MAN 4 Bantul Targetkan Lolos Kejuaraan Pencak Silat

Selasa, 13/2/2018
Ilham dan Rice diapit Waka Kesiswaan dan Pelatih, Selasa (13/2/2017). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)
Ilham dan Rice diapit Waka Kesiswaan dan Pelatih, Selasa (13/2/2017). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)

SMAN 2 Bantul (Smadaba EXSCO) MAN 4 Bantul terus mengembangkan ekskul pencak silatnya

 

Harianjogja.com, BANTUL – Setelah menyabet medali emas dan perunggu dalam pertandingan pencak silat pelajar SMP dan SMA sederajat yang diadakan SMAN 2 Bantul (Smadaba EXSCO) MAN 4 Bantul terus mengembangkan ekskul pencak silatnya.

Pada Jumat (9/2/2018), siswa kelas 11 MAN 4 Bantul, Muhammad Ilham Hamam memperoleh medali emas dan siswa kelas 10 MAN 4 Bantul, Rice Septiana menggondol medali perunggu dalam pertandingan pencak silat Smadaba. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan MAN 4 Yogyakarta dan Ekskul Pencak Silat yang menaungi mereka.

Ilham mengatakan untuk mendapatkan medali tersebut, dia dan Rice berlatih selama dua bulan. Latihan terdiri dari latihan fisik dan mental. Bahkan terkadang harus tetap semangat meskipun cuaca tidak mendukung.

Terkadang peserta ekskul harus menjalani latihan fisik sepulang sekolah, berlari dari MAN 4 Bantul menuju Student Center UIN Banguntapan. “Tetapi dukungan orang tua luar biasa, mereka mendukung saya untuk ikut perlombaan lagi,” kata Ilham, Selasa (9/2/2018).

Ilham mengatakan dirinya sempat merasa grogi saat bertanding. Belum lagi dia harus memikirkan strategi berbeda di masing-masing babak. Beruntung, pelatih Ekskul Pencak Silat MAN 4 Bantul selalu mendampingi.

Pelatih Ekskul Pencak Silat MAN 4 Bantul, Anshori, mengatakan latihan fisik dan mental ekskul dilaksanakan seminggu empat kali. Latihan fisik dilaksanakan saat libur, berupa lari di pagi hari. Namun untuk siswa yang berat badannya tidak memenuhi syarat, akan dilakukan lari di siang hari. Anshori mengatakan hal itu efektif untuk membentuk berat badan ideal.

Anshori mengatakan dukungan dari MAN 4 Bantul sangat luar biasa. Semua guru selalu memberi apresiasi dan dorongan kepada Ekskul Pencak Silat. Sarana dan prasarana pun selalu dipenuhi oleh pihak sekolah.

“Kami menargetkan akan mengikuti banyak event perlombaan di Yogyakarta, dalam waktu dekat ini kami mempersiapkan 7 anggota ekskul dan tentunya dua juara yang kemarin untuk ke porseni,” kata Anshori.

Untuk regenerasi peserta Ekskul Pencak Silat, Waka Kesiswaan MAN 4 Bantul, Dwi Mulyono, mengatakan telah menggandeng MTSn terutama MTSn 9 Bantul untuk berlatih ekskul pencak silat di halaman sekolah MAN 4 Bantul. Harapannya, nantinya anak MTSn dapat bersekolah di MAN 4 Bantul dan melanjutkan prestasi pencak silatnya.

“Kalau digabung sama MTSn, peserta ekskul silat bisa mencapai 80 orang. Harapannya nanti akan semakin meningkat prestasinya,” kata Dwi.


ARTIKEL LAINNYA
Murid-murid SD Seropan tengah bermain di sekitar shelter darurat, Selasa (13/2/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara) Dua Kelas SD Seropan Masih Belajar di Tenda
Proses penilaian oleh Kantor Kemenag Kabupaten Bantul di Matsamaba, Rabu (31/1/2018). (IST/Dok Matsamaba) Lakukan Penilaian, Kemenag Bantul Kunjungi Matsamaba
Ilustrasi guru honorer. (JIBI/Solopos/Antara/Agus Bebeng) Guru Tidak Tetap Bantul Khawatir Bernasib Sama dengan PHL yang Dipecat
Siswa siswi SD Seropan dan SMP Muhammadiyah 2 Dlingo terpaksa belajar di tenda darurat karena sekolah mereka masuk dalam zona merah rawan longsor, Jumat (5/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Pemkab Bantul Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Relokasi SD Seropan
Siswa kelas 8 dan 9 SMP Muhammadiyah 1 Bantul mogok masuk sekolah dan berunjukrasa, Kamis (11/1/2018) menuntut transparansi keuangan terkait kenaikan SPP per tahunnya. (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Demo Siswa SMP Muhammadiyah I Bantul Diduga Digerakkan Guru