Wali Kota Sebut Keberagaman Perkuat Semarang

Rabu, 14/2/2018
JIBI/Solopos/Antara
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan warga seusai membuka Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/2/2018) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan warga seusai membuka Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/2/2018) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menganggap keberagaman di ibu kota Jateng itu justru memperkuat kesatuan masyarakatnya.

Harianjogja.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan keyakinannya bahwa keberagaman budaya dan agama masyarakat di ibu kota Jawa Tengah ini justru memperkuat kesatuan warga. “Saya yakin keberagaman merupakan kekuatan kita semua. Tidak ada hal yang harus dikhawatirkan. Lihat saja meriahnya perayaan [Tahun Baru] Imlek di Semarang,” katanya, Selasa (13/2/2018).

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu mengakui terjadinya kasus intoleransi di beberapa daerah yang terjadi belakangan, seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, kata dia, kemajemukan sudah dimiliki masyarakat Semarang yang terlihat dari budayanya yang merupakan perpaduan dari berbagai budaya, baik Jawa, Arab, dan Tionghoa.

“Intinya, kalau mau hidup di Indonesia, ya harus saling menghargai. Kalau tidak bisa menghargai, pindah saja ke negara lain,” kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim mengungkapkan pentingnya keberagaman sebagai pemersatu masyarakat. “Keberagaman bukanlah slogan, bukan hanya ucapan. Perbedaan agama, suku, dan ras tidak seharusnya menjadi belenggu. Aku adalah engkau, engkau adalah aku. Tidak ada engkau, tidak ada aku,” katanya.

Pergelaran Pasar Semawis di Kota Semarang berlangsung 12-14 Februari 2018 yang merupakan agenda tahunan Kota Semarang untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek. Berbagai hidangan kuliner khas Semarangan dan peranakan Tionhoa, termasuk pernak-pernik khas tradisi China tersaji di Pasar Semawis yang digelar di kawasan Pecinan Semarang.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Semarang Rikza Chamami mengatakan keberagaman harus dijaga sebagai kekayaan Kota Semarang. “Dan NU sebagai organisasi Islam yang moderat selalu menjaga dengan penuh khidmat atas realitas keberagaman. Keberagaman masyarakat merupakan kekayaan yang harus dijaga baik,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


ARTIKEL LAINNYA
Peresmian Situation Room di Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (19/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Pemkot Semarang) KEAMANAN SEMARANG : Seluruh CCTV Kota ATLAS Diintegrasikan
Warga membantu mengatur arus lalu lintas di perempatan Desa Bulusari, Sayung, Demak, Jateng yang merupakan jalur alternatif pantura Demak, Minggu (18/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Foto Imlek 2018, Lalu Lintas Demak Padat
Pernyataan Wali Kota Semarang yang mengklaim banjir di kawasan Muktijarho Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng surut, Minggu (18/2/2018) pagi. (Instagram-@hendrarprihadi) BANJIR SEMARANG : Hendi Klaim Banjir di Muktiharjo Surut, Begini Reaksi Warga…
Banjir di kawasan Sawah Besar, Kecamatan Kaligawe, Kota Semarang, Jateng, Kamis (15/2/2018). (Facebook.com-Hendro Supriyanto) Banjir Kepung Semarang Ramai Dikeluhkan, Ini Janji Wali Kota Hendi
Hendra Kurniawan (Istimewa) GAGASAN : Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi