HomeJogjapolitan

Ini Keputusan Kemenag tentang Pemakaian Cadar untuk PNS di DIY

Oleh:Sunartono
06 November 2019 - 15:47 WIB

Ilustrasi cadar. - Reuters/Dok

Harianjogja.com, JOGJA—Kanwil Kemenag DIY memastikan tak ada larangan pemakaian cadar bagi aparat sipil negara (ASN) di DIY. Selain tak mempermasalahkan soal cadar, hingga kini Kemenag DIY juga belum menemukan adanya ASN di lingkungan Kemenag DIY yang menggunakan cadar.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menegaskan tidak melarang penggunaan cadar bagi ASN karena belum ada instruksi dari Kemenag. “Cadar masih debatable, kalau Pak Menteri [Menteri Agama] ngendika [menyampaikan] seperti itu [melarang cadar], karena itu merupakan hak asasi manusia, boleh-boleh saja [menggunakan cadar],” ujarnya di kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Rabu (6/11/2019).

Namun untuk hal lain seperti terkait khilafah diakuinya sudah pakem dan seluruh ASN tidak boleh berkaitan dengan paham tersebut karena dinilai bertentangan dengan pancasila. “Memang tidak perlu diskusi lagi kalau berkaitan dengan khilafah itu.Tetapi kalau cadar, [celana] cingkrang, merupakan budaya yang memang hak privat masing-masing, seseorang, saya kira boleh [menggunakan cadar],” ujarnya.

Edhi mengatakan hingga saat ini Kemenag DIY belum mendapatkan instruksi khusus terkait dengan pelarangan cadar. Saat ini instruksi itu baru berlaku di lingkungan Pusat.

Sebagai instansi di bawah Pemerintah Pusat, pihaknya akan melaksanakan jika ada kebijakan larangan itu ditujukan kepada daerah. “Instruksi belum ada, ini mungkin masih dikaji. Kalau Pusat belum tahu, yang jelas daerah pak menteri kepada kami secara tertulis termasuk lisan juga belum pernah [menyampaikan]. Kami kan instansi vertikal artinya hanya melaksanakan kebijakan pusat, instansi lembaga daerah tugas fungsi melaksanakan kebijakan Pusat. Selama Pusat belum mengintruksikan ya bejalan seperti biasa,” ujarnya.

Dia menambahkan tidak ada ASN di lingkungan Kemenag DIY yang menggunakan cadar. Sebagian besar penggunaan pakaian masih dalam taraf wajar, termasuk tidak ditemukan ASN yang memakai celana cingkrang secara berlebihan.

“Sepertinya pegawai Kemenag enggak ada yang memakai cadar, masih wajar-wajar saja. Kalau agak tinggi sedikit cingkrang, tidak yang. Kalau di tempat kami enggak ada, di atas mata kaki, wajar-wajar saja, sama dengan yang lain. Saya melihat belum ada, semoga tidak ada, koordinasi cadar dan radikal, masih menunggu intruksi dari pusat,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan, Pemda DIY tidak mengatur soal cadar. Dia mengaku tidak tahu menahu soal pelarangan penggunaan cadar bagi ASN.

Hingga saat ini, hanya lembaga pemerintah pusat yang menerapkan aturan larangan tersebut. “Lho enggak tahu saya [soal pelarangan cadar], nanti kan ada kebijakan, itu urusan pemerintah pusat bukan daerah,” katanya.

Dia mengatakan Pemda DIY tidak membuat aturan soal pelarangan cadar tersebut. ”Belum ada [kebijakan Pemda DIY soal pelarangan cadar], kita enggak pernah ngurusi itu,” ujarnya.

Selain itu, selama ini belum ada laporan ASN di lingkungan Pemda DIY yang menggunakan cadar. “Enggak ada laporan [ASN menggunakan cadar]. Anane meng neng ono bledug [adanya memakai cadar kalau saat ada debu],” ucap Sultan.

Tag: peraturan baru, Pemda DIY Editor: Arief Junianto

Artikel Terkait
Perusahaan Ini Siap Tawarkan Solusi Sampah bagi DIY 1 year ago
26 Banpol Siap Ditugaskan Menjaga Kepatihan 1 year ago
Desa di Sleman Diminta Segera Selesaikan Aturan Tanah Kas Desa 1 year ago
Pasar DIY Dibanjiri Teri Nasi Berformalin 1 year ago
Gandeng Grab, Sultan Ingin Wujudkan Cyber Province 1 year ago

Berita Pilihan

Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 Masih PPKM, Kraton Jogja Tiadakan Arak-Arak dan Grebeg Gunungan Maulid Nabi Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 18 Oktober 2021 Modal Sosial Perkuat Pengurangan Risiko Bencana
Berita Terbaru
PPKM DIY Turun Level 2, Destinasi Wisata Gunungkidul Siap Dibuka 20 minutes ago
Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan 50 minutes ago
Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga 1 hour ago
Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya... 1 hour ago
3 Faktor Anak Muda Produktif Terjebak Jadi Pekerja di Pinjol Ilegal 1 hour ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 2 hours ago
Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan 3 hours ago
Membangkitkan Sastra di Kalangan Anak Muda Lewat Kompetisi 5 hours ago
Pakar UGM Imbau Masyarakat Waspadai Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol 6 hours ago
Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon hingga Baliho di Sleman Bertumbangan 13 hours ago