HomeJogjapolitan

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi

Oleh:Media Digital
24 April 2021 - 10:07 WIB

KPH. H. Yudanegara, Ph.D. selaku Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren pada Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, bersama BPBD DIY, Kepala Dinas Pemerintahan Kalurahan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, dan Panewu Turi hadir dalam acara "Jagongan Kalurahan" di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. - Ist

Harianjogja.com, JOGJA - KPH. H. Yudanegara, Ph.D. selaku Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren pada Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, bersama BPBD DIY, Kepala Dinas Pemerintahan Kalurahan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Panewu Tempel, dan Panewu Turi hadir dalam acara “Jagongan Kalurahan” di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.

Kanjeng Yudanegara mengawali acara “Jagongan Kalurahan” dengan ibadah tarawih bersama warga masyarakat di Masjid Al-Qodr di Padukuhan Nagsri. Selesai ibadah tarawih, Kanjeng Yudanegara menyempatkan diri menyapa jemaah dan menyerahkan bantuan pada Masjid Al-Qodr. “Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, mewakili Kraton Yogyakarta dan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY untuk bertemu serta bertatap muka dengan masyarakat”, ujar Kanjeng Yudanegara dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (24/4/2021).

Rangkaian acara “Jagongan Kalurahan” dilanjutkan dengan diskusi di joglo Lurah Girikerto. Kanjeng Yudanegara berjalan kaki menuju lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dari Masjid Al-Qodr bersama masyarakat. Acara diskusi dikemas secara santai namun serius, sambil menikmati hidangan lokal khas Kalurahan Girikerto. Beberapa rekomendasi maupun solusi disampaikan oleh Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap beberapa permasalahan yang disampaikan masyarakat di bidang pertanian dan industri pertanian, peningkatan dan pemanfaatan sumberdaya air, kerusakan infrastruktur jalan kalurahan, bidang peningkatan kebudayaan, serta penanggulangan kebencanaan.

Pada bidang pertanian misalnya, muncul permintaan warga masyarakat untuk mengembangkan tanaman pala dan industri penyulingan minyak pala. Masukan ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Dalam RPJMKal Girikerto juga sudah terdapat rencana penyiapan lahan tanaman pala.

Baca juga: PTM di Sleman Bakal Serentak Saat Tahun Ajaran Baru

Pada bidang kebudayaan, terdapat permintaan dari masyarakat terkait bantuan perangkat gamelan dan pertunjukan pentas seni secara daring. Kanjeng Yudanegara mengarahkan permintaan warga tersebut pada Pemerintah Kabupaten Sleman, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bersedia memenuhi permintaan tersebut.

Kemudian khusus mengenai pelepasan tanah untuk hunian warga terdampak bencana Merapi, Kanjeng Yudanegara meminta Lurah Girikerto untuk berkirim surat kepada Pemerintah Daerah DIY dengan tembusan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY. Selanjutnya beliau akan mengkordinasikan persoalan tersebut dengan OPD yang terkait.

Di akhir sesi diskusi, Kanjeng Yudanegara menekankan kembali pentingnya kalurahan untuk melestarikan kebudayaan lokal, karena selain memperkuat identitas keistimewaan DIY, juga menambah daya tarik wisata di kalurahan setempat. Ditambah lagi, pelibatan BUMDes dalam mengelola atraksi budaya dan pariwisata, yang tentu berkontribusi dalam peningkatan PADes, di samping menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

Acara diskusi di joglo Lurah Girikerto dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat yang hadir diwajibkan mengenakan masker dan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.

Menginap di Rumah Warga

Rangkaian “Jagongan Kalurahan” dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan menginap di rumah warga. Kanjeng Yudanegara berdialog santai dengan Lurah, Pamong Kalurahan, dan beberapa warga Kalurahan Girikerto. Kanjeng Yudanegara berdialog tentang status staf pamong kalurahan, mengenai BKK Dana Keistimewaan, aktivitas kebudayaan masyarakat setempat, dan progres pelepasan tanah untuk hunian warga terdampak bencana Merapi.

Lurah, Pamong Kalurahan, dan warga sangat antusias menyampaikan pendapatnya. Acara ramah tamah berlangsung dengan hangat. Masyarakat tidak sungkan untuk menyapa dan mengajak dialog Kanjeng Yudanegara. "Pemerintah Kalurahan dan warga masyarakat Girikerto merasa senang dengan kehadiran Kanjeng Yudanegara. Di forum ini, masyarakat dapat menyampaikan keinginan dan kebutuhannya, untuk dijembatani dengan OPD terkait. Di samping itu, kehadiran beliau mendekatkan masyarakat dengan keluarga Kraton Yogyakarta. Masyarakat dapat berkomunikasi tanpa sekat", kata Krisna Cahyana (Carik Girikerto).

Baca juga: Ribuan Staf Pamong Desa Geruduk DPRD DIY, Ini Masalahnya

Di tengah acara dialog, Kanjeng Yudanegara diajak warga untuk melihat guguran lava Gunung Merapi di Gubuk Tani. Lokasinya di Padukuhan Ngandong, Kalurahan Girikerto. Di tempat tersebut, Kanjeng Yudanegara mendengarkan masukan warga terkait kebutuhan sumur bor, baik untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat maupun kebutuhan air di lokasi wisata.

Sebagai informasi, Padukuhan Ngandong merupakan satu-satunya pedukuhan di Kalurahan Girikerto yang mengalami kekeringan di musim kemarau. Hal ini disebabkan karena topografi wilayah yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Kalurahan Girikerto, sehingga jarak ke mata air menjadi lebih dalam. Kekeringan di wilayah Ngandong pada musim kemarau cukup ironis, mengingat wilayah Kapanewon Turi bagian utara merupakan sumber mata air. Selama ini, keburuhan air bersih Padukuhan Ngandong disuplai oleh padukuhan lain di Kalurahan Girikerto.

Saat masuk waktu sahur, Kanjeng Yudanegara menunaikan sahur bersama Lurah, Pamong Kalurahan, dan warga masyarakat, dilanjutkan dengan beribadah Sholat Subuh berjamaah. *

Tag: desa Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
Mulai Pekan Depan, Nomenlaktur Desa di Kulonprogo Ganti Jadi Kalurahan 1 year ago
Ini Kronologi Penemuan Desa Fiktif 1 year ago
Alokasi Dana Desa Dikepras, BPD Bantul Akui Ada Kejanggalan dalam APB-Des 1 year ago
Desa di Gunungkidul Akan Diubah Jadi Kalurahan, Kepala Desa Akan Dilantik Ulang Jadi Lurah 1 year ago
Tahun Ini, Alokasi Dana Desa untuk Desa Bantul Dipotong 10%, Kenapa? 1 year ago

Berita Pilihan

Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 Masih PPKM, Kraton Jogja Tiadakan Arak-Arak dan Grebeg Gunungan Maulid Nabi Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 18 Oktober 2021 Modal Sosial Perkuat Pengurangan Risiko Bencana
Berita Terbaru
PPKM DIY Turun Level 2, Destinasi Wisata Gunungkidul Siap Dibuka 26 minutes ago
Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan 56 minutes ago
Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga 1 hour ago
Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya... 1 hour ago
3 Faktor Anak Muda Produktif Terjebak Jadi Pekerja di Pinjol Ilegal 1 hour ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 2 hours ago
Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan 3 hours ago
Membangkitkan Sastra di Kalangan Anak Muda Lewat Kompetisi 5 hours ago
Pakar UGM Imbau Masyarakat Waspadai Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol 6 hours ago
Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon hingga Baliho di Sleman Bertumbangan 13 hours ago