HomeCekfakta

CEK FAKTA: Benarkah Vaksinasi Mandiri Kadin Dipungut Biaya Rp600.000?

Oleh:Newswire
07 April 2021 - 23:47 WIB

rnrnMenteri BUMN Erick Thohir (kanan), Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua kanan), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani (kedua kiri) dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani (kiri) usai penandatanganan perjanjian kerja sama pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (13/3/2021). - Antara\\r\\n

Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini beredar sebuah pesan berantai yang mengabarkan kegiatan vaksinasi mandiri di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur, Surabaya, mulai Kamis (8/4/2021).

Vaksinasi mandiri itu, sebagaimana tertulis pada pesan tersebut, akan menggunakan vaksin Covid-19 Sinovac dan tidak dikenakan biaya bagi anggota Kadin yang memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sementara bagi masyarakat umum yang ingin ikut vaksinasi mandiri itu, mereka akan dikenakan biaya Rp600.000 dan termasuk dengan tes antigen.

"Vaksin mandiri SINOVAC bersama PolarClinic di Surabaya.

Umur diatas 18 tahun

Pelaksanaan mulai tgl 8 April

Bertempat di KADIN,"

Demikian isi potongan narasi dalam pesan yang ramai beredar melalui WhatsApp sejak pekan pertama April 2021 tersebut. Namun, benarkah vaksin mandiri Sinovac di Kadin Jatim dikenakan Rp600.000 bagi masyarakat umum?

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, yang dikonfirmasi berantai itu menyebut, bahwa kabar tersebut tidak benar.

"Hoax itu mbak," demikian pesan singkatnya.

Pengusaha sektor agribisnis asal kota Batu tersebut menjelaskan, bahwa Kadin Jawa Timur tidak mengadakan kegiatan vaksinasi apapun pada 8 April 2021.

Baca juga: Meski Mengandung Babi, Wapres Minta Vaksinasi MUI di Daerah Juga Pakai AstraZeneca

Dari penelusuran, diketahui pula pesan berantai itu berisi beberapa narasi yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah. Salah satunya adalah jenis vaksin yang digunakan.

Dalam pesan tersebut, vaksinasi mandiri itu diklaim menggunakan Sinovac. Padahal, Kementerian Kesehatan RI telah memastikan pemakaian vaksin pada program vaksinasi gotong royong atau mandiri akan berbeda dengan vaksinasi pemerintah yaitu vaksin Sinovac.

"Jenis vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan vaksin Pfizer," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Baca juga: Hasil Studi, Infeksi Virus Corona Bisa Sebabkan Kecemasan

"Sehingga dengan ini, kami bisa memastikan tidak ada kebocoran empat vaksin tersebut," kata Nadia.

Dia juga menegaskan, meski program vaksinasi gotong royong bersifat mandiri, vaksin akan diberikan gratis kepada karyawan. Perusahaan tempat karyawan bekerja akan menanggung biaya vaksinasi tersebut.

 

Sumber: Antara Tag: Cek Fakta Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
CEK FAKTA: Ada Anggota KPU Insaf Mengaku Dibayar Rp250 Juta dan Dijanjikan Rp12 M 2 years ago
CEK FAKTA: Foto Sandiaga Uno dengan Romahurmuziy di Penjara Ternyata Editan 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tingkat Pengangguran Indonesia Terendah Sejak 1999, Seperti Apa Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tenaga Kerja Asing Hanya di Jabatan Tertentu, Bagaimana Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Truk Tulisan Kanji yang Diributkan Andi Arief Dimiliki Perusahaan Sleman, Angkut Logistik Pemilu untuk Kulonprogo 2 years ago

Berita Pilihan

Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? CEK FAKTA: Benarkah Vaksinasi Mandiri Kadin Dipungut Biaya Rp600.000? CEK FAKTA: Benarkah Ramadan 2021 Punya Waktu Siang Terpanjang?
Berita Terbaru
CEK FAKTA: Benarkah PDIP Usul Tutup Semua Pesantren di Seluruh Indonesia? 1 month ago
Beredar Kabar Istri Gus Dur Meninggal Dunia, Alissa Wahid: Sehat, Sedang Mengaji 3 months ago
Hoaks Vaksin Bikin Pasien Covid-19 Makin Parah, Ini Penjelasan Dokter 4 months ago
CEK FAKTA: Benarkah RS Penuh sehingga Jawa Timur Zona Hitam Covid-19? 5 months ago
Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis 6 months ago

Terpopuler

CEK FAKTA: Benarkah PDIP Bubar dan Kadernya Pindah ke PSI? Cek Fakta: Benarkah Konsumsi Garam Tanpa Dimasak Baik untuk Kesehatan? CEK FAKTA: Subsidi Kuota Internet 75 GB Kominfo CEK FAKTA: Pernyataan Haedar Nashir soal Muhammadiyah Tak Harapkan Bantuan Pemerintah, Palsu CEK FAKTA: Polisi Sita Sabu-Sabu Sekontainer, Benarkah?
CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Jumlah Kasus Covid-19 Klaten Meledak? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah PM Israel Ancam Muslim dengan Vaksin? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? 7 months ago
Positif Covid Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Karena Virus, Benarkah? 7 months ago