HomeJogjapolitan

Selama PPKM Level 4, Satpol PP DIY Temukan 149 Tempat Usaha Melanggar Aturan

Oleh:Ujang Hasanudin
26 Juli 2021 - 08:37 WIB

Beberapa pedagang oleh-oleh tetap berjualan di masa PPKM Level 4, Minggu (25/7/2021). - Harian Jogja/Devi Aristya Putri

Harianjogja.com, JOGJA- Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 pada 21-25 Juli, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menemukan ada 149 pelanggaran pelaku usaha.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad menyebutkan jumlah pelanggaran tersebut didominasi oleh warung, toko, dan kafe melanggar Instruksi Gubernur maupun Surat Edaran Gubernur selama PPKM Level 4.

Sementara jumlah pelanggaran keseluruhan sejak PPKM Darurat pada 3-20 Juli dan PPKM level 4 dari 21-25 jumlah pelanggaran tercatat sebanyak 801 tempat usaha ditutup, 924 tempat usaha yang dibubarkan karena membuat kerumunan, dan 45 tempat usaha yang disegel karena sudah diperingatkan namun kembali melakukan pelanggaran.

Baca juga: Minim Personel, Bu Lurah di Bantul Turun Tangan Rukti Jenazah Pasien Covid-19 Perempuan

Jumlah itu belum termasuk pelanggaran yang ditemukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing kabupaten dan kota. Noviar berharap penurunan mobilitas itu bisa terus dipertahankan untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 yang masih tinggi di DIY.

“Kami minta masyarakat dan para pelaku usaha untuk bersabar selama PPKM ini untuk mengurangi angka positif Covid-19,” ujarnya, Minggu (26/7/2021).

Ia juga mengklaim mobilitas di kabupaten dan kota di DIY sudah masuk zona kuning semua atau persentase penurunan mobilitas sudah di atas 20% selama PPKM Level 4 atau perpanjangan PPKM Darurat ini.

“Mobilitas di perkotaan sudah di atas 20%, semua sudah kuning. Mobilitas di perkampungan dari plus 19 persen sudah turun menjadi plus 13%, artinya ada penurunan di PPKM level 4 ini,” katanya.

Tag: Corona Jogja Editor: Nina Atmasari

Artikel Terkait

Berita Pilihan

Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 Masih PPKM, Kraton Jogja Tiadakan Arak-Arak dan Grebeg Gunungan Maulid Nabi Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 18 Oktober 2021 Modal Sosial Perkuat Pengurangan Risiko Bencana
Berita Terbaru
PPKM DIY Turun ke Level 2, Hati-Hati Jangan Euforia 8 minutes ago
PPKM DIY Turun Level 2, Destinasi Wisata Gunungkidul Siap Dibuka 38 minutes ago
Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan 1 hour ago
Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga 1 hour ago
Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya... 1 hour ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
3 Faktor Anak Muda Produktif Terjebak Jadi Pekerja di Pinjol Ilegal 2 hours ago
Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 3 hours ago
Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan 3 hours ago
Membangkitkan Sastra di Kalangan Anak Muda Lewat Kompetisi 5 hours ago
Pakar UGM Imbau Masyarakat Waspadai Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol 7 hours ago