News

Status Tanggap Darurat Corona DIY Diperpanjang Lagi Sampai 31 Maret

Penulis: Jalu Rahman Dewantara
Tanggal: 01 Maret 2021 - 16:27 WIB
Ilustrasi - Antara/Galih Pradipta

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana Covid-19. Perpanjangan kesepuluh ini berlaku mulai 1-31 Maret 2021.

Perpanjangan status tanggap darurat ini berdasarkan hasil evaluasi Pemda DIY terkait dengan kondisi pandemi yang masih melanda DIY dan belum diketahui kapan akan berakhir.

BACA JUGA: Sudah Siap, SMKN 1 Jogja Berharap Sekolah Tatap Muka Segera Dimulai

“Pandemi masih memerlukan penanganan khusus,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Aji, sapaan akrabnya, mengatakan perpanjangan status telah diputuskan melalui SK No 45/KEP/2021 tentang penetapan perpanjangan kesepuluh status tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY. SK itu ditandatangani oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pada 26 Februari 2021.

Gubernur DIY sebelumnya telah membuat Keputusan Gubernur No 28/KEP/2021 tentang Penetapan Perpanjangan Kesembilan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease (COVID-19) di DIY yang berlaku mulai tanggal 1 Februari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021.

"Guna kesinambungan penanganan dan untuk mengantisipasi serta mengurangi dampak yang diakibatkan Corona Virus Disease 2019 perlu menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mulai tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021," demikian bunyi SK itu.

BACA JUGA: Ratusan Pelayat Antarkan Mendiang Artidjo, Pejuang HAM yang Meninggalkan Warisan Luhur

Terdapat empat diktum putusan. Pertama, memutuskan status tanggap darurat bencana Covid-19 diperpanjang mulai tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021.

Kedua, status tanggap darurat bencana sebagaimana dimaksud dalam diktum pertama dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi.

Ketiga, menugaskan kepada Wakil Gubernur DIY untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan guna mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan, antara lain kegiatan penyelamatan dan evakuasi, isolasi, perlindungan, pengurusan, penyelamatan serta pemulihan korban Covid-19 di DIY. Keempat, keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkannya SK.

BACA JUGA: Kepala Humas PM Jepang Mundur karena Ditraktir Makan

Sementara itu, kasus Covid-19 di DIY pada Senin (1/3/2021) bertambah sebanyak 144. Sleman mendominasi kasus baru tersebut dengan jumlah 85, disusul Gunungkidul, 20; Kulonprogo, 15, dan Bantul serta Kota Jogja masing-masing 12 kasus.

Riwayat sementara kasus terkonfirmasi itu meliputi pemeriksaan mandiri 82, tracing kontak kasus positif 21, skrining karyawan kesehatan dua, perjalanan luar daerah satu dan masih dalam penelusuran 38. Tambah itu menjadikan kasus aktif di DIY berjumlah 5.235. "Sementara akumulasi kasus terkonfirmasi menjadi 27.967," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih.

Pasien sembuh sebanyak 274, berasal dari Kulonprogo 122; Bantul 52; Sleman 50; Kota Jogja 38 dan Gunungkidul 12. Dengan tambahan ini total kasus sembuh di DIY menjadi 22.049 dengan case recovery rate 78,84 persen.

Adapun pasien meninggal hari ini sebanyak empat dari Sleman satu, Bantul dua dan Gunungkidul satu. Total kasus meninggal sementara jadi 682 dengan case fatality rate sebesar 2,44 persen.

Sementara itu jumlah sampel terperiksa bertambah 814, sehingga total saat ini jadi 213.496. Adapun jumlah orang diperiksa sebanyak 190.015, menyusul penambahan 790. Sejauh ini suspek kumulatif di DIY sebanyak 34.669 dan suspek dalam pemantauan 571.

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Pasien Melonjak dan Nakes Terinfeksi Covid-19, Gunungkidul Butuh Sukarelawan Kesehatan
Sleman Bersiap Dirikan Rumah Sakit Darurat Covid-19
Rumah Sakit di DIY Mulai Rekrut Sukarelawan Nakes
Epidemiolog Sarankan Jokowi Ambil Opsi Lockdown, Ini Alasannya

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Rekan Kecewa Febri Diansyah Bela Putri Sambo, Dianggap Tindakan Gegabah
  2. Ada Raisa hingga Kangen Band di Solo Batik Music Festival, Ini Jadwalnya
  3. 162 Judi Daring Diungkap, Pelaku Dijerat Pasal Pencucian Uang
  4. Dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Digital Kelistrikan, Ini Kata Dirut PLN

Berita Terbaru Lainnya

Tak Hanya Soal Kontrasepsi, Kampung KB di Jogja Garda Pembangunan Kesejahteraan
Halim Banggakan Industri Kreatif Bantul di Hadapan Banyak Kepala Daerah
Peringatan BMKG: Waspada! Ada Siklon Tropis Noru di Pantai Selatan DIY
Sayuran Bawa Jogja Menjadi Kota Terbaik dalam Pembangunan Daerah
Fasilitasi Pencari Kerja, UNY Gelar Career Expo
Tahun Depan, Ini yang Jadi Fokus Kegiatan DPRD Bantul
Pekerja Informal Tertarik Manfaat BPJS Kesehatan
Teken MoU dengan 10 Mitra Lintas Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, Politeknik LPP Yogyakarta Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi
Danang Haru & Bangga Mendengar Cerita Penerima Beasiswa
Kembali Ikuti Penilaian ZI-WBK, Ini yang Dilakukan Kemenag Kulonprogo