Jogjapolitan

Pelajar dan Pegawai Ikut Membatik di Sepanjang Jalan Sukonandi

Penulis: Sunartono
Tanggal: 04 Oktober 2019 - 21:07 WIB
Pegawai dan pelajar menorehkan malam dengan canting dalam acara Nyanting Bersama di sepanjang Jalan Sukonandi, Jogja, Jumat (04/10/2019). Kegiatan nyanting atau membatik bersama yang diikuti 10 instansi pemerintah dan sekolah di Yogyakarta tersebut untuk memotivasi masyarakat dalam melestarikan batik sebagai karya seni asli Indonesia serta dalam rangkaian memperingati Satu Dasawarsa Hari Batik Nasional. - Harian Jogja/Desi Suryanto.

Harianjogja.com, JOGJA—Pelajar  dan pegawai instansi yang berada di kawasan Sukonandi mengikuti kegiatan membatik bersama dengan tajuk Nyantig Bareng di sepanjang Jalan Sukonandi, Kota Jogja, Jumat (4/10/2019). Kegiatan itu untuk meningkatkan kecintaan seluruh elemen masyarakat terhadap batik Indonesia.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta Titik Purwati Widowati menjelaskan, batik menjadi salah satu dari 10  kebudayaan asli Indonesia. Saat ini, batik tidak lagi identik dipakai pada acara bernuansa tradisional atau seni budaya, namun batik telah tampil sebagai salah satu fashion baik untuk kegiatan formal atau informal.

“Industri batik merupakan rumpun industri kreatif yang mengakar pada tradisi turun temurun bangsa Indonesia, sebagian besar pelaku usaha adalah industri kecil dan menengah,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.

Ia menambahkan, industri batik termasuk salah satu penggerak ekonomi rakyat, yang memberikan konstribusi signifikan untuk penyerapan tenaga kerja dan penyumbang devisa ekspor. Sejalan dengan itu pihaknya sebagai institusi yang menangani litbang kerajinan dan batik turut berperan aktif dalam melestarikan batik, salah satunya melalui kegiatan membatik bersama sebagai salah satu rangkaian Hari Batik Nasional.

“Harapannya bisa menumbuhkan kecintaan terhadap batik, serta memotivasi masyarakat dalam melestarikan batik sebagai karya seni asli Indonesia serta pemahaman yang benar antara produk batik dan bukan batik,” katanya.      

Kegiatan itu, lanjutnya, diikuti pegawai instansi di lingkungan Sukonandi yang tergabung dalam Paguyuban Instansi Sukonandi (PIS) Yogyakarta serta pelajar yang sekolahnya berada di kawasan tersebut. Pihaknya menyediakan seluruh peralatan membatik seperti canting, kompor listrik, wajan mini, malam dan kain putih berukuran 25 meter yang telah digambari motif desain batik. Peserta dibagi 10 kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh pembimbing dari BBKB.

“Setiap peserta diberi kain berukuran 115 cm x 25 cm yang sudah diberikan pola desain batik untuk kemudian dibatik dan hasilnya jadi souvenir pribadi,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Dekranasda DIY Ajak Anak Kenal Batik Lewat Lomba Kreatif
Dari Jogja, Hanbok Batik Djadi Batik Tembus Pasar Global
200 Peserta Mencanting Bersama di Pelataran Candi Borobudur
Wastra Sleman Diusung Jadi Inspirasi Busana Kerja Modern di JFP

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 24 Februari 2026
Ribuan Penderita Hipertensi Gunungkidul Belum Rutin Berobat
Lelang Jabatan Gunungkidul Tunggu Rekomendasi BKN
Disnaker Sleman Terima 29 Aduan THR 2025

Disnaker Sleman Terima 29 Aduan THR 2025

Jogjapolitan | 3 hours ago
Busyro Muqoddas Sebut Putusan untuk Arie Adil
Cuaca Ekstrem, Sleman Perpanjang Status Darurat hingga Mei
Ramadan, Pemkot Jogja Intensifkan Pengawasan Pangan
Dua Remaja Terluka, Bupati Bantul Serukan Setop Main Petasan
Ramadan 2026, Omzet Pedagang Alun-alun Wates Turun Drastis
Aktivis Mahasiswa Pembakar Tenda Polda DIY Divonis 5 Bulan Penjara