiiwainalilahirojiunn.. Banjir makam e ya Allah,” tulis pengguna akun Facebook E Siti B Jumiati.

Mesake toh..Melu prihatin [Kasihan. Turut prihatin],” ungkap pengguna akun Facebook Agung Siswanto Aluminium.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya mendesak pemerintah setempat segera melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah banjir di Kabupaten Demak. Bahkan dari foto yang diunggah pengguna akun Facebook Reza Riza, di kawasan Sayung terdapat spanduk berisi kalimat seruan bagi pemerintah untuk segera mengatasi banjir yang kerap melanda.

“Segera bangun tanggul laut! Kami masyarakat Sayung 10 tahun tenggelam rob. Jangan tenggelamkan kami!,” begitu seruan yang terdapat pada poster itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


ARTIKEL LAINNYA
Sugiyem memberi makan anjing kesayangannya bernama Itut di sekitar rumahnya di tepi Kali Woro, Dukuh Nglinggang, Desa Borangan, Manisrenggo, Klaten, Jumat (23/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) KISAH SUGIYEM: “Mengalah” Demi Ayam, Lansia Klaten Pilih Tidur di Luar Rumah
Pasangan suami istri ini menyadari anaknya masih hidup setelah 7 tahun (Yahoo News) KISAH UNIK : Pasangan Ini Baru Tahu Anak yang Divonis Mati 7 Tahun Lalu Masih Hidup
Sugiyem memberi makan anjing kesayangannya bernama Itut di sekitar rumahnya di tepi Kali Woro, Dukuh Nglinggang, Desa Borangan, Manisrenggo, Klaten, Jumat (23/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Kisah Sugiyem, Nenek-Nenek Asal Klaten Hidup Bersama Ayam & Anjing
Ganjar Pranowo di kawasan banjir di Onggrorawe, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Kamis (22/2/2018) pagi. (Instagram-@ganjar_pranowo) PILKADA 2018 : Bantu Korban Banjir di Demak, Ganjar Pamer di Instagram
Calon gubernur Ganjar Pranowo menumpang perahu dengan sejumlah orang berbasah-basang sat berkampanye ke lokasi banjir di Sayung, Demak, Jateng, Kamis (22/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) PILKADA 2018 : Kampanye Pilgub Jateng di Kawasan Banjir Demak, Ganjar Pranowo Berperahu