Jogjapolitan

Kulonprogo Proyeksikan Pendapatan Rp1,76 Triliun di APBD 2020

Penulis: Lajeng Padmaratri
Tanggal: 26 November 2019 - 23:47 WIB
Ilustrasi uang - JIBI/Bisnis.com/Paulus Tandi Bone

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memproyeksikan pendapatan daerah pada 2020 sebesar Rp1,76 triliun.

Rencana itu tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kulonprogo 2020 dalam agenda rapat paripurna penyampaian RAPBD 2020 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, Selasa (26/11/2019).

Dalam penyampaiannya, Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menyebutkan pendapatan daerah pada 2020 ditargetkan naik sebesar 4,77% dari 2019. “Pendapatan daerah tersebut bila dibandingkan dengan Perubahan APBD 2019 mengalami kenaikan Rp80,1 miliar,” ujarnya, kemarin.

Sutedjo merinci kenaikan pendapatan daerah ini dikarenakan naiknya pendapatan pada objek pendapatan asli daerah (PAD) dan objek lain-lain pendapatan daerah yang sah. Salah satu kenaikan itu berasal dari bantuan keuangan dari provinsi sebesar Rp153,6 miliar atau sebesar 50,28% yang merupakan Bantuan Keuangan Khusus untuk pembangunan pengembangan RSUD Wates.

Selain itu, Dana Desa yang naik sebesar 4,6% dibandingkan Perubahan APBD 2019 juga menyumbang kenaikan pendapatan daerah tahun depan. Walaupun begitu, Sutedjo masih menyoroti ada lima permasalahan utama pendapatan daerah, antara lain masih perlu dilakukan pembaharuan data potensi PAD untuk optimasi pajak dan retribusi, tingkat kesadaran pajak/retribusi yang masih rendah, belum optimalnya beberapa kinerja unit usaha daerah, kesiapan SDM terkait edukasi bayar pajak/retribusi secara kualitas dan kuantitas belum optimal, serta belum optimalnya pemanfaatan aset daerah sebagai sumber pendapatan.

Sutedjo optimistis target penyelesaian APBD 2020 bisa tercapai karena sudah ada kesepakatan dengan Badan Musyawarah DPRD Kulonprogo. “Mudah-mudahan tercapai karena itu memang sudah direncanakan Banmus. Pembahasannya akan simultan dan terus-menerus sehingga harapannya pada 29 [November] siang sudah bisa paripurna,” katanya.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati berharap tetap ada penyinkronan antara KUA-PPAS 2020, Perubahan RPJMD 2017-2020 dan RAPBD 2020 meski sisa waktu pembahasan anggaran untuk tahun depan tinggal tiga hari lagi.

“Pemkab perlu benar-benar melaksanakan kesepakatan yang sudah ditetapkan dalam Perubahan RPJMD dan harus dilakukan pada 2020 melalui APBD 2020,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

JJLS Kulonprogo Masih Sepi Investor Besar
Warga Kalibawang Diduga Tewas, Kerangka Ditemukan di Gunung Tugel
Teriakan Minta Tolong Ungkap Dugaan Penyiksaan di Karangwuni
Warga Sentolo Lor Desak Kejelasan Nasib Sodetan Kali Papah

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

BUMKalma Satu Hati Playen Raih Juara 1 BUMDes Inspiratif 2025
DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026
Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya
Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen
PSIM vs Persebaya di SSA Minggu Ini, Polres Bantul Perketat Pengamanan
Pameran Pangastho Aji Keraton Jogja Ditutup Meriah dengan Tari Klasik
Top Ten News Harianjogja.com, Minggu 25 Januari 2026
DPUPKP Bantul Alokasikan Rp65 Miliar untuk Jalan dan Jembatan 2026
Jadwal DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang PP Lewat Jalur Wisata
Cek Jalur Trans Jogja ke Sejumlah Lokasi Wisata dan Terminal di Jogja