Jogjapolitan

Demi Cita-Cita, Oktaviani Terus Melawan Kanker Langka

Penulis: Muhammad Nadhir Attamimi
Tanggal: 13 Januari 2020 - 23:12 WIB
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, saat menjenguk Oktaviani di rumahnya, Dusun Ngricik, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Senin (13/1/2020). - Istimewa/Tim Tenaga Ahli UNY

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Oktaviani, 23, putri seorang petani asal Dusun Ngricik, Desa Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, mengidap penyakit langka yakni kanker liposarkoma sejak April 2019. Bahkan, perempuan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini terus berjuang melawan penyakit yang menyerangnya.

Oktaviani mengaku awalnya dia tidak ingin ada orang yang mengetahui jika dirinya mengindap penyakit langka tersebut. Kanker liposarkoma merupakan kanker yang menyerang jaringan lemak. Kanker ini dapat muncul pada jaringan lemak di seluruh bagian tubuh. Saat sakit dia nekat beraktivitas seperti biasa. Saat bimbingan skripsi dia bahkan nekat nglaju Jogja-Wonosari menggunakan sepeda motor sendiri.

Menjelang sidang pada Oktober 2019, Oktaviani akhirnya menceritakan penyakit yang diderita kepada seorang sahabatnya. "Kata temannya, sudah saatnya orang-orang tahu kondisi Oktaviani. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi," kata sang Ayah, Suwardi, Senin (13/1/2020).

Di tengah perjuangannya untuk menyelesaikan studi, kanker yang diderita Oktaviani semakin parah dan membuatnya lumpuh. Saat wisuda pada November 2019, Oktaviani harus duduk di kursi roda. Namun perjuangannya terbayar lunas. Dia lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,54.

Suwardi menuturkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Hal itu terlihat dengan berbagai gelar kejuaraan yang dia peroleh di jenjang SD, SMP, dan SMA. Saat kuliah di UNY, Oktaviani tak membayar sepeserpun karena dia meraih beasiswa bidikmisi. "Alhamdulillah saat kuliah putri saya mendapat beasiswa, gratis dan dapat uang saku karena berprestasi dan kami berasal dari keluarga kurang mampu," ujarnya.

Saat ini, Oktaviani terus melakukan pengobatan secara intensif. Namun, tak semua proses pengobatannya dapat ditanggung JKN-BPJS. Sang ibunda, Sri Haryani berinisiatif menggalang dana untuk pengobatan sang anak di salah satu situs galang dana (kitabisa.com). Penggalangan dana ini viral di kalangan civitas akademica UNY dan telah mengumpulkan Rp47 juta.

Dalam kunjungannya ke Gunungkidul, Senin, Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, ikut menyumbang untuk meringankan beban Oktaviani. Sutrisna berharap Oktaviani bisa segera sembuh dan dapat terus belajar seperti yang ia cita-citakan. "Sudah terkumpul Rp50 juta dan tagihan untuk pengobatan kanker Oktaviani sesuai laman tersebut sudah terpenuhi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Mensos: BLTS 2025 Sudah Tersalurkan ke 33 Juta KPM
72.465 Siswa Sleman Terima PIP, Nilai Bantuan Rp52 Miliar
Pemerintah Siapkan Sistem Data Baru untuk Tepatkan Bansos
BLT Kesra Rp900 Ribu Cair, Ini Cara Cek Lewat HP

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH
Cuaca Ekstrem Rusak 5 Wilayah DIY, Pohon Tumbang Paling Banyak
Longsor Gedangsari Putus Akses Warga, BPBD Siapkan Alat Berat
Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
Jari Tersangkut Bak Oli Motor, Damkarmat BPBD Bantul Evakuasi
Beto Goncalves Ceritakan Debut di PSIS dan Reuni dengan Fachruddin
Biowash Jadi Solusi Larangan Sampah Organik di Jogja
57 Calon Haji Gunungkidul Batal Berangkat 2026
Dua Pemancing Hilang di Wediombo, Pencarian Diperluas ke Pacitan
Top Ten News Harianjogja.com Selasa 13 Januari 2026