Jogjapolitan

Kampus UNY Dibangun di Semanu, Warga Pacarejo Tak Ingin Jadi Penonton

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 22 Januari 2020 - 22:17 WIB
Kampus Universitas Negeri Yogyakarta - uny.ac.id

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan kampus Universitas negeri Yogyakarta (UNY) di Dusun Kenteng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, tak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Gunungkidul. Ada harapan keberadaan kampus ini dapat mendorong roda perekonomian masyarakat sekitar menjadi lebih baik lagi.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengaku sudah melihat peta denah pembangunan kampus vokasi milik UNY di wilayahnya. Rencananya kampus mulai dibangun pada pertengahan Februari 2020.

Menurut dia, masyarakat memiliki harapan besar terhadap berdirinya kampus ini karena bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat. Suhadi pun meminta kepada pihak kampus agar mau menampung aspirasi dari masyarakat sehingga nantinya tidak hanya menjadi penonton saat kampus sudah berdiri dan beroperasi. “Intinya kami ingin ikut menikmati dampak positif keberadaan kampus, salah satunya untuk meningkatkan taraf ekonomi yang lebih baik lagi,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Dia mengatakan salah satu usulan yang menjadi aspirasi masyarakat yakni pintu masuk jangan hanya satu lokasi. Pasalnya, di sisi timur juga butuh akses sehingga mempermudah bagi mahasiswa yang berasal dari timur seperti Ponjong, Rongkop, Girisubo hingga Wonogiri, Jawa Tengah.

Suhadi mengungkapkan akses ini tidak hanya untuk mahasiswa, tapi masyarakat sekitar juga merasakan manfaatnya. “Di sisi timur ada objek wisata swafoto Watu Giring. Dengan adanya pintu masuk dari timur, maka manfaat bisa dirasakan masyarakat Pacarejo secara luas,” katanya.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, menampung semua aspirasi dari masyarakat untuk dijadikan masukan. Menurut dia, pembangunan tahun ini merupakan tahap satu karena kelanjutan akan dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. “Tahun ini kami alokasikan anggaran Rp19 miliar untuk membangun satu gedung empat lantai untuk kuliah sekitar 500 mahasiswa baru dari delapan jurusan,” kata Sutrisna.

Menurut dia, keberadaan kampus tidak hanya untuk membantu meningkatkan indek pembangunan manusia di Gunungkidul. Keberadan kampus ini diharapkan bisa mejadi peluang ekonomi bagi masyarakat seperti usaha warung makan hingga indekos. “Pengalaman di Kulonprogo saat semua sekolah vokasi dipindah ke sana, mahasiswa kesulitan cari indekos. Jadi, ini jangan sampai terjadi di Gunungkidul sehingga masyarakat sekitar bisa ikut menyiapkan. Kami akan membangun asrama, tapi hanya berlaku untuk tahun pertama masuk kampus, selanjutnya mahasiswa harus mencari tempat sendiri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

LP Maarif NU Gelar Porsemanu 2026 Sleman Libatkan 2.300 Siswa
Alumni Kelatnas Dorong ITNY Menuju Kampus Unggul Global
Dosen Unisa: Rencana Angkat Pegawai SPPG Jadi ASN Abaikan Keadilan
MAN 2 Yogyakarta Raih Perunggu Geolympiad Internasional 2026

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

BTT Bencana Bantul 2026 Rp5 Miliar, Hingga Februari Belum Terserap
Kasus PMK Awal 2026 di Kulonprogo Menurun, Vaksinasi Disiapkan
Cekcok Driver Maxim dan Mahasiswi Viral, Ini Kata Polresta Sleman
Kehidupan Air Purba Hadir di Taman Pintar, Target 750 Ribu Pengunjung
BPBD Sleman: Lima EWS Rusak, Satu Hilang di Wilayah Rawan Bencana
Nisfu Syakban 2026 Jatuh 3 Februari, Malam Pengampunan dan Amalan
Anggaran Rp160 Juta Digelontorkan, Ini Titik Pemberian Pakan Monyet
Penebusan Pupuk Subsidi di Gunungkidul Tak Capai Kuota 2025
Polres Kulonprogo Buka Operasi Progo 2026, Bagi-Bagi Helm di Wates
Saksi Tegaskan Hibah Sleman Tak untuk Kampanye Kustini-Danang