Dua Pasar Unggas Sleman Direhab Tahun Ini

Rabu, 14/2/2018
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Kedua pasar tersebut akan direhab seperi Pasty Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN-Selain akan merevitalisasi empat pasar tradisional tahun ini, Pemkab Sleman juga merevitalisasi pasar unggas di wilayah Bokoharjo, Prambanan dan Godean.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diaperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan, DED penataan pasar unggas sudah dibuat tahun lalu. Konsep pembangunan pasar unggas tersebut seperti yang diterapkan di Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta (Pasty) Jogja.

“Konsep pembangunannya seperti Pasty di Jogja. Jadi nanti bisa untuk lomba burung atau sarana rekreasi,” jelas Endah kepada Harianjogja.com, Selasa (13/2).

Saat ini, bangunan di lokasi pasar unggas lama sudah diratakan. Lokasinya berada di sebelah Barat Pasar Prambanan. Selama ini, lokasi tersebut digunakan para pedagang unggas mulai ayam hingga burung. Saking banyaknya pedagang yang melakukan transaksi di lokasi tersebut, proses jual beli unggas sampai meluber ke jalan. “Jumlah pedagang yang tercatat ada 68 orang. Mereka sudah kami relokasi,” ujarnya.

Dijelaskan Endah, penataan Pasar Unggas tersebut bagian dari penataan kawasan Pasar Prambanan. “Jadi sekalian pasar hewannya dibehani. Pasar hewan Prambanan ini hanya untuk hewan kecil dan unggas, tidak ada sapi,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tahun ini ada empat pasar tradisional yang direhab. Meliputi Pasar Turi, Pasar Wonosaren, dan Pasar Gendol. Satu lagi pasar yang direhab merupakan kelanjutan penataan lahan Pasar Cebongan. “Sebenarnya ada juga penataan pasar Hewan di Godean. Tapi yang menangani DPUP-KP. Nanti pengelolaannya Disperindag,” katanya.

Tahun ini memang diniatkan sebagai tahun penataan pasar rakyat. Untuk bangunan pasar yang telah direhab dan dibangun fisiknya, dituntaskan untuk digarap penataan dan peningkatan kapasitas pedagangnya. Selain pembangun fisik, pihaknya juga konsentrasi pada pendampingan untuk pembentukan koperasi-koperasi pasar. “Kalau fisik bangunan baik maka harus klop antara tampilan luar dan kondisi di dalamnya,” katanya.

Dari empat pasar tradisional yang direvitalisasi hanya Pasar Cebongan dan dua pasar hewan yang menggunakan APBD Sleman. Sementara, untuk Pasar Wonosaren, Turi dan Gendol menggunakan anggaran DAK Kemendag sebesar Rp3,825 miliar.

Untuk pembangunan Pasar Hewan di Godean. Pemkab Sleman menganggarkan Rp1,8 M, sedangkan penataan pasar unggas di Prambanan dianggarkan Rp2,4 M. Sayangnya, sampai saat ini lelang untuk kedua proyek pembangunan pasar hewan tersebut belum dilakukan. “Untuk kedua proyek tersebut belum masuk ULP,” kata Kasubag Pelaksanaan Pengadaan Unit Layanan Pengadaan (UPL) Sleman Rulling Yuliyanto.


ARTIKEL LAINNYA
Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M Wahid Supriyadi saat bertemu dengan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan pelaku usaha di Sleman, di Rumah Makan Jejamuran, Sleman, Selasa (20/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Festival Indonesia-Moskow Jadi Peluang Emas
Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M Wahid Supriyadi saat bertemu dengan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan pelaku usaha di Sleman, di Rumah Makan Jejamuran, Sleman, Selasa (20/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) UKM Sleman Bakal Ramaikan Festival Indonesia-Moskow
Pengelola Kaliadem Selidiki Keluhan Pengunjung
Pengunjung Kaliadem Dipaksa Naik Trail, Pemkab Lakukan Investigasi
Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Pemkab Sleman Beri Penghargaan OPD Berprestasi