PENYERANGAN GEREJA
Terbaring di RS, Suliyono Tak Dijenguk Keluarganya

Selasa, 13/2/2018
Suliyono pelaku penyerangan Gereja St Lidwina (Instagram)

Pelaku penyerangan gereja masih dirawat.

Harianjogja.com, SLEMAN–Pelaku penyerangan Gereja St Lidwina, Gamping, Suliyono hingga kini masih dirawat di RS Bhayangkara Jogja setelah ditembak polisi saat melakukan aksinya.

Kabag Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan penyidik kasus penyerangan Gereja St Lidwina Gamping menambah empat saksi lagi yang diperiksa. Sebelumnya, 11 orang sudah diperiksa sebagai saksi. Hingga kini 15 orang saksi yang diperiksa oleh penyidik. “Jadi tambah empat orang lagi. Sebelumnya yang diperiksa 11 orang. Ya saksi-saksi masyarakat sekitar dan yang mengenal pelaku,” katanya kepada wartawan di RS Bhayangkara, Selasa (13/2/2018).

Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Ke Warga Suliyono Bilang Ingin Cari Rida Allah

Menurutnya, pelaku sudah diperiksa namun hasilnya belum bisa diungkap ke publik. Untuk pemeriksaan kepada pelaku, Yuliyanto berkukuh merupakan ranah penyidikan dan hasil berita acara pemeriksaan (BAAP) akan dibuka di persidangan. Pemeriksaan akan dilakukan oleh penyidik jika dinilai cukup sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.

Menurut mantan Kapolres Sleman dan Kulonprogo ini, pelaku sempat menjadi santri selama satu tahun di Magelang. Namun dia enggan menyebut pondok pesantren tempat pelaku nyantri. Sebelum ke Magelang, pelaku juga mengenyam pendidikan tinggi di Palu Sulawesi Tengah selama dua semester. “Kuliah tapi tidak sampai tamat. Sekarang sudah bisa diperiksa secara normal,” katanya.

Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Warga Sebut Suliyono Sosok yang Alim

Sejauh ini penyidik belum memangil orang tua dan keluarga pelaku. Hingga kini juga belum ada keluarga pelaku yang datang ataupun menunggui pelaku yang terbaring di rumah sakit. “Pelaku ada di ruang khusus, dengan penjagaan ketat 24 jam,” katanya.

Sayangnya, media dilarang untuk mengambil gambar ataupun mendekati ruang isolasi tempat Suliyono dirawat. Proses hukum dilihat perkembangannya apakah akan tetap di Jogja atau tempat lain. “Segala kemungkinan bisa apa diperiksa di sini atau oleh Densus di Jakarta,” katanya.  (Abdul Hamid Razak)


ARTIKEL LAINNYA
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko (tengah) bersama sejumlah Romo Paroki Kemetiran berbincang dan menjawab pertanyaan wartawan saat mengunjungi kediaman Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii (kanan) di Gamping, Sleman, Senin (19/2/2018). (Harian Jogja/Desi Suryanto) Uskup Agung Semarang Maafkan Penyerang Gereja
Bangku taman di Pedestrian Malioboro depan Gedung DPRD DIY menarik wisatawan untuk berswa foto di momen libur panjang Maulud Nabi, Senin (12/12/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Kasus Penyerangan Gereja Tak Berpengaruh Terhadap Kunjungan Wisatawan ke Jogja
Fajar S. Pramono (foto: istimewa) GAGASAN : Orang Gila Gaya Baru
Warga Majelis Dzikir Gus Durian (MDG's) DIY membentangkan poster ajaran Gus Dur seusai menggelar doa bersama di Gereja st Lidwina Stasi Bedog, Gamping, Sleman, Rabu (14/02/2018).(Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) PENYERANGAN GEREJA : Majelis Dzikir Gusdurian Berdoa Bersama di Gereja St Lidwina
Aiptu Al Munir menunjukkan piagam penghargaan yang diberikan Kapolda DIY di Mapolda DIY, Rabu (14/2/2018) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Lumpuhkan Penyerang Gereja, Personel Polsek Gamping Diganjar Penghargaan