Penulis Buku Ramalkan Kehancuran Donald Trump

Minggu, 07/1/2018
Donald Trump (Cnn.com)
Donald Trump (Cnn.com)

Donald Trump meramalkan kehancuran Donald Trump.

Harianjogja.com, SOLO – Penulis buku yang dikenal kritis meramalkan “kehancuran” Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Michael Wolff mengungkap jabatan Trump di Gedung Putih bakal segera berakhir.

Kepada radio BBC, Wolff mengatakan kesimpulan yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House menjadi pandangan yang meluas.

“Menurut saya, sejauh ini salah satu dampak menarik dari buku ini adalah soal kebenaran yang selama ini disangkal,” kata Wolff dalam wawancara yang disiarkan Sabtu (7/1/2017).

“Cerita yang saya sudah sampaikan tampaknya menggambarkan kepresidenan saat ini bahwa dia [Trump] tidak mampu menjalankan tugasnya,” kata Wolff seperti dikutip Antara dari Reuters.

“Tiba-tiba di mana pun orang-orang mengatakan “ya ampun, memang benar, orang-orang selama ini menyangkal kebenaran’. Itu latar belakang persepsi dan pemahaman yang nantinya akan mengakhiri… jabatan kepresidenan ini,” lanjutnya.

Trump menganggap buku itu penuh dengan kebohongan. Fire and Fury: Inside the Trump White House menggamarkan kekacauan di Gedung Putih, soal seorang presiden yang tidak siap memenangi jabatan itu pada 2016 serta para pembantu Trump yang mencemooh kemampuannya.

Donald Trump pada Jumat (6/1/2018) malam, muncul di Twitter untuk kembali menyerang Wolff dan mantan pembantu utamanya, Steve Bannon, yang pernyataannya dikutip di buku Wolff itu.


ARTIKEL LAINNYA
Donald Trump (Reuters) Donald Trump Bantah Relokasi Kedutaan AS di Israel Tahun Ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (JIBI/Reuters/Yuri Gripas) “Donald Trump Bakal Dilengserkan dari Kursi Presiden di 2018”
Bendera Palestina (genheration.com) Amerika Serikat Dikecam karena Pangkas Dana Bantuan Palestina
Donald Trump. (JIBI/Reuters/David Becker) Dokter Ungkap Kondisi Fisik dan Mental Donald Trump Sehat Tapi…
Bendera Palestina (genheration.com) Dana Bantuan Palestina Dipotong Amerika Serikat, Begini Sikap Indonesia