HomeJogjapolitan

Alokasi Dana Desa untuk Desa Bantul Tahun Ini Dipotong, Begini Kata Kepala Desa

Oleh:Ujang Hasanudin
09 Januari 2020 - 17:27 WIB

Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja

Harianjogja.com, SLEMAN--Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Desa Bantul tahun ini dikurangi 10%. Hal itu lantaran Pemerintah Desa Bantul terlambat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB-Des) Bantul 2020.  Bahkan sampai pekan kedua Januari APB-Des Bantul belum juga disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Bantul.

Kepala Desa Bantul, Supriyadi mengaku banyak yang perlu direvisi dalam pembahasan rancangan APBDes 2020 terkait dengan volume kegiatan maupun penganggaran. “Tapi sekarang sudah selesai dan tinggal diinput saja ke aplikasi,” kata dia, Kamis (9/1/2020).

Soal sanksi pemotongan alokasi untuk tahun ini, dia mengaku tak masalah. Menurut dia, pembahasan Rancangan APB-Des 2020 harus dibahas serus dengan melibatkan banyak pihak.

Dia menjelaskan total APB-Des yang ditetapkan adalah Rp4,5 miliar yang terdiri dari alokasi dana desa sebesar Rp1,2 miliar; dana desa sebesar Rp1,1 miliar; dan sisanya terdiri dari pendapatan asli desa (PA-Des); serta bagi hasil pajak. Dengan begitu, Alokasi Dana Desa untuk Desa Bantul tahun ini, dipotong sebesar Rp120 jutaan.

Supriyadi menambahkan tahun ini pihaknya juga menargetkan PA-Des sebesar Rp500 juta, sedangkan tahun lalu, PA-Des di desa yang ia pimpin mencapai Rp300 juta.

Sejumlah potensi pendapatan yang akan digenjot adalah pengelolaan aset-aset desa yang selama ini kurang maksimal. Ia mencontohkan lahan garapan selama ini dikelola dengan bagi hasil sehingga pendapatannya tidak menentu, “Nanti pengelolaanya akan dilelangkan supaya jelas pendapatannya,” ucap dia.

Tag: keuangan daerah, kepala desa Editor: Arief Junianto

Artikel Terkait

Berita Pilihan

Ini Penyebab Klithih Menurut Sosiolog UGM Cukai Naik, Rokok Murah Jadi Pilihan Volume Sampah di Pantai Selatan Bantul Diprediksi Naik 15 Persen Disinfektan Udara Buatan Dosen UMY Ini Bisa Hemat Investasi Faskes hingga Ratusan Juta  Sudah 79 Tahun, Mbah Wahidi Masih Kuat Menjual Burger Keliling Sleman
Berita Terbaru
Setahun Terjadi 1.309 Kasus Kekerasan dalam Pacaran 5 hours ago
PKL Malioboro Pindah 26 Januari, Ini Respons Pedagang 8 hours ago
Update Covid-19 DIY 24 Januari 2022: Kasus Positif Tambah 12 8 hours ago
Harga Tanah Sudah Mahal, Penerima Ganti Rugi Tol Jogja Bawen Kesulitan Cari Tanah Pengganti 9 hours ago
Terima Ganti Rugi Rp2,4 Miliar dari Tol Jogja Bawen, Pensiunan Guru Bertekad Kembalikan Tanah Menjadi Tanah 9 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Wisata Seni dan Budaya Bakal Hadir di Kampung Cokrodirjan Jogja 9 hours ago
Sekolah di Kota Jogja Mulai PTM 100 Persen, Ini Teknisnya 9 hours ago
Sultan Jogja Tegaskan PTM Tetap Jalan Meski Puncak Omicron Datang Akhir Februari 10 hours ago
Harga Rumah Subsidi Jogja Jadi Tantangan, Gunungkidul Paling Realistis 10 hours ago
Sultan Jogja: Tidak Usah Membesar-besarkan Omicron 10 hours ago