HomeCekfakta

CEK FAKTA: Hirup Uap Air Panas untuk Cegah Covid-19?

Oleh:Oktaviano DB Hana
25 Februari 2021 - 11:37 WIB

Poster Bersama Lawan Corona_Stop Hoax

Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini, sebuah pesan berantai di aplikasi perpesanan, WhatsApp, beredar dengan narasi yang menyatakan pencegahan penularan Covid-19 dapat melalui metode menghirup uap air panas.

Dalam pesan itu, narasi diklaim berasal dari Ketua Satgas Covid-19 bernama Dwiyono. Menurutnya, uap dan air panas dapat membunuh virus Corona.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatikan tentang laporan isu hoaks, Kamis (25/2/2021), klaim tentang terapi uap air panas dapat membunuh virus Corona adalah tidak benar.

"Pesan berantai melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Ketua Satgas Covid-19 Dwiyono adalah salah. Ketua Satgas Covid-19 saat ini bernama Doni Monardo, bukan Dwiyono seperti yang disebutkan di dalam pesan berantai tersebut," demikian laporan Kemenkominfo.

Lebih lanjut, dalam berbagai pernyataan dan penjelasannya, Doni Mordano tidak pernah sekalipun memberikan informasi bahwa beliau menyebutkan uap air panas dapat menghilangkan virus Corona.

Berdasarkan catatan Bisnis, kabar hoaks serupa juga mulai beredar sejak tahun lalu. Pada Mei 2020, Bisnis.com melaporkan bahwa kabar beredar bahwa menghirup uap air panas, dipercaya dapat mencegah terjangkitnya virus Corona yang mulai mewabah kala itu.

Dalam video yang diunggah pada Minggu (29/3/2021), cara itu diklaim sebagai upaya menangkal virus Corona baru jika dilakukan selama satu menit dalam beberapa kali sehari.

Pemilik akun itu pun menambahkan narasi sebagai berikut, "Dengan menghirup uap air panas, maka bisa membunuh virus Corona. Sangat boleh untuk dicoba ya gaes!"

Namun, kabar itu tidak benar. Mengacu laporan Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Kesehatan Masyarakat di Texas A&M University Jason McKnight mengatakan seseorang yang menghirup uap air panas justru berpotensi mengalami kerusakan pada wajah seperti luka bakar, termasuk pada mata dan saluran pernapasan. Dalam jangka panjang, cara itu dapat menyebabkan komplikasi serius.

Menghirup uap air panas juga tidak tercantum dalam rekomendasi pencegahan virus penyebab Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19, menurut WHO, adalah dengan sering mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dengan siku atau tisu, dan menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang yang batuk atau bersin.

Sumber: bisnis.com Tag: Cek Fakta Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
CEK FAKTA: Ada Anggota KPU Insaf Mengaku Dibayar Rp250 Juta dan Dijanjikan Rp12 M 2 years ago
CEK FAKTA: Foto Sandiaga Uno dengan Romahurmuziy di Penjara Ternyata Editan 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tingkat Pengangguran Indonesia Terendah Sejak 1999, Seperti Apa Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tenaga Kerja Asing Hanya di Jabatan Tertentu, Bagaimana Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Truk Tulisan Kanji yang Diributkan Andi Arief Dimiliki Perusahaan Sleman, Angkut Logistik Pemilu untuk Kulonprogo 2 years ago

Berita Pilihan

Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? CEK FAKTA: Benarkah Vaksinasi Mandiri Kadin Dipungut Biaya Rp600.000? CEK FAKTA: Benarkah Ramadan 2021 Punya Waktu Siang Terpanjang?
Berita Terbaru
CEK FAKTA: Benarkah PDIP Usul Tutup Semua Pesantren di Seluruh Indonesia? 1 month ago
Beredar Kabar Istri Gus Dur Meninggal Dunia, Alissa Wahid: Sehat, Sedang Mengaji 3 months ago
Hoaks Vaksin Bikin Pasien Covid-19 Makin Parah, Ini Penjelasan Dokter 4 months ago
CEK FAKTA: Benarkah RS Penuh sehingga Jawa Timur Zona Hitam Covid-19? 5 months ago
Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis 6 months ago

Terpopuler

CEK FAKTA: Benarkah PDIP Bubar dan Kadernya Pindah ke PSI? Cek Fakta: Benarkah Konsumsi Garam Tanpa Dimasak Baik untuk Kesehatan? CEK FAKTA: Subsidi Kuota Internet 75 GB Kominfo CEK FAKTA: Pernyataan Haedar Nashir soal Muhammadiyah Tak Harapkan Bantuan Pemerintah, Palsu CEK FAKTA: Polisi Sita Sabu-Sabu Sekontainer, Benarkah?
CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Jumlah Kasus Covid-19 Klaten Meledak? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah PM Israel Ancam Muslim dengan Vaksin? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? 7 months ago
Positif Covid Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Karena Virus, Benarkah? 7 months ago