News

Penetapan Bupati Terpilih, KPU Gunungkidul Masih Tunggu Surat dari MK

Penulis: David Kurniawan
Tanggal: 18 Januari 2021 - 07:57 WIB
Ilustrasi. - Freepik

Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul masih belum bisa menetapkan kepala daerah terpilih. Pasalnya, surat dari Mahkamah Konstitusi untuk dijadikan dasar penetepan hingga Minggu (17/1) belum ada.

Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan, pihaknya masih menunggu surat dari MK terkait dengan daerah yang ada sengketa dalam pilkada. menurut dia, surat ini untuk kepastian apakah ada sengketa terhadap hasil pemilihan di Bumi Handayani. “Kami masih tunggu surat itu,” katanya, kemarin.

BACA JUGA : Kades Gunungkidul: Pemotongan ADD Jangan Lebih dari 5

Andang menuturkan, meski belum ada informasi resmi terkait dengan surat tersebut, namun ada kemungkinan akan keluar pada Senin (18/1). Apabila informasi ini benar, maka KPU Gunungkidul bisa melakukan penetapan pada Rabu (20/1) esok. “Jika benar, maka kami akan segera melakukan pleno penetapan secara terbuka,” katanya.

Hal yang tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani. Menurut dia, 18 Januari merupakan batas waktu bagi MK untuk melakukan register terkait dengan daerah yang ada sengketa dalam pilkada. “Ya kalau sudah tercatat, maka akan diketahui mana daerah yang bebas sengketa sehingga bisa segera melakukan penetapan,” katanya.

Hani mengungkapkan, untuk kepastian surat dari MK sudah diurusi oleh KPU RI. Bahkan, sambung dia, sudah ada surat resmi yang diserahkan guna menanyakan kepastian surat tersebut diberikan. “Masih menunggu jawaban dari MK. Mudah-mudahan secepatnya bisa turun,” katanya.

BACA JUGA : Kades Tolak Pemotongan Anggaran Dana Desa

Meski belum bisa menetapkan kepala daerah terpilih, ia mengaku tidak risau terkait dengan proses pelantikan. Hani berdalih setelah surat dari MK turun, KPU miliki waktu tiga hari untuk menetapkan. Setelah itu, ada ketentuan yang mengharuskan satu hari setelah penetapan, diminta mengusulkan pelantikan ke DPRD Gunungkidul.

“Usulan kami itu nanti akan diteruskan ke Pemerintah DIY untuk proses pelantikan yang dilakukan oleh gubernur,” ungkapnya.

Disinggung mengenai masa jabatan Bupati Badingah dan Wakil Bupati Immawan Wahyudi, Hani mengungkapkan bahwa masa jabatan akan berakhir pada 17 Februari mendatang. menurut dia, rentang waktus satu bulan masih mencukupi untuk menyiapkan prosesi pelantikan.

“Syarat untuk usulan ke DPRD tinggal surat penetapan hasil rekapitulasi suara, surat penetapan kepala daerah terpilih dan surat dari MK. Saya kira masih cukup waktu, karena begitu surat dari MK turun semuanya bisa langsung diproses,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

piala dunia 2022

Berita Terkait

5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas
Hari UMKM Nasional: 3 Daerah Ini Alami Lonjakan Jumlah Penjual Paling Tinggi di Tokopedia
Pelantikan Bupati & Wabup Terpilih Mundur, Ini Respons Joko Purnomo
 Kasus Unggahan Twitter, Putusan Sidang Etik KPU Sleman Tunggu DKPP
DPRD Gunungkidul Siapkan Rapur Usulan Pelantikan Bupati Terpilih
DKPP Segera Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik KPU Sleman

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Rayakan HUT ke-7, PT SHA Berbagi Rezeki dengan Duafa
  2. Nunggak Retribusi 7 Tahun, 3 Kios di Pasar Pungkruk Sragen Disegel
  3. Kejari Salatiga Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan HP dari 26 Kasus
  4. Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Berita Terbaru Lainnya

Cuaca Ekstrem, Sultan Segera Tetapkan DIY Siaga Darurat Bencana
TV Analog di DIY Dinonaktifkan Besok, Begini Cara Daftar STB Gratis
Dispar Bantul Tak Gelar Acara Apapun saat Libur Nataru, Ini Penyebabnya
Tim Uji Kualitas Data Peroleh Masukan bagi Penyempurnaan Aplikasi NewSIGA
Target PAD Pariwisata Bantul Tahun Ini Dipastikan Gagal Dicapai, Begini Dalih Dispar
PAD Masih Jauh dari Target, Dispar Rela Datangi TPR Wisata Tengah Malam
Jam Berapa Siaran TV Analog di DIY Dimatikan?
KAI Jogja Tawarkan Tarif Spesial Mulai Desember, Termurah Rp30.000
Hendak Putar Balik, Mobil Tertabrak Motor di Condongcatur
BKKBN DIY Buka Dialog dengan Penyuluh KB Bantul