Jogjapolitan

2 Embung Akan Dibangun di Sleman

Penulis: Hafit Yudi Suprobo
Tanggal: 22 Januari 2020 - 04:47 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di Bendung Pekik Jamal, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Jumat (12/7/2019). Bendung Pekik Jamal ditutup untuk menguras aliran Sungai Serang dari 15 Juni lalu karena keperluan perbaikan tanggul.- Harian Jogja - Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyatakan pembangunan embung di Sambirejo, Prambanan, Sleman merupakan salah upaya DP3 untuk mendorong produktivitas petani.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono menjelaskan pembangunan embung dengan kapasitas 700 meter kubik ini bertujuan untuk menangkap air hujan semasif mungkin.

Embung, menurut Heru, cukup signifikan dalam membantu menangkap air hujan. Walaupun, curah hujan di beberapa daerah khususnya di wilayah kabupaten Sleman belum begitu masif seiring dengan adanya anomali cuaca. "Tahun ini akan dibangun lagi dua embung masing-masing di daerah Sambirejo Prambanan, dan Sleman bagian barat. Embung tersebut didesain dengan sistem tampungan air hujan," ujar Heru, Selasa (21/1/2020).

Saat ini, lanjut Heru, sudah ada enam embung yang dibangun termasuk di daerah pertanian tapi rawan potensi kekeringan seperti Kecamatan Ngemplak dan Cangkringan.

Berdasarkan pemetaan tahun lalu, beberapa daerah yang rawan kekeringan lahan pertanian antara lain Desa Tamanmartani dan Selomartani Kalasan, Kecamatan Prambanan wilayah atas, dan sebagian Berbah. Untuk wilayah Prambanan bahkan sebelumnya pernah mengalami gagal panen.

"Kami sarankan petani untuk menanam komoditi yang sesuai dengan kebutuhan air. Untuk menunjang sarana irigasi, kami juga sudah memberikan stimulan berupa material bangunan," terangnya.

Sementara itu, di tahun 2019 kemarin, pihaknya juga memberikan bantuan stimulan ke petani untuk membuat embung Cluwek seluas 4x5 meter dengan kedalaman 2 meter. Program ini masih akan dilanjutkan di tahun 2020 ini.

"Nanti kita (DP3) akan beri stimulan sebesar Rp6 juta untuk upah tenaga kerja mereka. Embung juga bisa untuk menampung air ketika hujan. Itu [embung cluwek] bisa memenuhi kebutuhan ternak dan kebutuhan menanam komoditas pertanian lainnya, terangnya.

DP3 Kabupaten Sleman juga telah menyiapkan 15 pompa air bagi petani yang akan membuat sumur. Nantinya, petani yang berminat terhadap pompa tersebut bisa mengajukan permohonan untuk pengadaan pompa air. "Untuk pompa sekitar 15 pompa air yang akan diperbantukan. Syaratnya warga yang mau buat sumurnya," ungkapnya.

Pemerintah pusat, lanjut Heru, juga akan memberikan bantuan traktor untuk mempercepat proses pengolahan tanah. Menurutnya, jika membajak dengan hewan membutuhkan waktu yang lama, namun dengan traktor cukup memerlukan waktu satu jam untuk membajak 1000 meter tanah sawah.

"10 traktor yang kita akan perbantukan, kita tunggu proses administrasinya, karena ini bantuan dari pemerintah pusat," ujarnya.

Proses penyebaran benih lanjut Heru, juga sudah berjalan. Diharapkan saat bulan Februari nanti saat hujan sudah mulai stabil petani sudah bisa menanam.

Imbas dari musim tanam yang mundur, pihaknya juga akan menggenjot produktivitas dengan memberikan bantuan bibit dan pupuk. "Harapannya sedikit bisa mengejar akibat mundurnya masim tanam, semoga curah hujan juga mulai stabil pada akhir januari hingga awal februari," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Saat Sektor Lain Tertekan Pertanian Justru Menguat
Ancaman El Nino, Puluhan Irigasi di DIY Diperbaiki Serentak
Tahun Ini Pengelolaan Irigasi Karangtalun Tanpa Pengeringan
Awal Musim, Tiba Petani Temanggung Mulai Garap Tembakau

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Penanda Batas DIY Disayembarakan, Ini Syarat dan Ketentuannya
Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, Perhotelan di DIY Lakukan Efisiensi
Terdampak Asap Sampah, Sekolah di Bantul Laporkan TPS3R ke Ombudsman
Mudik Lebaran 2026 di Jogja Lebih Tertib, Korban Jiwa Turun Tajam
Panas Ekstrem Berpotensi Ganggu Panen Padi dan Jagung, Ini Kata Pakar
Geng Remaja di Bantul Diduga Culik dan Siksa Korban hingga Tewas
Mahasiswi di Bantul Jadi Korban Begal Payudara, Pelaku Kabur
99 Sekolah di Gunungkidul Kosong Kepala Sekolah, Target Terisi Mei
Uang Hajatan Warga Playen Rp15 Juta Digasak Saat Acara Berlangsung
SAR Kerahkan Drone dan Jetski Cari Remaja Hilang di Parangtritis