Jogjapolitan

Siswa SMK Insan Mulia Bagikan Olahan Daging Kurban di Malioboro

Penulis: Sunartono
Tanggal: 15 Agustus 2019 - 05:57 WIB
Siswa SMK Kesehatan Insan Mulia Yogyakarta membagikan menu olahan daging kurban kepada tukang becak yang berada di kawasan Malioboro, Rabu (14/8/2019). - Ist/SMK Bina Insan Mulia.

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan siswa SMK Kesehatan Insan Mulia Yogyakarta membagikan menu olahan daging kurban kepada warga yang berada di kawasan Malioboro, Rabu (14/8/2019). Kegiatan itu digelar untuk membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian sosial.

Kepala SMK Kesehatan Insan Mulia Yogyakarta Nicholas Chandra menjelaskan para siswanya mengumpulkan secara mandiri untuk membeli seekor kambing kurban untuk kemudian disembelih. Selain itu membeli daging sapi sebagai tambahan. Setelah daging terkumpul kemudian siswa memasak secara bersama-sama di sekolah. “Semua dilakukan siswa, mulai dari memasak kemudian membungkus sampai siap dibagikan kepada masyarakat yang ada di lingkungan Malioboro,” katanya, Rabu (14/8/2019).

Ia menambahkan, pihaknya sengaja memilih kawasan Malioboro karena ada banyak masyarakat kecil, mulai dari tukang becak dan pedagang asongan yang menjadi sasaran untuk diberikan menu. Namun pengunjung lainnya juga yang diberikan paket menu oleh para siswanya.

“Secara umum masyarakat, tetapi kami prioritaskan seperti tukang becak dan pedagang kecil,” ujarnya.

Adapun daging tersebut diolah menjadi gule dan tongseng serta dilengkapi dengan nasi, sehingga masyarakat yang mendapatkan bisa langsung menyantap. Sekitar 500 paket menu olahan daging kurban dibagikan dalam kesempatan itu.

Ia berharap dari kegiatan itu, siswanya bisa mendapatkan pengalaman dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Sehingga muncul jiwa sosial yang tinggi dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat, utamanya golongan menengah ke bawah.

“Ini termasuk bagian dari upaya kami dalam mendidik karakter siswa, sehingga siswa ada rasa peduli. Di sisi lain, tentu kami ingin mengenalkan sekolah kami yang berlokasi di Gambiran, Kota Jogja,” ucapnya.

Salah Satu Pedagang Asongan Kawasan Malioboro Ngadiyo mengapresiasi program SMK Insan Mulia yang berbagi makanan kepada masyarakat di Malioboro. Ia mengakui, selama ini sangat jarang makan daging karena harganya mahal. Ia lebih memilih lauk lain yang lebih murah.

“Makan daging biasanya hanya saat Idul Adha seperti ini, kemarin juga dapat jatah daging. Tetapi kami berterima kasih ada siswa yang peduli terhadap kami, semoga menjadikan pahala,” ucapnya.

Humas SMK Insan Mulia Yogyakarta Yuni Ardhi Santoso menambahkan, kegiatan itu merupakan pertama kali digelar oleh sekolahnya bersamaan dengan hari raya kurban. Pihaknya membagi siswa dalam empat kelompok untuk memberikan daging olahan tersebut.

“Meski baru pertama kali tetapi siswa sangat antusias dengan kegiatan ini, semua siswa ikut dari kelas X, XI dan XII, hanya beberapa siswa yang tidak bisa ikut karena ada kegiatan lain,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional
Ratusan Kasus PMK Terdeteksi, DIY Percepat Vaksinasi Ternak
Bantul Perketat Pengawasan Ternak Cegah Lonjakan PMK
1.600 Ekor Hewan Kurban di DIY Terindikasi Terkena Cacing Hati

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
Delegasi WCI Kagum dengan Pura Pakualaman, Diplomasi Budaya Jogja
JAMPI DIY Soroti Nasib Pekerja Informal Saat May Day 2026
UGM Dorong Riset Peternakan lewat Forum Internasional
Dua Sumur Warga Terdampak Limbah SPPG di Bantul, Pemkab Minta Ini
Stasiun Jogja Padat di Awal Libur Panjang, Jumlah Penumpang Melonjak
Seorang Remaja Hanyut di Sungai Progo, Pencarian Masih Berlangsung
Khitan Gratis di Sleman Diserbu Anak dari Berbagai Kapanewon
Buruh Bantul Minta Pemkab Kawal THR dan PHK Pekerja
Pemkab Bantul Ultimatum SPPG Trimurti Perbaiki IPAL 10 Hari