News

Foto Dahan Pohon Ini Sekilas Tampak Biasa, Tapi Jadi Istimewa Saat Mengingat Masa Kecil

Penulis: Nina Atmasari
Tanggal: 19 Mei 2021 - 21:47 WIB
Foto dahan pohon yang istimewa bagi anak-anak. - Ist/dok twitter @jawafess

Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah foto dahan pohon yang beredar di media sosial twitter ini seolah tampak biasa saja. Namun, bagi kaum milenial dan usia di atasnya, dahan pohon tersebut menjadi menarik. Apa sebabnya?

Foto dahan pohon itu diunggah oleh akun twitter @jawafess pada Rabu (19/5/2021). Sekilas dahan pohon itu tampak layaknya dahan pohon biasa. Dahan itu berupa batang utama sebesar jari yang kemudian bercabang sama besar membentuk seperti huruf Y.

Dalam keterangannya, akun tersebut memberikan pertanyaan yang menarik. "Jaman cilikan ku sering golek ngeneiki lur. Cah saiki mesti gk ngerti betapa bahagianya nemu kayu kyk ngene", yang artinya "zaman kecil saya sering mencari seperti ini. Anak sekarang pasti tidak tahu betapa bahagianya menemukan kayu seperti ini".

Baca juga: Peta Telur Ceplok Ini Jelaskan Candi Borobudur Ada di Kabupaten Magelang, Bukan di Jogja

Rupanya, ada yang menarik dari dahan tersebut, yakni cabangnya yang sama besar. Dahan yang memiliki cabang seperti ini akan bisa digunakan untuk membuat katapel. Katapel adalah alat yang digunakan untuk melempar benda dengan peluru batu.

Dikutip dari wikipedia, katapel di Indonesia sering disebut dengan pelinteng atau blandring. Katapel banyak digunakan untuk berburu hewan kecil seperti burung kecil atau capung, atau sekadar untuk bermain perang-perangan dengan teman sebaya di waktu masih anak-anak.

Katapel di Indonesia terdiri dari bahan kayu dan karet, karet yang digunakan biasanya berasal dari ban kendaraan bekas, sedangkan peluru yang digunakan biasanya batu kecil, atau karet gelang yang dibentuk bulat-bulat sehingga tidak melukai orang lain.

Baca juga: Viral Video Epy Kusnandar Diperiksa Petugas Penyekatan Mudik, Sikapnya Jadi Teladan

Di masa kecil kaum milenial dan usia di atasnya, masih banyak yang bermain dengan katapel. Saat itu, kebanyakan membuat sendiri alat permainan tersebut. Mereka mencari kayu bercabang untuk membuatnya. Karenanya, menemukan dahan bercabang presisi menjadi hal yang membahagiakan karena bisa menggunakannya untuk membuat katapel.

Unggahan tentang kenangan masa kecil ini rupanya menarik perhatian warganet. Ini terlihat dari tanggapan di unggahan tersebut. Dalam waktu beberapa jam, unggahan tersebut mendapatkan 465 komentar, dibagikan 239 kali dan disukai lebih dari 1.200 warganet.

Salah satu komentar ditulis akun @raasa_cokelat. "Dinggo nggae plintengan a.k.a ketapel kan min??
Mbiyen aku gaene nggawe ro squad bolang ku, nek wes dadi nggo berburu bajing ro manuk emprit wkwk", yang artinya "dipakai membuat katapel kan Min? Dulu aku kegiatannya membuat bersama tim mainku, kalau sudah jadi untuk berburu tupai dan burung parkit".

Akun @kangenjinho menambahkan,"Dienggo plinthengan. Mlinthengi manuk e tonggo..manuk wes nek kurungan te2p diplinthengi," yang artinya "digunakan membuat katapel. Melempar burung tetangga. Burung sudah di dalam sangkar tetap dilempar". Komentar ini seraya menambahkan emoji tertawa terbahak-bahak.

Ada pula komentar dari akun @soulARIezto yang menulis,"Luweh kenceng nek pentile sek putih, kalepe ngetok sabuke bapak. Bar kui gae mlinteng omah tawon, karo woh wohane tonggo." yang artinya lebih kuat kalau tali karetnya yang warna putih, sabuknya memotong sabuk milik ayah. Setelah itu digunakan untuk melempat rumah lebah dan buah-buahan milik tetangga.

Nah, seperti itulah asyiknya permainan menggunakan katapel bagi anak-anak jaman dahulu. Apakah Anda juga punya kenangan dengan alat permainan ini?

Berita Terkait

Cara Menggunakan Filter Menangis dari Snapchat yang Sedang Viral
Ditanya Lampu Merah Terlama, Warga Jawab Pingit: Perenggut Masa Muda
PayLater Mendadak Jadi Perbincangan di Jagat Maya, Ada Apa?
Viral selama Lebaran: Remaja Ketiduran Salat Id hingga Balita Salah Pilih Ibu

Berita Lainnya

  1. Prakiraan Cuaca Sukoharjo Sabtu, 21 Mei 2022 : Sore Hujan Lebat Lur…
  2. Bamsoet Minta Sistem Demokrasi di Indonesia Dikaji Lagi, Ini Alasannya
  3. Serba-Serbi Candi Kethek, Konon Jadi Tempat Pembebasan Kutukan dan Dosa
  4. Wah, Masjid Al Wustho Akan Jadi Tempat Ibadah Ramah Anak Pertama Solo

Berita Terbaru Lainnya

Fantastis! KKN di Desa Penari Tembus 7 Juta Penonton, Berapa Keuntungan MD Pictures?
Lucinta Luna Sesali Pergaulannya, Kini Lebih Dekat Keluarga
Sinopsis Film Kopi Pahit

Sinopsis Film Kopi Pahit

Hiburan | 20 hours ago
Lirik Lagu Cruel Summer — Taylor Swift
Kondisi Perusahaan Menurun, Netflix PHK 150 Karyawan di AS
Kisah Kehidupan Presiden Zelenskyy Dibukukan Dalam Komik
Film The Man with the Iron Heart, Kisah Gelap Praktik Genosida oleh Nazi
Mengenal Badarawuhi Desa Penari, Lelembut yang Diusir dari Pantai Selatan
Sinopsis She-Hulk: Attorney at Law
Lirik Lagu Tanpo Aku (Sing Ati-ati) — Happy Asmara