Advertisement

Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sleman Terganjal Anggaran

Lugas Subarkah
Sabtu, 07 Desember 2024 - 19:07 WIB
Maya Herawati
Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sleman Terganjal Anggaran Ilustrasi banjir - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Sleman berharap sekolah memiliki inisiatif untuk membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal ini dikarenakan dari Pemkab Sleman tidak ada anggaran untuk pembentukan SPAB pada 2025.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya, menjelaskan untuk 2025, tidak ada penganggaran untuk pembentukan SPAB maupun Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana). “Hanya ada anggaran untuk penguatan kapasitas Kaltana,” ujarnya, Sabtu (7/12/2024).

Advertisement

Pada Kaltana, BPBD Sleman sudah tidak lagi membentuk karena memang pada akhir 2024 sudah terpenuhi 86 kaltana di semua kalurahan di Sleman. Sedangkan untuk SPAB sebenarnya masih ada kekurangan cukup banyak. “Sekolah di Sleman ada lebih dari 2.000 sekolah, sementara baru ada 91 yang terbentuk SPAB,” katanya.

91 sekolah yang sudah memiliki SPAB tersebut terdiri dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Ia mengaku untuk membentuk SPAB di semua sekolah di Sleman akan sangat sulit jika hanya bergantung pada BPBD Sleman.

Dalam program BPBD Sleman, pembentukan SPAB memakan anggaran cukup besar karena dilaksanakan selama tujuh hari. Setiap harinya, harus dianggarkan setidaknya konsumsi untuk seluruh pihak yang terlibat. “Anggaran untuk sekali pembentukan SPAB itu Rp60 juta,” katanya.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Pastikan Kenaikan PPN 12 Persen Mulai Januari 2025, Khusus Produk Tertentu

Maka ia berharap dari pihak sekolah dapat menginisiasi pembentukan SPAB di sekolah masing-masing. “Kalau sekolah mau berinisiasi pembentukan SPAB, nanti BPBD akan memfasilitasi itu bisa. Tapi belum ada [sekolah] yang melakukan,” kata dia.

Dengan skema ini, BPBD Sleman bisa membantu menyediakan fasilitator dan narasumber. Sedangkan biaya operasional dibebankan ke sekolah. Jika inisiatif datang dari sekolah, anggarannya pun bisa menyesuaikan dengan kemampuan sekolah.

“Jadi mereka yang menginisiasi, terus kami datang ke sekolah sebagai fasilitastor atau narasumber. Kami juga bisa berkoordinasi dengan NGO [Non-Government Organization] yang bergerak di bidang kebencanaan,” paparnya.

Keberadaan SPAB ini penting mengingat bencana bisa terjadi di mana saja termasuk di lingkungan sekolah. Dengan sudah memiliki bekal yang cukup, diharapkan semua warga sekolah bisa melakukan mitigasi ketika bencana terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Seorang Anggota TNI AL Bunuh Jurnalis, Keluarga Korban: Layak Dihukum Mati!

News
| Minggu, 06 April 2025, 02:47 WIB

Advertisement

alt

Warung Makan Jagoan Mahasiswa UII Jogja

Wisata
| Jum'at, 04 April 2025, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement