HomeJogjapolitan

Belum Ada Evaluasi Mendasar Pembelajaran Tatap Muka di Jogja

Oleh:Sirojul Khafid
23 September 2021 - 19:07 WIB

Tangkapan layar diskusi daring bertema Evaluasi PTM di Kota Jogja, Kamis (23/9/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Harianjogja.com, JOGJA—Sejak berlangsung empat hari lalu, pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Jogja tergolong lancar. Belum ada evaluasi mendasar yang ditemukan di lapangan.  Beberapa evaluasi yang ada terkait dengan kedatangan dan penjemputan peserta didik oleh orang tua.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Dedi Budiono, dalam diskusi daring bertema Evaluasi PTM di Kota Jogja. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara Harian Jogja dan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Proses kedatangan peserta didik ke sekolah cenderung lancar apabila orang tua mengantar dengan tepat waktu. Namun untuk peserta didik yang rumahnya dekat dan ke sekolah dengan berjalan kaki, ada kecenderungan anak-anak berkumpul.

“Di tengah jalan bisa ketemu teman-teman, berjalan bisa berdua sampai berlima, berangkat bersama ke sekolah. Sebaiknya [peserta didik berangkat sekolah tapi] tidak dalam bentuk gerombolan,” kata Dedi, Kamis (23/9/2021).

Proses cuci tangan sebelum masuk kelas juga perlu menjadi perhatian. Apabila jumlah wastafel masih sedikit dan bisa membuat antrean, perlu adanya penambahan. Sementara untuk kepulangan, tingkat disiplinnya tidak sebaik saat datang.

“Orang tua saat datang relatif disiplin, kalau pulang ada yang tepat waktu, ada yang nunggu agak lama. Yang nunggu agak lama bisa menimbulkan kerumunan lagi,” kata Dedi.

“Sekolah juga tetap perlu menerapkan sistem drive thru atau menyediakan ruang transit. Tidak kalah penting, orang tua yang jemput dan menunggu kadang berkurumun juga, meski bukan di lingkungan sekolah, perlu kami evaluasi bersama.”

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lempuyangwangi menerapkan sistem drive thru saat pulang sekolah. Menurut Kepala SDN Lempuyangwangi, Esti Kartini, sebelum penjemput datang, peserta didik akan menunggu di kelas. Apabila orang tua sudah datang, petugas akan memanggil melalui pengeras suara. Baru saat itu peserta didik boleh keluar.

Sejauh ini penyelenggaraan PTM di SDN Lempuyangwangi tergolong lancar. “Tidak ada kerumunan saat cuci tangan, semua berjalan dengan lancar, guru tetap ada di situ untuk memantau,” kata Esti.

“Guru kelas standby di kelas masing-masing untuk mengatur anak yang tiba di kelas. Guru lain yang piket berada di pintu gerbang dalam, dan gerbang luar dijaga satpam.”

SDN Lempuyangwangi sudah pernah menyelenggarakan simulasi. “Selama ini tidak ada kendala, mungkin karena sudah melaksankan PTM semester kemarin, sehingga guru-guru sudah terkondisikan, sudah persiapan dengan ketugasan masing-masing,” kata Esti.

Sejauh ini para peserta didik mengaku senang bisa belajar di sekolah. Belum ada keluhan capek atau bosan dan sebagainya. Lantaran kantin tidak dibuka, peserta didik boleh membawa minum. Respons bagus dari peserta didik juga terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Muhammadiyah Jogja.

Menurut Kepala SMP 2 Muhammadiyah Jogja, Naning Hidayati, selain pengecekan suhu dan cuci tangan, petugas sekolah juga mengecek anak terkait anosmia. Petugas membawa beberapa minyak dengan berbagai jenis bau. Peserta didik akan menebak bau tersebut sebagai cara mengetahui apabila dia tidak anosmia.

Di SMP 2 Muhammadiyah Jogja, peserta didik satu kelas dibagi menjadi dua. Kedatagannya juga berselang satu jam dari satu kelompok dengan lainnya. “Berhubung pulang tidak bareng, ada dua kelompok, sehingga tidak terlihat berkerumunan. Tidak dilepas pulang begitu saja, ada petugas yang memanggil, kalau belum dipanggil, pelajar belum bisa keluar kelas,” kata Naning.

Apabila ada peserta didik yang datang sebelum jadwalnya, sekolah menyediakan ruang transit yang cukup luas. Sehingga saat belum ada petugas, mereka bisa menunggu tanpa menciptakan kerumunan. Ruang khusus juga untuk peserta didik yang datang dan pulang menggunakan ojek online. Hal ini agar sekolah lebih mudah dalam mengatur.

“PTM selama dua hari ini lancar. Dari datang sampai penjemputan sama dengan yang kami rencanakan,” kata Naning.

Tag: Virus Corona, Pembelajaran Tatap Muka, sekolah Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Setiap Anak Punya Potensi Berbeda-beda 1 year ago
Milad Ke-53, SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Gelar Wayang Kulit 1 year ago
Rayakan Milad, SMP Muh 8 Ajak Warga Jalan Sehat 1 year ago
Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Siswa Lelaki, Siswi di Solo Ini Dikeluarkan dari Sekolah 1 year ago
Ratusan Ribu Siswa Terancam Tak Bisa Ikut SNMPTN 1 year ago

Berita Pilihan

Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 Masih PPKM, Kraton Jogja Tiadakan Arak-Arak dan Grebeg Gunungan Maulid Nabi Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 18 Oktober 2021 Modal Sosial Perkuat Pengurangan Risiko Bencana
Berita Terbaru
PPKM DIY Turun Level 2, Destinasi Wisata Gunungkidul Siap Dibuka 15 minutes ago
Sekitar 140 Bus Wisata Mencoba Masuk Jogja pada Akhir Pekan 45 minutes ago
Kasus Covid-19 Melandai, Waspada Gelombang Ketiga 1 hour ago
Miyos Gangsa & Kondur Gangsa Tak Digelar, Kraton Jogja Luncurkan 11 Video Tutorial Macapat. Ini Daftarnya... 1 hour ago
3 Faktor Anak Muda Produktif Terjebak Jadi Pekerja di Pinjol Ilegal 1 hour ago

Terpopuler

Hadiri Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Diskusi dengan Warga Girikerto Turi KAMPUS JOGJA : Prodi KPI UMY Pertahankan Akreditasi A RUMAH SAKIT JOGJA : ARSSI Wadah Bersatunya RS Swasta FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Pembela Nilai Tuntutan Terlalu Memaksakan Waspada, Ubur-Ubur Kembali Menepi di Pantai Gunungkidul
Informasi Stok Darah di PMI DIY 19 Oktober 2021 2 hours ago
Garebeg Mulud 2021 dan Arak-Arakan Gunungan Ditiadakan 3 hours ago
Membangkitkan Sastra di Kalangan Anak Muda Lewat Kompetisi 5 hours ago
Pakar UGM Imbau Masyarakat Waspadai Pencurian Data Pribadi oleh Pinjol 6 hours ago
Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon hingga Baliho di Sleman Bertumbangan 13 hours ago