News

JELAJAH MAGELANG: Lapak Pilar PKK Milenial, Wadah Pemasaran UMKM Kecamatan Tempuran

Penulis: Nina Atmasari
Tanggal: 18 November 2021 - 14:07 WIB
Galeri offline Lapak Pilar PKK Milenial di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran, Magelang. - Ist

Harianjogja.com, MAGELANG-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang berinovasi membuat wadah untuk pemasaran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah ini. Wadah yang dirintis sejak awal 2020 ini dinamakan Lapak Pilar PKK Milenial.

Koordinator Pokok Kerja (Pokja) II PKK Kecamatan Tempuran, Andrian Pramujito menjelaskan Lapak Pilar PKK Milenial menjadi ruang transaksi jual beli produk-produk UMKM di Kecamatan Tempuran. "Wadah ini didesain dalam bentuk offline dan online," jelasnya, Rabu (17/11/2021).

Sistem offline berupa galeri UMKM yang dibuka di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran. Ada ruang khusus untuk galeri produk UMKM yang bisa dilihat tamu yang datang ke kantor Kecamatan Tempuran. Harapannya mereka melihat dan lebih lanjut berbelanja produk-produk tersebut.

Adapun sistem online berupa menghimpun para pelaku usaha UMKM tersebut dalam sebuah wadah grup media sosial. Mereka bisa mempromosikan dan saling bekerjasama dengan pelaku usaha lain yang terkait.

Baca juga: Syukurlah...Sempat Didera 2 Klaster, Covid-19 di Sleman Berhasil Ditekan

"Kami juga membuatkan sistem transaksi online melalui media sosial seperti instagram dan facebook. Ada pula layanan pengantaran pesanan. Arah ke depan, kami ingin membuat sebuah aplikasi digital untuk jual beli online khusus UMKM dari Tempuran," jelas Andrian.

Di Kecamatan Tempuran, Andrian menyebutkan ada hampir seribu produk UMKM yang sudah terhimpun. Dari jumlah itu baru sekitar 300 yang masuk ke Lapak Pilar PKK Milenial. Di wadah ini, pelaku usaha tidak hanya dibantu penjualan, tetapi juga bisa berkonsultasi dan didampingi untuk peningkatan kualitas produk, desain label, kemasan, konsultasi gratis hingga promosi bahkan dengan membuat video.

Sejumlah produk dari UMKM di Tempuran ini berupa kerajinan bambu, fashion, kaus khas Tempuran, makanan kering, pamflet dan lainnya. Adapun untuk makanan basah, di galeri disediakan foto dan katalog sehingga konsumen yang menginginkan bisa memesan langsung ke pelaku usahanya.

"Setiap pelaku usaha yang melakukan transaksi diminta untuk mengisi form digital yang bertujuan untuk memantau perkembangan usaha UMKM tersebut," tambah Andrian.

Inovasi Lapak Pilar Milenial PKK Milenial ini berhasil memenangkan Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang 2021 sebagai juara ketiga. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia Mbangun Desa Kalirejo Magelang
Regenerasi dan Modernisasi, Cara Hadapi Tantangan Pertanian
Seni Budaya Dorong Pembangunan Kabupaten Magelang
Sekolah dengan PTM maupun PJJ Harus Menyenangkan untuk Siswa

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. KAI Access Punya Fitur Baru, Bisa Nonton Film Tanpa Kuota di Kereta
  2. Ora Lanang Ora Wedok, Mengenal Frasa Gender Netral
  3. Berawal dari Penelitian, Dosen UKSW Bikin Batik Motif Matematika Bernama Odema
  4. Setelah Mataram Is Love, Kini Muncul Gerakan Mataram Melawan

Berita Terbaru Lainnya

Mata Uang Asia Menguat dari Dolar AS, Cuma Rupiah yang Melemah
Ini Daftar 18 Investasi Ilegal Menurut Satgas Waspada Investasi per September 2022
Operasi Pasar Diharapkan Tahan Laju Inflasi di Sleman
Ramai PHK, Klaim JPK BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp18 Miliar
Setelah Salak dan Kopi, Teh Dlingo Jadi Komoditas Unggulan DIY
Honda Sediakan 20 Skutik Listrik Ini untuk Operasional KTT Presidensi G20
Doku Dukung Pembayaran Digital untuk Warga & Pelaku UMKM Purworejo
Grage Business Hotel Jogja Tawarkan OctoBloom untuk Staymat di Jogja, Mau?
Apindo: Tenaga Kerja Indonesia Masih Didominasi Low Skill
Ditekan Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas, Inflasi DIY Terendah Se Jawa