HomeCekfakta

CEK FAKTA: Benarkah RS Penuh sehingga Jawa Timur Zona Hitam Covid-19?

Oleh:Peni Widarti
26 Juni 2021 - 09:17 WIB

Gambar informasi status beredar

Harianjogja.com, SURABAYA - Tren penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur semakin mengkhawatirkan sebab terjadi kenaikan jumlah kasus harian. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sendiri terpapar virus ini sampai dua kali.

Hanya saja, dalam kondisi tersebut tersebar sebuah informasi bahwa sejumlah kota/kabupaten di Jatim, termasuk Kota Surabaya harus berhati-hati sebab tingkat keterisian bed rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah di atas 80 persen sehingga berada dalam zona hitam.

Dalam informasi tersebut, sejumlah daerah yang berada dalam zona hitam adalah Kabupaten Bangkalan, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Madiun, Pamekasan, Ponorogo, dan Situbondo. 

Adapun, yang berada dalam zona merah dengan tingkat BOR 61 - 80 persen yakni Bojonergoro, Gresik, Lamongan, Lumajang, Magetan, Ngawi, Sampang, dan Sidoarjo. Sementara zona kuning dengan BOR 40 - 60 persen yakni Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Trenggalek, dan Tuban.

Namun, data Satgas Covid-19 Jatim per 25 Juni 2021 menyebutkan bahwa hanya ada tiga kabupaten yang menjadi zona merah, di antaranya adalah Bangkalan, Ngawi dan Ponorogo, sisanya berada dalam zona orange atau dengan tingkat risiko sedang, kecuali Sumenep yang berwarna kuning.

Baca juga: Rekor Penularan Corona di Gunungkidul Belum Berhenti

Jubir Satgas Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan saat ini BOR rumah sakit perawatan Covid-19 di Jatim rerata mencapai 76 persen untuk ruang isolasi biasa, dan ruang ICU BOR mencapai 74 persen.

Beberapa BOR rumah sakit zona merah di beberapa daerah memang mengalami kenaikan cukup signifikan terutama ruang isolasi biasa. Di Bangkalan BOR isolasi biasa 85 persen, dan ruang ICU sebanyak 60 persen, serta Ponorogo untuk BOR isolasi biasa 96 persen, dan BOR dengan ICU mencapai 82 persen.

“Untuk Ngawi, BOR isolasi bisa mencapai 82 persen, dan BOR dengan ICU 60 persen. Sedangkan di Kota Surabaya sendiri BOR isolasi biasa mencapai 92 persen, dan BOR ICU mencapai 60 persen,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (25/6/2021).

Adapun hingga 25 Juni 2021, total kasus positif Covid-19 di Jatim sudah mencapai 167.806 kasus, jumlah itu bertambah sebanyak 975 kasus dibandingkan sehari sebelumnya. 

Dari total kasus yang terjadi, sebanyak 149.032 orang (88,8 persen) telah sembuh atau bertambah 512 orang, dan sebanyak 12.414 orang (7,4 persen) meninggal dunia atau bertambah 62 kasus, serta sebanyak 6.360 dirawat.

Dalam sepekan ini mulai 22 Juni 2021 tercatat jumlah kasus positif baru mengalami peningkatan, yakni pada 21 Juni 2021 total kasus mencapai 164.267 kasus, kemudian pada 22 Juni menjadi 165.013 kasus atau bertambah sebanyak 418 kasus baru.

Kemudian pada 23 Juni, jumlah kasus bertambah sebanyak 873 kasus baru, dan pada 24 Juni bertambah sebanyak 945 kasus baru, dan pada 25 Juni ini bertambah sebanyak 975 kasus.

Sumber: bisnis.com Tag: Cek Fakta Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
CEK FAKTA: Ada Anggota KPU Insaf Mengaku Dibayar Rp250 Juta dan Dijanjikan Rp12 M 2 years ago
CEK FAKTA: Foto Sandiaga Uno dengan Romahurmuziy di Penjara Ternyata Editan 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tingkat Pengangguran Indonesia Terendah Sejak 1999, Seperti Apa Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Ma’ruf Amin Sebut Tenaga Kerja Asing Hanya di Jabatan Tertentu, Bagaimana Faktanya? 2 years ago
Cek Fakta: Truk Tulisan Kanji yang Diributkan Andi Arief Dimiliki Perusahaan Sleman, Angkut Logistik Pemilu untuk Kulonprogo 2 years ago

Berita Pilihan

Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? CEK FAKTA: Benarkah Vaksinasi Mandiri Kadin Dipungut Biaya Rp600.000? CEK FAKTA: Benarkah Ramadan 2021 Punya Waktu Siang Terpanjang?
Berita Terbaru
CEK FAKTA: Benarkah PDIP Usul Tutup Semua Pesantren di Seluruh Indonesia? 1 month ago
Beredar Kabar Istri Gus Dur Meninggal Dunia, Alissa Wahid: Sehat, Sedang Mengaji 3 months ago
Hoaks Vaksin Bikin Pasien Covid-19 Makin Parah, Ini Penjelasan Dokter 4 months ago
CEK FAKTA: Benarkah RS Penuh sehingga Jawa Timur Zona Hitam Covid-19? 5 months ago
Cek Fakta: Penjelasan Soal Kabar Vaksin Covid-19 Mengandung Cip Mikro Magnetis 6 months ago

Terpopuler

CEK FAKTA: Benarkah PDIP Bubar dan Kadernya Pindah ke PSI? Cek Fakta: Benarkah Konsumsi Garam Tanpa Dimasak Baik untuk Kesehatan? CEK FAKTA: Subsidi Kuota Internet 75 GB Kominfo CEK FAKTA: Pernyataan Haedar Nashir soal Muhammadiyah Tak Harapkan Bantuan Pemerintah, Palsu CEK FAKTA: Polisi Sita Sabu-Sabu Sekontainer, Benarkah?
CEK FAKTA: Vaksin Covid-19 Bahaya Bagi Wanita Menstruasi? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Jumlah Kasus Covid-19 Klaten Meledak? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah PM Israel Ancam Muslim dengan Vaksin? 6 months ago
CEK FAKTA: Benarkah Panglima TNI Dipecat karena KRI Nanggala Tenggelam? 7 months ago
Positif Covid Disebabkan Kekurangan Vitamin Bukan Karena Virus, Benarkah? 7 months ago