HomeJogjapolitan

Dituding 5 Tahun Makan Gaji Buta, Ini Besaran Honor Pangeran Kraton Jogja

Oleh:Newswire
23 Januari 2021 - 23:57 WIB

Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA - Adik tiri Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X, Gusti Bendara Pangeran Hario (GBPH) Yudhaningrat merespons tudingan kakaknya bahwa dia telah makan gaji buta.

“Tudingan makan gaji buta itu sungguh sangat tak berdasar,” ujar GBPH Yudhaningrat, Sabtu (23/1/2021).

Sultan HB X sebelumnya menyatakan, pemecatan dua adiknya, yakni GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat dari jabatan strategis Keraton sejak Desember 2020, karena dianggap hanya makan gaji buta selama lima tahun.

Yudhaningrat yang juga menjabat Manggala Yudha atau semacam perwira tertinggi atau panglima Keraton Yogya itu lantas memerinci berapa sebenarnya honor yang ia peroleh selama ini, baik sebagai pangeran Keraton Yogyakarta maupun sebagai Penggedhe (kepala) Kawedanan Hageng Punakawan Parwa Budaya Keraton Yogyakarta yang mengurusi bidang budaya, keagamaan dan adat istiadat itu.

Yudha menuturkan, per bulan para pangeran (putra Sultan HB IX) mendapatkan honor dari dua sumber.

Pertama, dari Keraton dan kedua dari dana keistimewaan yang bersumber dari APBN.

“Ketentuan soal honor dari dana keistimewaan kebetulan yang membuat saya saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan DIY tahun 2015,” kata dia.

Untuk besarannya, Yudha menjelaskan honor ia yang peroleh sebagai Manggala Yudha dari Keraton Yogya adalah Rp8 ribu per bulan.

Sedangkan, dari alokasi dana keistimewaan sebagai pangeran, yang mulai diberikan sejak 2014, Yudhaningrat mendapatkan Rp 1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu) per bulan. Honor sebagai pangeran dari dana keistimewaan ini hanya bisa dicairkan setiap empat bulan sekali.

Yudhaningrat mengatakan, honornya sebagai kepala departemen inti Keraton tidak pernah ada. Yudha sempat menjabat dua jabatan struktural di Keraton sebelum dipecat Sultan HB X. Selain sebagai Penggedhe Parwa Budaya, Yudha juga menjabat sebagai Kridho Mardawa untuk urusan kesenian.

“Jadi, jika Sultan HB X menyebut saya makan gaji buta itu tak berdasar karena dari jabatan struktural itu kami tidak mendapat gaji,” ujarnya.

Yudha mengatakan, selain untuk pangeran Keraton, baik istri dan anak-anak mereka juga mendapat alokasi honor dana keistimewaan, namun dengan besaran berbeda.

Misalnya, untuk keluarga Yudhaningrat, istrinya mendapat honor per bulan Rp600 ribu, sedangkan untuk anaknya, karena hanya berjumlah satu orang, mendapat jatah Rp400.000 per bulan. Total honor dari dana keistimewaan yang diterima keluarga Yudhaningrat per bulan Rp 2.250.000.

“Jadi jangan dikira dari dana keistimewaan itu (keluarga Keraton) dapatnya puluhan juta per bulan, hanya bisa saya pakai untuk pakan jaran (makan kuda),” ujarnya.

Padahal, ujar Yudha, Keraton Yogya sendiri tidak memiliki kuda, sehingga akhirnya ia berinisitif membeli dan memelihara kuda sendiri untuk kegiatan upacara tradisi.

“Keraton kok tidak punya kuda, akhirnya dulu saya yang beli kuda dan membiayai pemeliharaannya pakai honor dana keistimewaan itu,” ujar Yudha.

 

Sumber: Bisnis Indonesia Tag: kraton yogyakarta Editor: Galih Eko Kurniawan

Artikel Terkait
Muncul Petisi Agar Sri Sultan HB II Jadi Pahlawan Nasional, Kraton Jogja Tak Heran 1 year ago
OPINI: Peran Serta Penari Klasik Kraton dalam Pelestarian Budaya Jawa 1 year ago
Senin Tutup, Jadwal Wisata di Kraton Jogja Berubah 1 year ago
Benarkah Ada Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman? Ini Penjelasan Kraton 1 year ago
Meja Peninggalan HB VIII Rusak, Ratu Hemas Tegaskan Kraton Tak Akan Larang Wisatawan Selfie 1 year ago

Berita Pilihan

Info Stok Darah di PMI DIY Hari Ini 26 Februari 2021 Life Media Dukung Event International Open Dancesport Online Competition Permintaan Daging Menurun, Peternak Rumahkan Karyawan HI Art and Music Festival (HIATUS) #3 UGM, Perjalanan Eksplorasi dan Dekonstruksi Makna Cinta lewat Seni di Tengah Pandemi Jelang Pelantikan Bupati, Halim-Joko Tak Ada Persiapan Khusus
Berita Terbaru
Usai Dilantik, Halim-Joko Langsung Tancap Gas 16 minutes ago
Info Stok Darah di PMI DIY Hari Ini 26 Februari 2021 56 minutes ago
Lantik Tiga Pemimpin Baru, Sultan: Gunakan APBD dan Danais untuk Pemulihan Ekonomi  1 hour ago
Satpam di Sleman Jadi Bandar Narkoba, Ini Pengakuannya.. 1 hour ago
Dinkes Pastikan Jenazah yang Dimakamkan Pakai Kantong Jenazah Negatif Covid-19 1 hour ago

Terpopuler

KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul Pasar Klithikan Kulonprogo Batal Digusur
Life Media Dukung Event International Open Dancesport Online Competition 2 hours ago
Jadwal Layanan SIM di DIY Hari Ini dan Sabtu 27 Februari 2021 3 hours ago
23.000 Orang Disasar Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua di Kulonprogo 3 hours ago
Mau Beraktivitas di Luar Ruang? Simak Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini! 3 hours ago
HARIAN JOGJA HARI INI: Belajar Tatap Muka di DIY Dimulai Juli 3 hours ago