HomeEkbis

Begini Perhitungan Pajak UMKM Sesuai Aturan Terbaru

Oleh:Wibi Pangestu Pratama
20 Januari 2022 - 22:27 WIB

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat meninjau Bendungan Tukad Mati, Bali, yang dibiayai melalui Surat Berharga Negara berbasis Syariah (SBSN), Kamis 25/11/2021. - Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA — Kebijakan baru pajak penghasilan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM berlaku mulai 2022, menyusul terbitnya Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan atau UU HPP.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa UU HPP mengubah berbagai peraturan perpajakan, termasuk sejumlah ketentuan pajak penghasilan (PPh). Salah satu perubahan terjadi dalam batas peredaran bruto atau omzet usaha untuk perhitungan PPh.

Dia menjelaskan bahwa UU HPP menetapkan pembebasan PPh untuk omzet usaha hingga Rp500 juta per tahun. Artinya, pelaku usaha, khususnya UMKM hanya akan dikenakan pajak apabila omzetnya dalam satu tahun melebihi Rp500 juta.

"Buat perusahaan-perusahaan kecil ini Rp500 juta pertama omzetnya tidak perlu bayar PPh. Ini kami taruh supaya memastikan pajaknya tetap final, 0,5 persen dari omzet, tetapi omzet setahun kurangi dulu Rp500 juta," ujar Suahasil dalam acara sosialisasi UU HPP di Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (20/1/2022) yang turut disiarkan secara daring.

Dia memberikan contoh perhitungan PPh untuk usaha kecil, yakni pemilik usaha dapat menghitung omzet per bulan dan menjumlahkan nilainya dalam satu tahun. Jika total omzet itu berada di bawah Rp500 juta maka UMKM terkait tidak dikenakan pajak, sedangkan jika di atas Rp500 juta maka pajak dikenakan atas selisih dari batas minimal omzet tersebut.

Suahasil mencontohkan UMKM yang mencatatkan omzet Rp1,2 miliar dalam satu tahun. Adanya ketentuan batas peredaran bruto Rp500 juta, maka hanya Rp700 juta omzet usaha tersebut yang dikenakan pajak.

Sumber: Kementerian Keuangan

Suahasil pun menjelaskan bahwa adanya ketentuan batas peredaran bruto membuat besaran pajak pelaku usaha semakin kecil. Dalam ketentuan lama, pelaku usaha terkait harus membayar pajak Rp6 juta karena tarif PPh Final adalah 0,5 persen terhadap total omzet, sedangkan dalam ketentuan baru dengan adanya pembebasan dalam Rp500 juta pertama omzet membuat pajak pelaku usaha menjadi Rp3,5 juta.

"Moga-moga ini membantu usaha kecil kita untuk nanti bisa berkembang, dan kalau berkembang nanti dia bayar pajak. Ibaratnya, ambil susunya, jangan sampai sapinya kesusahan," ujar Suahasil.

Dia pun menjelaskan bahwa kebijakan itu bukan hanya akan berpengaruh bagi UMKM, tetapi juga korporasi besar karena perusahaan-perusahaan tersebut menjadi mitra dari usaha-usaha kecil, misalnya supplier atau distributor.

Sumber: JIBI/Bisnis.com Tag: pajak Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
DJP DIY Sita Belasan Miliar Rupiah dan Barang Mewah 1 day ago
Ditjen Pajak Incar Warganet yang Cari Jodoh di Twitter 1 week ago
Pemkot Jogja Akan Surati Para Penunggak Pajak 3 weeks ago
Wow..101 Hari Tax Amnesty Jilid II, Pemerintah Raup PPh Rp6 Triliun 1 month ago
Sah! Aset Kripto Kena PPN dan PPh, Berlaku Mulai 1 Mei 2022 1 month ago

Berita Pilihan

Piawai di Lapangan Hijau, Mantan Pemain Bola Ini Sukses di Bisnis Pakaian Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi Sepanjang 2022 Awal Tahun 2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun Libur Lebaran Berakhir, Harga Emas Turun Junior GP Perdana, Fadillah Arbi Aditama Jadi Pebalap Andalan Astra Honda
Berita Terbaru
Presidensi G20 Mampu Geliatkan Pariwisata di DIY 15 hours ago
Harga Rumah Tinggal Kian Mahal, DIY Masuk 3 Besar se-Indonesia 19 hours ago
Perempuan Terus Didorong Berperan Dukung Perekonomian 20 hours ago
Diakui Dunia, IDCamp Menangi PR Awards 2022 20 hours ago
Setelah Lebaran, Warga Jogja Makin Ramai Beli Emas 23 hours ago

Terpopuler

Setelah Lebaran, Warga Jogja Makin Ramai Beli Emas Perempuan Terus Didorong Berperan Dukung Perekonomian Diakui Dunia, IDCamp Menangi PR Awards 2022 Presidensi G20 Mampu Geliatkan Pariwisata di DIY Harga Rumah Tinggal Kian Mahal, DIY Masuk 3 Besar se-Indonesia
DJP DIY Sita Belasan Miliar Rupiah dan Barang Mewah 1 day ago
Ekonomi Pulih, Penjualan Sepeda Motor Malah Drop, Kenapa? 1 day ago
BPD DIY dan UAD Perluas Kerja Sama, Layanan Digital Jadi Fokus 1 day ago
Siap Ekspansi Bisnis, Roti Popi Sasar Dubai 2 days ago
Tanda-Tanda Kenaikan Pertalite hingga Tarif Listrik Belum Terlihat, Jadi atau Tidak? 2 days ago