Jogjapolitan

Tahapan Pilur Tetap Berjalan, Pemkab Sleman Tunggu Putusan Kemendagri

Penulis: Abdul Hamied Razak
Tanggal: 14 Oktober 2021 - 21:27 WIB
Sejumlah warga dengan protokol kesehatan melakukan pencoblosan pemilihan Lurah secara e voting di TPS 35, Pedukuhan Blotan, Desa Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Minggu (20/12)/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi

Harianjogja.com, SLEMAN—Tahapan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilurah) Serentak 2021 di Kabupaten Sleman dipastikan tetap berlanjut meskipun muncul polemik menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan pencalonan kepala desa/lurah maksimal tiga periode.

Pemkab tetap menggelar pemungutan suara pada 31 Oktober. Adapun keputusan tujuh calon lurah yang terdampak keputusan MK masih menunggu kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya mengaku hingga kini belum bisa memberi keputusan apapun terkait dengan nasib tujuh lurah yang terdampak keputusan MK. Pemkab, katanya, sudah berkirim surat kepada Kemendagri terkait dengan persoalan ini namun belum ada balasan.

"Bahkan malam ini [Kamis (14/10/2021) malam] saya ke Jakarta. Kami akan mendiskusikan persoalan ini dengan Kemendagri. Sebab, putusan MK tidak hanya berdampak kepada tujuh calon lurah tetapi juga dua kalurahan tidak bisa menggelar pilurah," kata Harda saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis.

Pemkab, kata Harda, menyadari jika muncul kekecewaan dari para calon lurah yang terdampak dengan keputusan MK. Meski demikian, Pemkab masih menunggu sikap ataupun kebijakan dari Kemendagri mengenai persoalan ini. Pemkab menargetkan 21 Oktober sudah ada keputusan apakah ketujuh calon tersebut dibatalkan atau tetap mengikuti pilurah. "Tidak mudah memutuskan karena semua calon lurah sudah mengikuti tahapan pencalonan. Untuk kepastiannya mari bersama-sama menunggu keputusan Kemendagri. Apapun nanti keputusannya, itu yang harus diterima," kata Harda.

Tahapan pilurah di kalurahan yang lain tetap berjalan sesuai jadwal. Saat ini masing-masing kalurahan sudah melakukan tahap pengambilan nomor urut. Dia berharap masyarakat terutama para pendukung lurah yang terdampak putusan MK untuk menahan diri dan legawa jika nanti calon yang diusung tidak bisa mengikuti pilurah.

Sebelumnya, sejumlah warga pendukung lurah menggelar aksi di DPRD Sleman. Mereka menuntut agar Pemkab tetap mengikutsertakan tujuh calon lurah terdampak putusan MK pada Pilurah yang digelar 31 Oktober. Warga juga mendatangi Pemkab pada Kamis (14/10/2021) untuk tujuan yang sama.

Sesuai dengan tahapan pilurah, Panitia Pemilihan Lurah (Panpilurah) tetap menggelar pengundian nomor urut calon lurah. Salah satunya di Condongcatur. Pengundian dihadiri langsung oleh para calon yang mengikuti pilurah, yakni Reno Candra Sangaji dan Ocky Tri Putra. Reno mendapatkan nomor urut satu sementara Ocky memperoleh nomor urut 2. Seusai pengundian, calon lurah juga membacakan Deklarasi Damai. "Para calon lurah kami harap untuk dapat menjaga sportivitas dan keamanan agar pelaksanaan pilurah dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata Panewu Depok Subagya.

Dia berharap tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam Pilur kali ini mengingat jumlah pemilih dan TPS di Condongcatur yang tertinggi dalam pelaksanaan Pilurah 2021. "Pilurah di Condongcatur diharapkan bisa menjadi barometer di Sleman," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

Pilihan Lurah Serentak di Gunungkidul Digelar September 2026
Proses PAW Lurah di Gunungkidul Dimulai, Tiga Kalurahan Prioritas
Gunungkidul Siapkan Anggaran Rp2,6 M untuk Pemilihan Lurah Tahun Depan
Pilihan Lurah Serentak di Gunungkidul Digelar 2026

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Target PAD Bantul 2026 Dipatok Rp773 Miliar

Target PAD Bantul 2026 Dipatok Rp773 Miliar

Jogjapolitan | 16 minutes ago
Pengolahan Sampah Mandiri Jogja Diperkuat Usai TPST Piyungan Tutup
Bantul Diproyeksikan Tetap Surplus Padi pada 2026
Seniman Bantul Galang Donasi untuk Korban Bencana di Sumatera
Kasus ISPA di Jogja Melejit pada 2025, Awal 2026 Landai
Hujan Deras Ganggu Pencarian Dua Pemancing di Wediombo Gunungkidul
Luas Kawasan Kumuh di Bantul Capai 200 Hektare
RSUD Prambanan Rayakan HUT ke-16 dengan Fun Walk Bertema SIGAP
Larangan Sampah Organik ke Depo, Ini yang Dilakukan Warga Panembahan
Pemkab Sleman Terapkan Manajemen Talenta ASN Bersama BKN