HomeJogjapolitan

PTM SD SMP Kota Jogja Berlangsung Juli 2021, Hanya Sebagian yang Mulai Juni

Oleh:Sirojul Khafid
02 April 2021 - 06:17 WIB

Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja. - Harian Jogja/ Sirojul Khafid

Harianjogja.com, JOGJA – Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja akan memberikan opsional Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menangah Pertama (SMP) secara keseluruhan pada bulan Juli, bertepatan dengan tahun ajaran baru.

Meskipun sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengizinkan PTM dipercepat, dengan syarat guru telah tervaksin, Disdikpora Kota Jogja ingin melihat percontohan PTM untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di DIY.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah DIY berencana melakukan PTM tingkat SLTA pada bulan April 2021, khususnya untuk sepuluh sekolah percontohan (SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 9 Jogja, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman).

Baca juga: Perbedaan Belajar Tatap Muka Terbatas dengan Keadaan Normal

Menurut Plh. Kepala Disdikpora Sekretaris, Dedi Budiono, pemberian opsional PTM kepada SD dan SMP pada Juli 2021 bukan berarti saat ini satuan pendidikan di Kota Jogja belum siap. Namun perlu adanya tahap-tahap PTM, mulai dari perguruan tinggi, SLTA, baru SMP dan SD.

“Nunggu uji coba di SLTA, kalau SLTA berhasil, ada pemikirian itu (mempercepat PTM untuk SD dan SMP),” kata Dedi saat ditemui di kantornya pada Rabu (31/3/2021).

Saat ini, sudah seluruh satuan pendidikan di Kota Jogja memenuhi persyaratan untuk PTM, mulai dari penerepan prokes, pembentukan satuan tugas Covid-19, skenario pembelajaran, dan sebagainya. Secara garis besar, ada yang satuan pendidikan yang persiapannya luar biasa dan baik. Untuk SD dan SMP yang persiapannya luar biasa, memungkinkan untuk mempercepat PTM pada bulan Juni 2021.

Baca juga: Satgas Klaim Kasus Covid-19 Indonesia Terus Menurun Selama PPKM Mikro

“Lebih baik mulai dari yang [persiapannya] excellent [luar biasa] itu. Ada 20 persen yang kesiapannya luar biasa,” kata Dedi. “Artinya kami akan tiru polanya Pemda DIY. Mungkin Juni sebagai sampel PTM.”

Sejauh ini, Disdikpora Kota Jogja telah dua kali melakukan verifikasi persiapan SD dan SMP untuk PTM. Sebelumnya mereka telah memberi dana khusus untuk membeli alat prokes seperti wastafel dan lainnya. Dalam praktiknya, setiap satuan pendidikan bisa melaksanakan jenis PTM sesuai kondisi masing-masing. Sebagai contoh, apabila satuan pendidikan mampu melaksanakan PTM enam hari penuh dalam seminggu, maka dipersilakan. Namun apabila baru sanggup melakukan PTM dua hari seminggu juga tidak masalah.

“Paling tidak, anak barangkat sekolah satu kali satu minggu. Sangat-sangat kontekstual dengan kesiapan, potensi dan permasalahan yang dihadapi masing-masing satuan pendidikan,” kata Dedi.

Satu hal yang Dedi tekankan, PTM harus menyertakan izin orangtua. Apabila orangtua masih belum yakin atau percaya terhadap kesiapan satuan pendidikan terhadap prokes, maka anak bisa tetap belajar di rumah. Sehingga nantinya ada dua sistem pembejalaran, di rumah dan di sekolah. Kapasitas di kelas pun maksimal 50 persen.

Menurut Dedi, penerapan prokes di kelas kemungkinan akan lancar. Namun dia justru khawatir saat peserta didik berada di luar, salah satunya saat menunggu jemputan. Meskipun satuan pendidikan harus menyediakan ruang transit, potensi kerumunan masih mungkin terjadi. Terlebih saat orangtua telat menjemput anak. “Maka SOP minta kerja sama dengan orangtua, anak diantar dan dijemput tepat waktu,” kata Dedi.

Saat ini, lebih dari delapan ribu guru dan tenaga pendidik di Kota Jogja telah mendapat vaksinasi tahap pertama. Adapun mereka berasal dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), SD, dan SMP. Adapun yang belum vaksin lantaran tidak lolos screening, itupun jumlahnya sedikit. Meskipun guru dan tenaga pendidik TK telah mendapat vaksin, belum ada keputusan untuk PTM dalam waktu dekat.

Tag: Virus Corona, pendidikan Editor: Nina Atmasari

Artikel Terkait
Kampus UNY Dibangun di Semanu, Warga Pacarejo Tak Ingin Jadi Penonton 1 year ago
Penghapusan Ujian Nasional Dinilai Tingkatkan Kepercayaan bagi Sekolah 1 year ago
Mulai Tahun Ini, Ujian Sekolah Berstandar Nasional Ditiadakan 1 year ago
Nadiem Makarim Minta Maaf soal Sistem Pendidikan di Indonesia 1 year ago
Siswa SMP Dikeluarkan karena Beri Ucapan Selamat Ultah kepada Teman, Ini Pembelaan Sekolah 1 year ago

Berita Pilihan

Kasus DBD di Kota Jogja Turun dari Tahun Sebelumnya Rayakan HUT ke-2, Aveta Hotel Malioboro Rayakan Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Kembali Perluas Kerja Sama FKRTL Foto-foto Gagahnya Gunung Merapi pada Minggu Sore, Warganet: Mahaguru Menyapa DeJubah Hadirkan Gamis Pria dengan Kualitas Premium
Berita Terbaru
Dinkes Sleman dan Akademisi UGM Paparkan 2 Strategi Hadapi Omicron 5 hours ago
Prodi Keperawatan UGM Gelar Pameran Produk Inovasi Teknologi Pembelajaran 5 hours ago
Pemkot Jogja Tak Data Ulang Penerima Jaminan Sosial Tahun 2021 7 hours ago
Sudah 3 Orang Meninggal Dunia karena Leptospirosis di Gunungkidul 7 hours ago
Dianggap Ganggu Pemandangan, Depo Pasir di JJLS Diminta Pindah 8 hours ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Update Covid DIY 3 Desember: Kasus Baru 25 8 hours ago
Resmi, Nglanggeran Gunungkidul Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia Versi PBB 10 hours ago
Siskaeee Lakukan Ekshibisionisme, Bandara YIA Merasa Dirugikan 10 hours ago
Etika Penelitian Selama Pandemi Covid-19 Perlu Dipahami 11 hours ago
Pemuda di Kalasan Meninggal Dunia karena Dianiaya 11 hours ago