HomeEkbis

Ini Alasan RI Perlu Bertransformasi ke Ekonomi Hijau

Oleh:Dany Saputra
13 Oktober 2021 - 17:37 WIB

Mantan Menteri Keuangan M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menjabarkan alasan mengapa dunia, termasuk Indonesia, perlu melakukan transformasi ekonomi dan transisi ke ekonomi hijau.

Alasan utamanya adalah kaitannya dengan ketahanan lingkungan terhadap pemanasan global serta dampaknya kepada kehidupan manusia.

Chatib menyebut Indonesia sebagai negara kepulauan perlu melakukan upaya transisi ke ekonomi hijau untuk menghadapi dampak dari pemanasan global, yang bisa mengakibatkan kenaikan air laut.

"Di satu sisi isu mengenai banjir dan naiknya pasang laut akan punya pengaruh yang sangat signifikan kepada kehidupan manusia termasuk ekonomi," jelas Chatib pada acara Low Carbon Development Week "A Green Economy for a Net-Zero Future: How Indonesia can Build Back Better after Covid-19 with the Low Carbon Development Initiative", Rabu (13/10/2021).

Selanjutnya, pemanasan global bisa menyebabkan kekeringan. Hal itu bisa berdampak pada keterbatasan stok makanan. Indonesia sebagai negara dengan populasi tinggi bisa terkena dampak yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Sensus Penduduk 2020 mencatat jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa.

Sementara itu, dilansir dari Worldometers.info, Indonesia menduduki peringkat ke-4 negara dengan populasi terbanyak (perhitungan secara live 277,29 juta jiwa), setelah China, India, dan Amerika Serikat (AS).

"Isu ketiga itu juga berkaitan dengan masalah kesehatan. Walaupun tidak ada satu studi yang robust dan belum tahu korelasinya, banyak yang mengingatkan bahwa pandemi yang terjadi saat ini has to do dengan perubahan di dalam ekosistem," ujar Chatib yang menjabat sebagai Menkeu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Oleh sebab itu, ada keharusan bagi Indonesia untuk bertransformasi ke ekonomi hijau atau rendah karbon. Keunggulannya, jelas Chatib, bentuk perekonomian ini bisa mencapai target ekonomi dan keberlanjutan di waktu yang sama.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan bahwa ekonomi hijau merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju 2045.

BACA JUGA: Demi Lindungi Masyarakat, Kapolri Izinkan Anggotanya Babat Habis Pinjol Ilegal

Suharso menyatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang besar untuk mengembalikan trajectory pertumbuhan ekonomi ke sebelum adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan strategi dan upaya di luar business as usual, termasuk di antaranya adalah ekonomi yang rendah karbon.

"Bappenas menetapkan strategi transformasi ekonomi untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke trajectory sebelum pandemi, dan menempatkan ekonomi hijau sebagai salah satu game changer dari transformasi ekonomi," ujar Suharso.

Adapun, pembangunan rendah karbon juga merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Pembangunan rendah karbon menjadi tulang punggung dari dari pembangunan berkelanjutan yang kini tengah diupayakan oleh Indonesia guna meminimalisasi dampak perubahan iklim.

Sumber: Bisnis.com Tag: ekonomi Editor: Bhekti Suryani

Artikel Terkait
Rasio Gini DIY Tertinggi Se-Indonesia 1 year ago
Selamat, Mari Elka Pangestu Jadi Direktur Bank Dunia Mulai 3 Maret 1 year ago
OPINI: Dampak Utang Pemerintah 1 year ago
PKS: Pertumbuhan Ekonomi 2019 Melambat 1 year ago
Garam Diharapkan Jadi Komoditi Dilindungi pada 2020 1 year ago

Berita Pilihan

Gawat! Kemelut UU Cipta Kerja Berpotensi Bebani Sentimen Investor Modena Call Center, Siap Berikan Layanan Terlengkap Untuk Konsumen Indonesia Transformasi Human Capital Indonesia dengan Koridor AKHLAK JELAJAH MAGELANG: Lapak Pilar PKK Milenial, Wadah Pemasaran UMKM Kecamatan Tempuran Belum Banyak Eksportir di DIY Manfaatkan SKA-DAB
Berita Terbaru
Parag Agrawal Bos Ditunjuk Jadi CEO Twitter di Usia 37 Tahun 11 hours ago
Catat! Hari ini Terakhir, Segera Tukar Kartu Debit BCA atau Diblokir 11 hours ago
Kinerja APBN di DIY Capai 79,97 Persen hingga Oktober 2021 12 hours ago
PLN UP3 Yogyakarta Terus Jaga Kualitas Pelayanan 22 hours ago
Peserta Honda CBR Track Day Yogyakarta Serbu Mandala Krida 1 day ago

Terpopuler

Anggota DPR Fraksi PDIP: Tax Amnesty Malah Ciptakan Paham untuk Tak Patuh Pajak BBM BARU : Dexlite Lebih Murah dan Berkualitas, Mau Coba? Semarakkan Momen Gajian di Tengah Ramadan, ShopeePay Mantul Sale Menggebrak dengan Promo Rp1 hingga Gratis Ongkir Indonesia-Malaysia Segera Perdagangkan Energi Listrik Inflasi Jogja Diprediksi Mereda
Sasar Pelajar dan Mahasiswa, AXIS Dukung Vaksinasi Covid-19 di Sumbar 1 day ago
Ada Isu Penggugur Momentum, Kenaikan Kinerja Saham Tak Terjadi di Desember? 2 days ago
Simpanan Nasabah Tumbuh Rp7.301 Triliun per Oktober 2 days ago
AirAsia Buka Lagi 9 Rute & Tambah Rp10.000 Gratis Bagasi 3 days ago
Horison Hotels Yogyakarta Salurkan Bantuan Melalui Horison Peduli 3 days ago