Ekbis

Ada Pembatasan, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi DIY 2021 di Bawah 4,9%

Penulis: Herlambang Jati Kusumo
Tanggal: 26 Juli 2021 - 05:57 WIB
Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, JOGJA— Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diganti dengan level tertentu, dinilai akan menahan laju pertumbuhan ekonomi.

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono mengatakan PPKM berdampak pada beberapa hal, utamanya transportasi, akomodasi, makan minum. Diberlakukannya PPKM dan sempat diperpanjang, akhirnya berdampak pada perekonomian.

“BI meyakini pasti ada dampak. Kami menggunakan beberapa skenario. Kalau kemarin sampai tanggal 20 Juli, kemungkinan pertumbuhan ekonomi masih 4,9%. Kalau lebih dari tanggal itu, artinya dampaknya, pertumbuhan ekonomi dibawah 4,9%,” ucap Miyono, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Dilonggarkan, Jokowi: Pasar dan PKL Boleh Buka

Miyono memaparkan rekomendasi untuk menahan dampak negatif Covid-19 bagi perekonomian DIY. Pertama, perlu kedisiplinan dalam menjalankan pembatasan aktivitas, agar dapat segera memutus rantai Covid-19. Apabila kurva penyebaran Covid-19 tidak dapat segera dikendalikan, maka pembatasan aktivitas diyakini akan terus berlangsung, sehingga berdampak negatif terhadap perekonomian DIY.

Kedua, ketahanan sektor kesehatan sebagai garda terdepan melawan pandemi harus dijaga. Ketiga, perlu terus menghimbau dan menguatkan semangat gotong royong, yang merupakan budaya leluhur masyarakat DIY.

Keempat, perlu mendorong masyarakat, utamanya kelas menengah keatas untuk terus melakukan konsumsi. “Konsumsi ini diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian sekitar. Perlu untuk terus menghimbau masyarakat kelas menengah ke atas untuk konsumsi tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga konsumsi untuk membantu tetangga yang sedang membutuhkan,” ucap Miyono.

Baca juga: Hari Terakhir PPKM, Pemerintah Gagal Capai Target Turunkan Kasus Covid-19

Kelima, perlu sinergi komunikasi bersama, utamanya dalam komunikasi kebijakan pemerintah. Keenam, perlu mendorong percepatan digitalisasi selama pandemi.

“Bank Indonesia berkomitmen melakukan digitalisasi sistem pembayaran melalui program 12 juta merchant QRIS dan terus berupaya mendorong UMKM Go Digital. Digitalisasi dirasakan sangat penting untuk menjaga aktivitas transaksi ekonomi tetap berjalan di tengah pembatasan aktivitas,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2026
Pertumbuhan Ekonomi di Bantul Melemah Dampak Tekanan Geopolitik Global
Pembiayaan Tembus Rp5,94 T, Laba Bersih WOM Rp142,55 Miliar di 2025
Pemerintah Kejar Target Ekonomi 5,5% Lewat Berbagai Insentif

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Nike Pangkas 1.400 Karyawan, Tanda Tekanan Bisnis Kian Berat
Emas Kompak Melemah Antam Turun Tajam
Harga BBM Terbaru Berlaku Nasional Selisihnya Bikin Kaget
Ekonom: Kenaikan BBM Non Subsidi Minim Picu Inflasi
Konsumen BBM Sensitif Harga, Hiswana: Stok Aman
Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi, Inflasi DIY Diprediksi Naik Tipis
Insentif Fiskal Difokuskan ke Industri Padat Karya, Ini Alasannya
Kredit Perbankan naik 9,49 Persen di Maret 2026
BI Proyeksi Ekonomi Indonesia di 2026 Tumbuh Hingga 5,7 Persen
Imbas Dinamika Global, Harga Sapi Hidup Naik Rp1.000 per Kg