HomeJogjapolitan

Underpass Kulur Tergenang, Sedot Air Hanya Solusi Jangka Pendek

Oleh:Lajeng Padmaratri
24 Januari 2020 - 03:17 WIB

Underpass Kulur di Temon, Kulonprogo, tergenang air, Minggu (19/1/2020). - Harian Jogja - Lajeng Padmaratri

Harianjogja.com, KULONPROGO- Tergenangnya underpass Kulur yang terletak di dekat Pasar Cikli, Desa Kulur, Kapanewon Temon di musim penghujan ini dirasa sangat memerlukan kajian kawasan dari berbagai sektor. Sebab, jika airnya hanya disedot airnya, hal ini tidak akan memberi solusi jangka panjang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Permukiman, dan Perumahan Rakyat (DPUPKP) Kulonprogo, Gusdi Hartono menuturkan hal ini pada Harianjogja.com, di Kapanewon Pengasih, Kamis (23/1/2020). Menurutnya, penanganan genangan air di underpass Kulur tak bisa hanya mengandalkan satu kewenangan.

Gusdi mengaku sudah beberapa kali mengecek lokasi itu beberapa tahun terakhir untuk mencari solusi atas genangan air itu, namun belum juga menemukan jalan keluarnya. Hal itu lantaran kawasan tersebut bersinggungan dengan beberapa pihak.

"Underpass itu kan milik Pemerintah Provinsi DIY, sementara di dekat situ daerah irigasinya sistem Kalibawang yang merupakan wilayah BBWSSO [Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak], sementara yang ketempatan ialah kabupaten [Pemkab Kulonprogo], jadi masih perlu berkali-kali dilakukan koordinasi dan diupayakan pelaksanaan kajian yang komprehensif dan keseluruhan," ujar Gusdi.

Ia menganggap selama ini underpass memang belum bisa berfungsi secara optimal. Jalan terowongan yang melintasi bawah rel kereta api itu hanya bisa dilalui saat musim kemarau saja. Sementara ketika di musim hujan, pihaknya tidak mampu mengeringkan genangan air di sana dengan cepat.

"Terlebih masyarakat juga belum begitu terganggu, karena pelintasan sebidang [rel kereta api di sebelah Pasar Cikli] itu belum ditutup," tutur dia.

Sebelumnya, petugas penjaga jalan lintasan (PJL) kereta api di Dusun Polodadi, Desa Kulur, Kapanewon Temon, Firman Nur Cahyo menuturkan beban perlintasan kereta api seluas kurang lebih tiga meter itu sangat berat jika underpass Kulur tidak bisa dilalui kendaraan. "Kalau truk lewat itu bahaya ya, apalagi kalau muatannya penuh, sampai goyang-goyang karena jalan menanjak," kata dia pada Harianjogja.com, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, truk proyek YIA sering lewat jalur itu selepas mengambil batu dari Kapanewon Kokap menuju Kapanewon Temon. Sementara, bus wisata yang berukuran besar juga melalui jalur itu dari arah Temon maupun Pengasih menuju Kokap.

"Kalau sore sekitar jam 15.00 - 16.00 WIB begitu simpang dekat rel itu penuh dan antrean panjang," kata dia. Padahal, di rel tersebut setiap harinya ada 120 kereta api yang melintas setiap kurang lebih 5-10 menit sekali. Hal ini dirasa penuh risiko, padahal sejatinya underpass dibangun untuk mengurangi beban perlintasan sebidang ini.

Saat ini underpass itu sudah hampir penuh digenangi air. Dari panjang jalan di lokasi underpass Kulur yang didesain cekung dan memiliki panjang kurang lebih 350 meter itu, saat ini hanya tersisa sekitar lima meter jalan yang tidak tergenang air. Adapun terowongan bawah rel kereta api itu memiliki panjang 10 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 4,5 meter, sementara airnya sudah sedalam kira-kira tiga meter.

Sejak delapan terakhir, underpass Kulur selalu digenangi air jika musim hujan tiba. Air bahkan bisa mencapai kedalaman tiga meter. Kesalahan konstruksi pada terowongan yang melintas di bawah rel kereta api ini sudah berlangsung sejak awal pembangunan pada 2012 lalu.

Tag: infrastruktur Editor: Nina Atmasari

Artikel Terkait
Naik Sepeda, Warga Terdampak Bandara Ramaikan Operasional Perdana Underpass YIA 1 year ago
Underpass Kulur Jadi Ajang Ciblon, Begini Saran DPRD 1 year ago
Gegara Underpass Kulur Jadi Kolam Renang, Beban Rel Kereta Api Cikli Makin Berat 1 year ago
Peresmian Jalan Terowongan Bawah Tanah Terpanjang se-Indonesia Digelar April 1 year ago
Uji Coba Underpass Terpanjang di Indonesia Bakal Dilangsungkan di Kulonprogo Pekan Ini 1 year ago

Berita Pilihan

Kasus DBD di Kota Jogja Turun dari Tahun Sebelumnya Rayakan HUT ke-2, Aveta Hotel Malioboro Rayakan Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Kembali Perluas Kerja Sama FKRTL Foto-foto Gagahnya Gunung Merapi pada Minggu Sore, Warganet: Mahaguru Menyapa DeJubah Hadirkan Gamis Pria dengan Kualitas Premium
Berita Terbaru
Kasus DBD di Kota Jogja Turun dari Tahun Sebelumnya 22 minutes ago
PAN Sleman Gelar LKAD dan Pelatihan Management Saksi Pemilu 32 minutes ago
Libur Akhir Semester Ganjil 2021 Ditiadakan 1 hour ago
Status Tanah Sekolah Bermasalah, DPRD Minta Disdikpora Mendata Jumlah Pasti 3 hours ago
Rayakan HUT ke-2, Aveta Hotel Malioboro Rayakan Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat 3 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Kembali Perluas Kerja Sama FKRTL 3 hours ago
17 Kalurahan Disasar Penanaman Pohon untuk Pengembangan Wisata Menoreh 4 hours ago
Diterjang Lahar Hujan, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Putus 7 hours ago
HARIAN JOGJA HARI INI: Malioboro Bakal Disulap bak Orchard Road 7 hours ago
Bupati Sleman Apresiasi Kerja Keras Insan Kesehatan 8 hours ago