HomeJogjapolitan

8 Kecamatan di Kulonprogo akan Punya Kostratani

Oleh:Jalu Rahman Dewantara
09 Januari 2020 - 15:37 WIB

Suroyo, seorang petani di Dusun Sambeng II, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, menjaga tanaman padi miliknya dari serangan burung pipit, Selasa (9/7/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, WATES - Mulai 2020 ini, sejumlah kecamatan di Kabupaten Kulonprogo akan punya Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pertanian tingkat kecamatan guna mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Program ini akan memudahkan monitoring dan komunikasi Kementan dengan penyuluh, petugas dan pejabat yang menangani Kostratani. Monitoring dilakukan Kementan melalui Agriculture War Room (WAR), yaitu pusat atau ruang pengendalian pembangunan pertanian. Sementara BPP kecamatan yang telah dibentuk Kostratani akan difasilitasi sarana dan prasarana meliputi komputer, jaringan internet dan drone. Dengan sarpras tersebut, Kostratani bakal terhubung langsung dengan WAR.

"Jadi Kostratani ini berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi bisnis, dan pusat pengembangan jaringan kemitraan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonpogo, Aris Nugroho, Kamis (9/1/2020).

Aris menerangkan pembentukan Kostratani di Kulonprogo pada tahun ini dilakukan di delapan BPP kecamatan, yakni Kecamatan Lendah, Temon, Kalibawang, Samigaluh, Panjatan, Galur, Sentolo dan Nanggulan. Sementara untuk Kecamatan Girimulyo, Kokap, Wates dan Pengasih dilaksanakan pada 2021.

Tag: Pertanian Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
Bantul Kembangkan Tanam Padi 4 Kali Dalam Setahun 2 weeks ago
Kulonprogo Gencarkan Penanaman Buah-buahan 3 weeks ago

Berita Pilihan

Ini Penyebab Klithih Menurut Sosiolog UGM Cukai Naik, Rokok Murah Jadi Pilihan Volume Sampah di Pantai Selatan Bantul Diprediksi Naik 15 Persen Disinfektan Udara Buatan Dosen UMY Ini Bisa Hemat Investasi Faskes hingga Ratusan Juta  Sudah 79 Tahun, Mbah Wahidi Masih Kuat Menjual Burger Keliling Sleman
Berita Terbaru
KABAR DUKA: Budayawan Hari Dendi Meninggal Dunia 1 hour ago
Warga Diminta WA Pemkot Jogja kalau Ada Parkir Nuthuk: Laporan Terus, Ora Ditindak! 1 hour ago
IMB Dihapus, Investor di Gunungkidul Diperbolehkan Membangun Terlebih Dahulu 2 hours ago
Harian Jogja dan BKKBN DIY Memperkuat Kerja Sama 6 hours ago
BERITA JOGJA HARI INI: Waspadai Siklus 6 Tahunan DBD 7 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Perangi Kejahatan Jalanan, Pemkab Sleman Ajak Ormas 14 hours ago
2 Kalurahan di Sleman Masuk Zona Merah, Covid-19 Bertambah 7 Kasus 14 hours ago
Cagar Budaya Jembatan Rel KA Pangukan Dicoret-coret, Disbud Sleman Prihatin 15 hours ago
Viral Parkir Rp350.000 di Jogja, Polisi: Ternyata Mark Up Kru Bus Wisata 15 hours ago
Parkir Nuthuk di Jogja Rp350.000, Wakil Wali Kota Angkat Bicara 15 hours ago