Jogjapolitan

Tahun Ini, Semua SMP di Sleman Ditargetkan Terapkan E-Rapor

Penulis: Hafit Yudi Suprobo
Tanggal: 16 Oktober 2019 - 19:47 WIB
Ilustrasi. - Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejak dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017, silam rapor elektronik (e-rapor) hingga kini belum menyentuh seluruh jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sleman.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Supraptiningsih mengatakan pelaksanaan penerapan e-rapor di Kabupaten Sleman berjalan dengan baik sesuai dengan arahan dari Direktorat Pembinaan SMP. Saat ini, kata dia, penerapan e-rapor di Sleman sudah mencapai sekitar 90%.

Sekitar 90 persen SMP negeri di Sleman sudah menerapkan [e-rapor]. Sisanya masih dalam tahap pendampingan. Tahun ini diharapkan 100 persen bisa menerapkannya," ujar Supraptiningsih kepada Harianjogja.com, Rabu (16/10/2019).

Dalam pengaplikasian e-rapor, Disdik Sleman diakui dia masih menemui sejumlah kendala. Di antaranya adalah belum sempurnanya sistem aplikasi e-rapor. "Sehingga setiap ada penyempurnaan baru diawali dengan sosialisasi lagi dan itu belum ter-update dalam sistem secara otomatis," ujar dia.

Dia menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.23/2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.

Adapun, penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar dimulai dengan merencanakan penilaian, menyusun instrumen, melaksanakan penilaian, mengolah dan memanfaatkan, serta melaporkan hasil penilaian.

Proses penilaian hasil belajar peserta didik, baik oleh pendidik maupun oleh satuan Pendidikan, akan lebih sistematis, komprehensif, lebih akurat, dan cepat dilakukan apabila didukung dengan perangkat aplikasi komputer.

Itulah sebabnya, sejak 2017 Direktorat Pembinaan SMP Dirjen Pendidikan Dasar dan Menegah, Kemendikbud telah mengembangkan aplikasi e-Rapor SMP versi 1.0 yang teritegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk dengan panduan pengunaannya.

Namun, sejalan dengan perkembangan kebijakan penilaian, dapodik, dan kebutuhan di sekolah, maka saat ini telah dilakukan upaya pengembangan dan penyempurnaan aplikasi e-Rapor SMP versi 2.0.

Kendati begitu, dampak positif yang diperoleh sekolah ketika menerapkan e-rapor antara lain tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas lebih terarah dalam menyampaikan materi pembelajaran. "Itu juga sampai pada evaluasi dan penilaian yang diharapkan dalam aplikasi e-rapor, kalau rapor konvensional masih berbasis kertas, sedangkan e-rapor sudah berbasis aplikasi Internet," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Kunjungan Wapres Gibran Bawa Harapan Baru Sekolah di Papua
Tolak Rp441 M, Petani Lansia Lawan Proyek Data Center

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
Momen Perdana Haji DIY Dimulai dari Emberkasi Kulonprogo
DLH Bantul Telusuri Sumber Pencemaran Sungai Mbelik Pleret
JJLS Gunungkidul Dipermulus, Akses Kelok 23 Dinormalisasi
Pelajar Tewas Dikeroyok, Disdikpora DIY Evaluasi Kasus Kekerasan
Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
Jadi Otak Pencurian, ASN di Gunungkidul Terancam Penjara 7 Tahun
Minat Generasi Muda Rendah, Produksi Batik di Bantul Tersendat