Jogjapolitan

Naik Sepeda, Warga Terdampak Bandara Ramaikan Operasional Perdana Underpass YIA

Penulis: Jalu Rahman Dewantara
Tanggal: 24 Januari 2020 - 13:17 WIB
Puluhan pesepeda meramaikan operasional perdana underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (24/1/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Puluhan pesepeda meramaikan operasional perdana underpass di kawasan Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, Jumat (24/1/2020). Sebagian dari mereka adalah warga terdampak pembangunan bandara.

Salah satunya Painah, 58. Mengendarai sepeda onthel, Painah bersama puluhan ibu-ibu dari Desa Sindutan, Temon, salah satu desa terdampak pembangunan YIA, menjajal underpass yang diklaim oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai jalan bawah tanah terpanjang di Indonesia tersebut.

"Cuma pengen lihat aja, kebetulan kemarin dapat kabar kalau underpass ini mau dibuka hari ini," ujar Painah, Jumat pagi.

Painah begitu antusias mengikuti uji coba underpass. Sejak sebelum pembukaan yang dilangsungkan sekitar pukul 9.30 WIB, rombongan Painah sudah datang terlebih dahulu. Mereka bahkan rela menunggu meski harus berpanas-panasan.

Hal yang sama dilakukan Sartinem, 63. Warga Sindutan ini datang untuk mencoba underpass bersama kerabat dan tetangganya. "Bagus ya ternyata, megah banget, tapi sayang tadi malah gak bisa lihat ornamen penari karena saking ramainya yang ikut nyoba," ucap Sartinem.

Berkendara di underpass bagi Sartinem, bagaikan mengenang masa lalu. Sebab dulu Sartinem punya lahan pertanian di kawasan YIA sebelum akhirnya tergusur proyek nasional itu. Selama pembangunan hingga akhirnya bandara beroperasi, Sartinem mengaku belum pernah menginjakkan kakinya di kawasan tersebut.

"Jadi nostalgia mas, inget zaman dulu saya sering bolak-balik lewat situ buat bertani," ujarnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII wilayah Jateng-DIY, Akhmad Cahyadi, mengatakan underpass ini dibangun di bawah kawasan YIA. Total panjangnya mencapai 1.435 meter dengan 1.095 meter di antaranya masuk dalam area terowongan. "Ini adalah underpass terpanjang yang pernah kita bangun di Indonesia," ujarnya.

Akhmad menjelaskan jalan bawah tanah ini merupakan bagian dari jalan pantai selatan Jawa (Pansela) yang membentang dari barat ke timur melingkupi lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Namun dengan dibangunnya YIA, sempat membuat jalan pansela di kawasan Temon terputus. "Karena jalan ini tak boleh terputus, sehingga kami bangun underpass,"ucapnya.

Dia memastikan pembangunan underpass sudah sesuai prosedur dan telah mendapat sertifikat layak operasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Di dalam underpass telah terpasang sejumlah sarpras pendukung, di antaranya delapan pintu exit untuk keadaan darurat, pengeras suara berisikan imbauan kepada pengendara untuk selalu hati-hati, dan juga lampu penerangan. Di sejumlah titik underpass juga telah terpasang CCTV yang terhubung langsung dengan keamanan YIA.

"CCTV itu untuk memantau kondisi dalam underpass, jika ada pengendara yang dalam keadaan bahaya, bisa langsung ditangani oleh petugas," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Rest Area Industropolis Batang Dibuka, Pemudik Nikmati View Laut
Aset Pedestrian Simpang Lima Boyolali Dijarah Pencuri
Tak Dapat BKK, Warga Sidoharjo Sragen Bangun Jalan Sendiri
AHY Targetkan Tanggul Laut di Pantura Bisa Tahan 200 Tahun

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
Angin Kencang di Prambanan: Belasan Rumah Rusak dan Joglo Roboh
Volume Surat Menyurat Turun 40 Persen, Ini Strategi Kantor Pos Jogja
Fakultas Psikologi UGM-IHC Gelar Sertifikasi Hipnoterapi Klinis
HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
Bantul Kaji Penurunan Retribusi Pantai Seusai Keluhan Tarif Rp15.000