Advertisement

Ratusan Rumah di Kawasan Selatan Gunungkidul Belum Teralisi Listrik

Irwan A Syambudi
Selasa, 23 Mei 2017 - 13:55 WIB
Nina Atmasari
Ratusan Rumah di Kawasan Selatan Gunungkidul Belum Teralisi Listrik

Advertisement

Kondisi georafis yang menyulitkan dan jarak antar pemukiman yang jauh menjadi kendala tersendiri dalam penyediaan listrik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kondisi georafis yang menyulitkan dan jarak antar pemukiman yang jauh menjadi kendala tersendiri dalam penyediaan listrik untuk rumah tangga. Akibatnya di Gunungkidul, khususnya di kawasan selatan masih terdapat ratusan rumah tangga yang belum memiliki aliran listrik.

Advertisement

Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Wonosari, Didik Supriyadi mengatakan berdasarkan data yang dia dapat pada Januri 2017 lalu, masih terdapat sekitar 240 rumah tangga yang belum memiliki aliran listrik. “Mayoritas di daerah selatan seperti Kecamatan Tepus, Girisubo hingga Panggang,” ujarnya, Senin (22/5/2017).

Jauhnya jarak antar pemukiman menjadikan kendala tersendiri bagi perusahaan plat merah itu untuk memasang sambungan listrik. Sehingga kalaupun harus melakukan pemasangan instalasi listrik membutuhkan biaya yang tinggi.

Padahal dalam setiap pemasangan istalasi listrik harus memenuhi syarat investasi, hal itu terkait dengan kebutuhan gawang atau tiang listrik yang diperlukan setiap pelanggan.

“Kalau tidak mencukupi sesuai dengan syarat investasi itu ya akhirnya menggunakan listrik desa atau lisdes melalui pengajuan ke pemerintah. Oleh karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mendata kawasan mana saja yang belum teraliri listrik,” kata dia.

Meskipun diketahui masih ada ratusan rumah tangga yang belum teraliri lstrik, namun pertumbuhan pelanggan PLN kata dia terus meningkat. Setiap bulan pertumbuhan pelanggan mencapai 600, dan jika dirata-rata per tahun sekitar 6.000 pelanggan. Dengan tingkat pertumbuhan sebesar itu kini pelanggan PLN sudah mencapai 186.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PBB Sebut Evakuasi Warga Rafah Butuh Waktu 10 Hari

News
| Rabu, 01 Mei 2024, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Peringati Hari Pendidikan Nasional dengan Mengunjungi Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa di Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Mei 2024, 14:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement