HomeJogjapolitan

Begini Pengakuan Ngadirin, Lelaki yang Menendang Nenek Rubingah di Pasar Gendeng

Oleh:Abdul Hamied Razak
22 Januari 2020 - 17:17 WIB

Kepala Dukuh Kranggan I Jogotirto Suharmadi saat menunjukkan rumah nenek Rubingah, Rabu (22/1/2020).-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, SLEMAN-Pelaku penendang nenek Rubingah di salah satu pasar tradisional di Sleman yang videonya viral mengaku emosi.

Kasus nenek Rubingah, 64, warga Kranggan I, Jogotirto, Berbah, yang mengalami tindak kekerasan di Pasar Gendeng (Potrojayan) Madurejo Prambanan kasusnya ditangani oleh Polsek Prambanan.

Setidaknya polisi memeriksa empat orang saksi dalam kasus ini. Selain terduga pelaku penganiayaan, Ngadirin, penyidik juga memeriksa seorang pedagang dan Ketua Paguyuban Pasar Gendeng sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (22/1/2020) pagi hingga siang hari.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gendeng Sularsih mengatakan dia hanya mendapatkan laporan adanya kasus tersebut sesaat setelah kejadian. Kejadian penganiayaan terjadi pada Senin (20/1/2020). Dia mengaku tidak melihat langsung kejadian penganiayaan yang videonya viral di media sosial.

"Saya dikasih laporan dari pelaku yang menendang ibunya (Mbah Rubingah). Katanya ibunya itu habis ngutil. Kejadian yang ada dalam video itu sebelum dilaporkan ke saya," katanya ketika diperiksa di Polsek Prambanan.

Dia menjelaskan Mbah Rubingah tidak mengambil brambang (bawang merah) seperti yang tergambar dalam video tersebut. Jarang merah yang tergambar dalam video adalah bunga mawar. Setelah memeriksa dan menanyakan perihal tuduhan tersebut kepada Mbah Rubingah, kata dia, korban seperti mengalami gangguan kejiwaan.

"Setelah beli bunga, si ibu mengambil mangga 3 kg. Dari logatnya saat saya tanya-tanya, si ibunya itu terlihat orang yang kurang waras. Akhirnya saya lepaskan. Baru Selasa paginya saya tahu video itu sudah viral," katanya.

Sayangnya, saksi pedagang dan terduga pelaku penganiayaan mbah Rubingah usai diperiksa enggan menjawab pertanyaan dari awak media. Mereka buru-buru pergi meninggalkan Polsek Prambanan tanpa menjawab satupun pertanyaan wartawan.

Sekadar diketahui, video penganiayaan oleh seorang pria terhadap seorang nenek yang diketahui bernama Mbah Rubingah di Pasar Gendeng, Prambanan, viral di media sosial. Nenek tersebut dituduh ngutil (mencuri barang) di pasar tersebut. Peristiwa tersebut pun mendapat kecaman dari warganet karena dinilai tidak pantas.

Setelah video tindak kekerasan yang dialami Rubingah viral, Polsek Prambanan langsung bergerak. Mereka memeriksa sejumlah saksi termasuk pelaku penganiayaan. "Semua pihak yang terlibat dalam video tersebut kami periksa. Mulai penjual buah yang katanya buahnya diambil, orang yang menvideo, sampai pelaku yang menendang korban," kata Kasi Humas Polsek Prambanan Aiptu Ahmad Mukhlis.

Pelaku tindak kekerasan, Ngadirin mengaku tidak menyangka tindakannya viral. Dia mengaku menendang korban karena mendengar teriakan maling-maling. "Saya langsung tendang. Dua kali. Satu kena bunga, satu kena tas. Saya emosi saat itu sangat ada teriakan maling," katanya.

Tidak cukup menendang dan memarahi Rubingah, Ngadirin kemudian menyeret Rubingah ke kantor pasar. Dia mengaku tidak menyangka jika tindakannya menjadi viral. "Saya hanya emosi ada maling, gitu saja. Menyesal ya menyesal. Kalau ketemu (Rubingah) saya jaluk ngapuro saja," kata Dirin.

Sementara Martini, pedagang buah yang dikutil oleh Rubingah mengaku ada sekitar 3kg mangga yang diambil. Mengetahui itu, dia lantas mengambil mangga tersebut dan. meminta Rubingah tidak mengulangi perbuatannya. "Saya bilang kalau mau minta saja, jangan ngambil," ujar dia.

Tag: kekerasan Editor: Bhekti Suryani

Artikel Terkait
Pria Penendang Nenek Miskin di Pasar Sleman Menyesali Perbuatannya 1 year ago
Nenek Miskin yang Ditendang di Pasar Sleman Hidup Sebatang Kara Tanpa Listrik 1 year ago
Diusut Polisi, Ini Kronologi Penganiayaan terhadap Mbah Rubingah di Pasar Gendeng Prambanan 1 year ago
Nenek Rubingah yang Ditendang di Pasar Gendeng Ternyata Warga Miskin, Begini Kondisi Rumahnya 1 year ago
Dede 'Pembawa Bendera' saat Demo Mengaku Disetrum Polisi 1 year ago

Berita Pilihan

Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 Masih PPKM, Kraton Jogja Tiadakan Arak-Arak dan Grebeg Gunungan Maulid Nabi Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 18 Oktober 2021 Modal Sosial Perkuat Pengurangan Risiko Bencana
Berita Terbaru
PPKM DIY Turun Level 2, Destinasi Wisata Gunungkidul Siap Dibuka 21 minutes ago
Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan 51 minutes ago
Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga 1 hour ago
Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya... 1 hour ago
3 Faktor Anak Muda Produktif Terjebak Jadi Pekerja di Pinjol Ilegal 1 hour ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 2 hours ago
Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan 3 hours ago
Membangkitkan Sastra di Kalangan Anak Muda Lewat Kompetisi 5 hours ago
Pakar UGM Imbau Masyarakat Waspadai Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol 6 hours ago
Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon hingga Baliho di Sleman Bertumbangan 13 hours ago