Ekbis

Ada Isu Penggugur Momentum, Kenaikan Kinerja Saham Tak Terjadi di Desember?

Penulis: Annisa Kurniasari Saumi
Tanggal: 28 November 2021 - 11:57 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Harianjogja.com, JAKARTA - Memasuki akhir tahun, pasar menantikan fenomena kenaikan kinerja saham pada Desember atau window dressing karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu berkinerja positif selama lima tahun terakhir.

Senior Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Liza Camelia Suryanata mengatakan, window dressing tidak harus terjadi pada Desember.

"November benar-benar hujan, demikian juga harga-harga saham mulai jatuh ke bumi seperti hujan. Bolehkah berharap pada Desember dan window dressing? Jika boleh mengingatkan, window dressing bukanlah sebuah kewajiban, tidak harus terjadi," kata Liza kepada JIBI/Bisnis, Sabtu (27/11/2021).

Dia menjelaskan, window dressing tidak harus terjadi, terlebih ketika IHSG secara teknikal sudah mencapai target konservatif tahun ini pada level 6.750. Selain itu, sejumlah isu penggugur momentum kenaikan IHSG mulai bermunculan.

Isu penggugur momentum tersebut menurut Liza seperti munculnya varian baru Covid-19 dari Afrika Selatan dengan kode B.1.1.529, yang dipercaya sangat berbeda dengan varian sebelumnya karena mengandung lebih banyak mutasi.

Kemudian, terjadinya lockdown di beberapa negara Eropa yang kembali memunculkan ketakutan dan concern, bahwa dunia akan menghadapi serangan Covid-19 yang kesekian kalinya.

Sementara untuk di dalam negeri sendiri, pemerintah mencoba untuk mengantisipasi sebisa mungkin terhantamnya kembali pemulihan ekonomi oleh gelombang pandemi, dengan ditetapkannya PPKM yang lebih ketat nanti waktu libur Natal dan Tahun Baru.

"Market akan cenderung lebih volatil karena selain ancaman varian baru Covid-19 di atas, pasar akan masih dibayangi oleh persiapan kenaikan suku bunga karena tapering up The Fed, yang bahkan sudah dimulai beberapa negara seperti Korea Selatan dan Selandia Baru," ucap Liza.

Cepat atau lambat, menurut Liza hal itu akan berimbas pada Indonesia yang masih membutuhkan kebijakan moneter longgar, agar mampu mendongkrak belanja masyarakat dan korporasi lebih tinggi. OJK juga diharapkan akan mampu mengakomodir rencana IPO sejumlah perusahaan teknologi demi melancarkan dana masuk (inflow) ke pasar modal.

Dengan demikian, tuturnya, market Indonesia yang dikenal commodity driven kali ini agak sulit mengharapkan banyak sentimen positif dari sektor komoditas. Pasalnya, permintaan global yang terancam macet lagi juga akan turut memperlambat suplai dan pendapatan.

"Oleh karena itu, menyikapi penurunan yang terjadi Jumat kemarin, kami berpendapat bahwa kita harus maklum jika IHSG memilih untuk masih melanjutkan konsolidasi ke arah 6520-6480," ujarnya.

Adapun untuk target akhir tahun, Henan Putihrai Sekuritas berpendapat jika IHSG masih bisa dipertahankan di atas level support 6.500, atau bahkan mampu ditutup sekitar range resistance 6.750-6.850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Berita Terkait

BEI Kantongi 7 Perusahaan dalam Antrean IPO, Didominasi Aset Skala Bes
Skandal Goreng Saham, OJK Bekukan Aset Rp14 Triliun dan 2 Tersangka
IHSG Pekan Ini Volatile, Terseret Geopolitik Global
Penguatan Bursa Saham Asia, IHSG Ditutup Menguat Awal Pekan Ini

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Kebijakan WFH Sehari Mulai Dimatangkan untuk Hemat BBM
Momentum Lebaran Harga Emas Antam Tidak Berubah, Ini Daftarnya
Konflik Timteng Picu Kerugian Maskapai Global hingga Rp900 Triliun
KAI Siapkan 40 Ribu Tiket Diskon 30% untuk Arus Balik
Pemerintah Tak Naikkan BBM meski Harga Minyak Naik, Ini Alasannya
Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Obituarium Michael Hartono, Pernah Raih Medali Asian Games
Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Tips Mudik Aman Ala Honda Istimewa